Kala Hujan Menyapa Kawah Ijen

No comment 144 views

Berikut artikel Kala Hujan Menyapa Kawah Ijen, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Banyak traveler yg penasaran dengan Kawah Ijen di Jawa Timur. Semangat pun tak pudar walau hujan gerimis membasahi.

Pesona Kawah Ijen telah tak diragukan lagi.Blue fire yg melegenda adalah daya tarik utama.Meskipun harus hiking selama kurang lebih 2-3 jam, tidak menyurutkan niat wisatawan unutk menyaksikan keindahan Kawah Ijen.

Terletak di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso, Gunung Ijen yaitu gunung berapi aktif dengan keinggian 2.443 mdpl.

Seperti umumnya pendakian gunung, maka mengunjungi Kawah Ijen paling tepat seandainya kami akan ketika tengah malam, sehingga kami mampu menyaksikan blue fire dan matahari terbit pada keesokan harinya. Rombongan kamipun begitu, berangkat dari kota Banyuwangi jam 9 malam.

Cuaca gerimis dan tak bersahabat, tetapi kalian masih berharap cuaca mulai membaik. Ketika loket dibuka pada pukul 12 malam, gerimis semakin deras, kita pun siap dengan jas hujan masing-masing.

Sayang sekali gerimis tak mereda, justru berubah menjadi deras. Tetapi hal tersebut tak menyurutkan niat kami, karena kita tiba dari Jakarta dan cuti yg terbatas jadi apapun yg terjadi harus tetap mendaki sesuai jadwal.

Di tengah hujan deras, kalian pun tertatih-tatih menyusuri jalan menanjak, dengan penerangan senter dan lampu badai dari pengunjung yg yang lain tercipta pemandangan yg menakjubkan.

Cahaya yg berasal dari senter dan lampu yg dibawa nampak seperti kunang-kunang berbaris di tengah gelapnya malam, sering hilang kemudian muncul lagi. Memberi panduan buat berjalan ke arah puncak. Tak jarang pula para pendaki saling memperingatkan buat tetap berhati-hati karena jalan licin dan hujan deras serta jurang yg menganga di sebelah kanan.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, kalian pun datang di pos Gunung Bunder. Di sini kita beristirahat sambil menunggu hujan mereda. Beberapa teman sempat mengisi amunisi dengan mie rebus dan teh hangat, cocok buat menghangatkan badan dan tidak mengurangi tenaga.

Hujan tak juga mereda, sehingga kita menetapkan buat melanjutkan perjalanan ke puncak. Udara semakin dingin, tapi jalanan telah tak terlalu menanjak, pemandu kita pun selalu memberi semangat, ayo sedikit lagi sampai.

Setelah pos Gunung Bunder, jalan tak lagi terlalu menanjak. Setelah sekitar 1 jam berjalan kita pun sampai di tepi kawah. Bau belerang begitu menyengat. Kami pun langsung memakai masker yg dapat di sewa di tempat, sehingga kalian dapat bernafas dengan leluasa.

Hujan masih saja turun, cuaca dingin menusuk tulang. Beberapa teman tetap menetapkan turun ke bawah bagi coba melihat blue fire. Meski menurut keterangan di tengah cuaca seperti ini blue fire tak terlihat. Benar saja, tak berapa lama kalian kembali karena blue fire sama sekali tak terlihat.

Karena cuaca yg masih juga gerimis dan dua dari kalian telah menggigila menahan dingin, kita pun menetapkan turun. Suatu ketika kalian mulai kembali lagi, semoga ketika itu cuaca cerah dan kita dapat melihat fenomena blue fire yg sangat terkenal. Tunggu kalian kembali Kawah Ijen.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/08/145500/3400069/1025/kala-hujan-menyapa-kawah-ijen
Terima kasih sudah membaca berita Kala Hujan Menyapa Kawah Ijen. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kala Hujan Menyapa Kawah Ijen"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.