Kampung Bena Memberi Kesan Mendalam Bagi Peserta Jelajah Sepeda

Berikut artikel Kampung Bena Memberi Kesan Mendalam bagi Peserta Jelajah Sepeda, Semoga bermanfaat

BAJAWA, KOMPAS.com – Minggu (14/8/2016) sore, sepuluh pesepeda Jelajah Sepeda Flores- Timor yg diselenggarakan Harian Kompas masih berjuang menaklukkan tanjakan terakhir menuju Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Meski malam menjelang mereka tetap mengayuh sepedanya demi mencapai finish di Kampung Bena. Ya, Kampung Bena memang menjadi daya tarik tersendiri untuk para peserta. Bena yaitu kampung adat terbesar di Kabupaten Ngada yg tetap menjaga tradisi leluhur.

Hal itu ditandai dengan rumah adat yg senantiasa mereka tempati tanpa mengubah arsitekturnya. Sepuluh pesepeda itu pun datang di Kampung Bena pukul 20.00 Wita setelah menempuh jarak 139 km.

Mereka disambut dengan tari Jai yg melambangkan selamat datang. Mereka pun dikalungi kaon tenun khas Bena sebagai tanda penghormatan.

Tanjakan menuju Bena memang terjal dan berkelak-kelok. Meski Gunung Inerie yg cantik dapat menjadi penyejuk mata ketika pesepeda menaklukkan tanjakan menuju Bena, tetap saja belum dapat menjadi pelepas lelah para peserta.

Setibanya di Bena, barulah mereka yg bertahan di atas tunggangannya terlepas dari lelah. Sambutan warga Bena yg hangat membuat mereka lupa mulai hawa dingin yg menyelimuti di ketinggian 700 mdpl.

Di Bena, Bupati Ngada Marianus Sae menyambut segera para peserta. Dalam sambutannya Marianus berharap peserta Jelajah Sepeda Flores-Timor merasakan keseharian penduduk Bena.

“Kami harap para peserta dapat merasakan pengalaman yg sebelumnya tidak pernah dirasakan di kota, berbaur dengan penduduk lokal dan mendapatkan hal baru dan menarik dari mereka,” ujar Marianus di Kampung Bena, Minggu (14/7/2016) malam.

Eddy Wie, salah sesuatu peserta kelihatan menikmati suasana Bena pada malam hari. Sembari menikmati santap malam, ia mengikuti alunan musik dan tari yg dibawakan penduduk Bena yg menghadirkan kehangatan dan keceriaan di lapangan Kampung Bena.

“Suasana yg hangat menjadi penyemangat buat peserta yg telah lelah, sambutan warga Bena yg ramah benar-benar membuat kalian tidak canggung,” ujar Eddy.

Makan malam usai pukul 21.30 Wita. Para peserta pun tidur di rumah adat penduduk yg berbentuk rumah panggung. Di dalam, tuan rumah masing-masing menyambut mereka dan bercerita mengenai Kampung Bena sebagai pengantar tidur.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Keceriaan generasi penerus di Kampung Adat Bena, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jelajah Sepeda Flores-Timor yg digelar Harian Kompas dimulai dari Labuan Bajo di ujung barat Flores, dan berakhir di Motaain, Kabupaten Belu (Timor), perbatasan RI-Timor Leste, pada 13-23 Agustus 2016.

Perjalanan bersepeda jarak jauh ini yaitu bagian dari komitmen Kompas bagi mempromosikan Flores dan Timor, serta NTT pada umumnya guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi.

Liputan itu tak semata-mata memuat tentang perjalanan bersepeda, tapi juga potensi, terutama ekonomi dan sosial budaya serta problematikanya yg ada di Flores dan Timor. Liputan serupa juga mulai dikerjakan KompasTV, majalah National Geographic, Kompas.com, radio Sonora, dan harian Pos Kupang, serta sejumlah media yang lain di bawah payung Kompas Gramedia.

Jelajah sepeda dikerjakan harian Kompas sejak tahun 2008. Saat itu menempuh rute Anyer-Panaroekan. Setelah itu Surabaya-Jakarta (2010), Jakarta-Palembang (2011), Bali-Komodo (2012), Sabang-Padang (2013), Manado-Makassar (2014), Banjarmasin-Balikpapan (Mei 2015), dan Jelajah Sepeda Papua (Juni 2015).

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/15/140200127/Kampung.Bena.Memberi.Kesan.Mendalam.bagi.Peserta.Jelajah.Sepeda
Terima kasih sudah membaca berita Kampung Bena Memberi Kesan Mendalam bagi Peserta Jelajah Sepeda. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kampung Bena Memberi Kesan Mendalam Bagi Peserta Jelajah Sepeda"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.