Kadispar Aceh: Kita Hargai Masyarakat Menutup Pantai

No comment 111 views

Berikut artikel Kadispar Aceh: Kita Hargai Masyarakat Menutup Pantai, Semoga bermanfaat

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menghargai masyarakat yg menutup pantai wisata di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara sepekan lalu. Reza menyampaikan kesiapan masyarakat faktor penting memajukan industri wisata di setiap daerah.

“Kalau sekarang ditutup lokasi wisata di Aceh Utara ya tak apa. Kami hormati itu. Kita mulai menyiapkan kesiapan masyarakat, misalnya dengan membentuk komunitas sadar wisata dan yang lain sebagainya,” kata Reza kepada KompasTravel, Sabtu (17/9/2016).

Menurut Reza, lokasi wisata yg masyarakatnya sudah sangat bersiap menerima wisatawan merupakan Aceh Tengah, Sabang, Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Tenggara. “Jadi wisatawan masih banyak pilihan buat berkunjung ke Aceh,” ujar Reza.

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh selalu menyiapkan infrastruktur wisata dan kesiapan masyarakat. Sehingga, kunjungan wisatawan ke Aceh selalu meningkat.

“Aceh ini milik lokasi wisata yg lengkap akan dari alam, pantai, gunung hingga seni. Kami bersiap menerima kunjungan wisata,” katanya.

KOMPAS.com/MASRIADI Suasana pintu masuk ke Pantai Bantayan, di Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (17/4/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala desa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara sepakat menutup obyek wisata Pantai Bantayan dan Pantai Ulee Matang, buat selama-lamanya di kecamatan itu. Pasalnya, lokasi itu diduga menjadi tempat pelanggaran syariat Islam.

Penutupan itu dikerjakan sejak sepekan terakhir. Tahun lalu, ketika dibuka, obyek wisata itu dijadikan wisata pantai dengan konsep syariat Islam. Pasangan non muhrim dilarang mandi secara bersamaan. Laki-laki dan wanita dipisahkan, cuma suami-istri yg dapat mandi berbaur di laut itu.

“Kami setuju ditutup. Karena, kami lihat memang setiap hari libur bercampur non muhrim di obyek wisata itu,” kata Kepala Desa Ule Rubek Timu, Asnawi, Jumat (16/9/2016).

Kepala Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Badlisyah Yahya, menyebutkan hal yg sama. Dia menyebutkan, ketika meeting penutupan obyek wisata itu dihadiri oleh Muspika Kecamatan Seunuddon, dan sejumlah ulama minggu lalu.

“Saya dan kepala desa lainnya telah menandatangani sepakat menutup obyek wisata itu. Karena baru-baru ini warga menangkap pasangan mesum di obyek wisata pantai,” sebut Badli.

KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung memadati Pantai di Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (17/4/2016).

Kepala Desa Lhok Pu Uek, Kecamatan Seunuddon, Cut Ali menyebutkan hal yg sama. “Penutupan itu kami harap efektif, dan diketahui oleh seluruh orang,” ujarnya.

Kapolsek Seunuddon, Aceh Utara, AKP M Ridwan menyebutkan penutupan pantai sudah disepakati warga.

“Kami cuma patroli saja di obyek wisata. Karena sekarang pengunjung dilarang warga ke sana, jadi kalian kontrol, jangan sampai terjadi hal-hal yg tidak diinginkan antara pengunjung dan warga yg melarang ke sana,” kata Ridwan.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Mau Liburan Gratis di Yogyakarta? Ikuti Kuis “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/18/121900127/kadispar.aceh.kita.hargai.masyarakat.menutup.pantai
Terima kasih sudah membaca berita Kadispar Aceh: Kita Hargai Masyarakat Menutup Pantai. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kadispar Aceh: Kita Hargai Masyarakat Menutup Pantai"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.