Kadispar NTB: Semakin Susah Cari Kamar Di Gili

No comment 105 views

Berikut artikel Kadispar NTB: Semakin Susah Cari Kamar di Gili, Semoga bermanfaat

MATARAM, KOMPAS.com – Kawasan Senggigi dan tiga gili di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan yaitu magnet NTB menarik wisatawan mancanegara (wisman) berlibur di kawasan itu.

Pariwisata NTB, khususnya Lombok, ketika ini tumbuh pesat. Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Lalu Mohammad Faozal, tingkat hunian hotel di kawasan Senggigi saja rata-rata 80 persen.

“Kalau di gili 102 persen,” kata Faozal dalam acara “Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara pada Media Nasional” di Hotel The Santosa, Senggigi, Kamis (24/8/2016).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, bersiap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).

“Susah (sekarang) cari kamar di gili,” sambung Faozal.

Menurut Faozal, tahun ini perkembangan pariwisata NTB meningkat signifikan. “Ini anomali, biasanya (saat ini) low season, nyatanya meningkat pesat. Ini berkat promosi Kemenpar yg luar biasa,” katanya.

Ia menyebut, pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) pada Februari dulu di Mataram berlangsung sukses dan dampaknya begitu terasa. Pemberitaan yg begitu gencar soal Lombok pada HPN itu berimbas pada peningkatan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke NTB.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, Jumat (25/8/2016).

Faozal memaparkan, target kunjungan wisatawan tahun 2016 sebesar 3 juta orang, dengan perincian wisatawan nusantara 1,5 juta orang dan wisman sebesar 1,5 juta orang. “Tahun 2015 kunjungan wisatawan mencapai 2,2 juta orang,” katanya.

Nantinya, lanjut Faozal, branding Lombok mulai menjadi “Friendly Lombok”. Ini tentu ada konsekuensinya. “Konsekuensinya warga harus senyum kepada wisatawan yg tiba ke Lombok,” kata Faozal.

Gili Trawangan ketika ini menjadi primadona NTB dalam menjaring wisatawan. Lima besar wisman yg berkunjung ke NTB yakni Australia, Malaysia, Inggris, Perancis dan Jerman.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, bersiap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).

Setiap hari tercatat 28 kapal cepat (fast boat) membawa wisman dari Bali menuju Lombok. Sementara penerbangan Bali-Lombok sebanyak 8 penerbangan setiap hari.

Ketika KompasTravel mengunjungi Gili Trawangan, Jumat (25/8/2016), kapal cepat kelihatan ramai menurunkan penumpang dari Bali.

Sepanjang pantai Trawangan di sisi timur terus dipenuhi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Mereka berjalan-jalan di pinggir pantai, ada yg berenang, ada yg berjemur, ada yang snorkeling. Sementara jalan di depan hotel dan restoran di Gili Trawangan tidak kalah ramai dengan dulu lalang wisatawan.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di toko oleh-oleh Lombok Exotic di kawasan Senggigi, Lombok, NTB, Jumat (25/8/2016).

Saat siang tiba, pantai Trawangan akan dibanjiri wisman yg ingin menyeberang ke Bali. Mereka berkumpul di bawah pohon menanti kapal tiba. Puncaknya saat secara bersamaan dua kapal cepat dari Bali menuju tepi pantai dan menurunkan penumpang. 

Sementara wisatawan yg hendak menuju Bali juga tidak kalah banyaknya. Mereka memadati pantai beserta koper-kopernya dan rela menunggu meskipun matahari bersinar terik. Begitu penumpang dari Bali telah turun ke darat, giliran penumpang yang berasal Trawangan naik kapal.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Perajin tenun khas Lombok di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Jumat (26/8/2016).

Tak pelak, nama Gili Trawangan dengan wisata baharinya semakin mendunia dan menjadi andalan NTB menarik wisatawan.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/28/072600227/Kadispar.NTB.Semakin.Susah.Cari.Kamar.di.Gili
Terima kasih sudah membaca berita Kadispar NTB: Semakin Susah Cari Kamar di Gili. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kadispar NTB: Semakin Susah Cari Kamar Di Gili"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.