Jurus Lezat Duo Nenek

No comment 135 views

Berikut artikel Jurus Lezat Duo Nenek, Semoga bermanfaat

JANGAN remehkan kemampuan seorang nenek. Apalagi beberapa nenek. Kolaborasi keduanya dalam memasak mampu bikin lidah menggelepar bahagia.

Buktikan dengan mencicipi tempoyak, brengkes, atau sop ikan di Duo Nenek, tempat makan yg berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi. Duo Nenek menawarkan berbagai menu masakan khas Jambi dalam balutan suasana ala kafe. Namun, buat mendukung atmosfer jadul yg sesuai dengan napas Duo Nenek, dipasanglah foto-foto dan barang-barang antik, seperti termos, radio, dan lampu petromaks.

Mari kami cicipi seperti apa khazanah masakan khas Jambi. Ada dua ikan yg dijadikan bahan dasar masakan, seperti ikan nila, patin, tongkol, gabus, dan lambak. Masih ditambah lagi dengan kerang dan udang. Bahan-bahan ini dimasak menjadi sop, ikan bakar, gulai, asam manis, goreng tepung, ikan bakar bambu, dendeng, brengkes, kerutup, atau tempoyak.

Selain itu, tersaji pula berbagai menu sayur, seperti sayur kacang, sambal terong kacang, kacang petai cabai hijau, sambal jengkol, sayur pakis, dan sayur sambung yg berasal dari bunga kecombrang. Rasa pedas menggigit dan aroma khas bunga kecombrang mampu bikin merem melek yg menyantapnya.

Jika ingin cepat, kalian mampu pergi segera ke etalase di bagian depan restoran yg berisi dua menu yg bersiap santap. Diatur ala prasmanan, tamu tinggal memilih sendiri mana menu yg memenuhi selera ketika itu. Namun, kita memilih bagi memesan terlebih lalu dan duduk-duduk menunggu sambil mengobrol dan memperhatikan interior ruangan.

Meja yg ada di hadapan kita adalah daun pintu yg diberi penutup kaca sehingga memberi suasana unik. Di salah sesuatu sisi ruang terdapat sebuah drum bekas yg dicat kuning dan juga diberi penutup kaca berbentuk lingkaran. Di atasnya ditaruh vas bunga dan toples-toples lawas.

Pada dinding di dekatnya digantung alat-alat masak, seperti wajan, parutan, tempat nasi, kendil, dan solet (spatula). Testimonial pengunjung diabadikan di atas selembar papan kayu yg bertuliskan spidol serta potongan-potongan kecil kayu yg disusun seperti mozaik.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Brengkes, ikan lambak tepung, dendeng, dan sayur kacang di Restoran Duo Nenek, Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi.

Ada nama-nama dan pujian yg terpasang di sana. Tempatnya yaitu dinding yg berada di bagian luar ruang berpendingin yg khusus diperuntukkan untuk pengunjung yg tak ingin diganggu asap rokok.

Sedang asyik-asyiknya menunggu, aroma rempah pun menyapa indera penciuman. Rupanya berasal dari sop ikan nila pesanan kita yg datang.

Hmm, kuahnya yg bening berhias irisan tomat, daun bawang, dan bawang goreng langsung saja mendorong tangan-tangan kita bagi menyendokinya. Kuahnya yg segar langsung menjadi pengguyur dahaga dan lapar perut-perut yg seharian itu berpuasa.

Daging ikannya dengan tingkat kelunakan yg pas menghadirkan rasa manis yg tiba dari kesegaran daging tanpa bumbu yg berlebihan.

Ikan bakar bambu

Hidangan favorit kita lainnya ketika itu adalah ikan bakar bambu. Menu ini dapat memakai ikan gabus atau ikan nila. Ikan diberi bumbu gulai dan gula merah, dulu dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar di atas tungku.

Aroma khas asap dan bambu yg wangi menguar di udara, sungguh menerbitkan air liur. Penampilannya pun menarik, bambu masih tampak menjepit ikan yg terbungkus daun pisang.

Begitu dicicipi, rasa gurih dan manis bertemu dengan pas. Ditambah kekayaan bumbu rempahnya, ikan bakar bambu itu segera ludes dari atas meja.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Restoran Duo Nenek di Jambi.

Tak ketinggalan menu ikan kerutup. Ikan ini berwarna kehitaman karena digoreng dengan sedikit minyak sehingga terkesan gosong. Jangan terkecoh dengan penampilannya. Ia bak itik buruk rupa yg menjelma menjadi ”bebek peking panggang” saat telah dicicipi, gurih dan lezat!. Bumbu bawang merah, bawang putih, merica, dan asam jawa ditambah cocolan sambal membuat lidah tidak henti menyantapnya.

Menu khas yang lain adalah tempoyak yg berasal dari buah durian matang yg difermentasi. Tempoyak ini kemudian diberi bumbu-bumbu dan dimasak bersama ikan patin atau ikan nila. Rasanya asam segar dengan sekilas rasa manis dan harum durian. Biasanya juga ditambahkan cabai agar rasanya semakin tajam.

Jangan lupakan brengkes, salah sesuatu yg juga favorit di Duo Nenek. Mirip seperti tempoyak ikan, bumbu penting brengkes adalah fermentasi durian, kemudian diberi rempah-rempah, seperti kunyit, serai, daun jeruk, dan daun salam. Ikan dibungkus daun pisang, dahulu dikukus hingga matang, mirip dengan pepes di Jawa.

Di luar dua menu olahan ikan yg nikmat, Duo Nenek juga menyediakan dendeng cabai merah atau cabai hijau. Dagingnya empuk karena direbus dengan air kelapa sehingga tak perlu usaha keras bagi mengunyahnya. Gurih pedas dendeng ini mampu membuat kalian tambah lagi dan lagi hingga menghabiskan berpiring-piring nasi.

Menu rumahan

Pemilik Duo Nenek, Yoshi, menuturkan, rumah makan ini belum lama berdiri, baru sekitar beberapa tahun terakhir. ”Awalnya karena banyak teman yg mencari makanan khas ketika berkunjung ke Jambi. Pengunjung kita memang banyak yg tiba dari luar Jambi,” katanya.

Nama Duo Nenek diambil dari beberapa nenek yg memasak segala menu rumah makan ini. Keduanya adalah ibu dan tante Yoshi. Dua nenek ini, Efnidety (62) dan Nurmeini (66), memang hobi memasak.

Selain itu, keduanya juga kadang ikut lomba masak, bahkan hingga ke Jakarta. ”Anak aku enam. Minta makannya macam-macam, jadi aku masaknya macam-macam juga,” ujar Efnidety, yg tak yang lain adalah ibunda Yoshi.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Sop Ikan Nila di Restoran Duo Nenek, Jalan Hayam Wuruk, Kota Jambi.

Total ada 28 menu yg ditawarkan di rumah makan Duo Nenek. Hampir semuanya adalah menu masakan rumahan yg biasa hadir di meja makan orang Jambi. Mereka berdua meracik sendiri bumbu-bumbu buat seluruh menu.

Jika masakan yg ditawarkan adalah menu khas tradisional, tak begitu dengan minumannya. Duo Nenek lebih banyak menawarkan aneka jus. Selain jus buah, tersedia pula jus sayur organik, seperti bayam dan brokoli. Bahan jus mampu dicampur, misalnya dengan nanas atau tomat sehingga lebih kaya rasa.

”Kami sengaja tak menyajikan sirop. Kami ingin orang minum minuman yg sehat. Ke depan, kita berencana menyajikan minuman khas Jambi,” kata Yoshi.

Rumah makan Duo Nenek ini biasa buka pukul 10.00-23.00 dan tutup pada hari besar. Jika ke Jambi, sempatkanlah mampir! (SRI REJEKI/FRANSISCA ROMANA NINIK)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Juli 2016, di halaman 30 dengan judul “Jurus Lezat Duo Nenek”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/10/103333027/jurus.lezat.duo.nenek
Terima kasih sudah membaca berita Jurus Lezat Duo Nenek. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jurus Lezat Duo Nenek"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.