Jika Ciut Nyali, Jangan Nekat Berkunjung Ke Museum Santet

No comment 93 views

Berikut artikel Jika Ciut Nyali, Jangan Nekat Berkunjung ke Museum Santet, Semoga bermanfaat

SURABAYA, KOMPAS.com – Anda yg merasa bernyali boleh saja menantang keberanian dengan mengunjungi Museum Santet di Surabaya. Namun untuk yg ciut nyali, jangan coba-coba. Bisa bergidik melihat koleksi seram di museum ini.

Begitu mengintip deretan koleksi di Museum Santet, Surabaya, Anda mulai disuguhi pemandangan tali pocong, jelangkung hingga paku bengkok dan ijuk dari dalam tubuh manusia.

Di Museum Kesehatan dr. Adyatama, di Jalan Indrapura 17, Surabaya, Jawa Timur, ini juga menyimpan barang-barang perawatan kesehatan dari berbagai zaman serta benda-benda terkait supranatural.

Karena ada benda-benda supranatural yg tersimpan di dalam museum itulah, tidak heran museum ini tidak jarang dijuluki museum santet.

Gedung museum ini sebenarnya adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) dan Kebijakan Kesehatan, Departemen Kesehatan.

Di dalam komplek gedung Puslitbang itulah ada juga beberapa gedung yg dipergunakan sebagai bangunan bagi museum.

Gedung pertama sebagai museum alat-alat kesehatan modern. Sementara gedung kedua adalah peralatan dan sarana pengobatan dan kedokteran tradisional termasuk di dalamnya adalah santet.

Museum ini selesai dibangun pada tahun 2004 diresmikan oleh Dr. Ahmad Sujudi Menteri Kesehatan ketika itu.

Awalnya museum ini dirintis oleh Dr. dr. Harijadi Soeparto DOR M.Sc , yg kemudian mengambil penamaan museum dari dr. Adhyatma yg pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993.

Dulunya rumah sakit kelamin

Gedung yg dipergunakan buat museum ini juga pernah dipergunakan sebagai Rumah Sakit Kelamin. Atas kebijakan pemerintah berganti menjadi museum kesehatan.

Hal yg menarik pada museum ini adalah tersimpan rapi cara-cara pengobatan tradisional dan santet.

“Itu ada buku yg digantung, buku itu adalah petunjuk bagaimana cara pengobatan tradisional itu dikerjakan termasuk bagaimana santet itu dikerjakan dan bagaimana korban yg terkena santet,” kata Hosnan, petugas museum.

Di dalam museum juga terdapat benda yg tidak jarang dipakai bagi urusan mistis. Lihat saja tanah kuburan dan tali pocong yg diyakini mulai membuat sial buat mereka yg membawanya pulang, rambut dan paku dari korban santet.

Ada pula boneka yg ditusuk jarum dan foto seseorang yg ditusuk paku dalam kain merah. Juga ada rokok kelobot yg dibentuk mirip boneka orang dan pada bagian tubuhnya tertancap kayu.

Semua benda tersebut kerap dipercayai dan dijadikan sarana bagi melakukan kegiatan supranatural.

Di bagian yang lain juga disimpan rapi, kayu pohon telor, kayu santen, kayu kengkeng, kayu kelor dan bambu yg seluruh kayu ini mampu dipergunakan sebagai sarana pengobatan tradisional.

Koleksi yang lain yakni telur ayam yg di dalamnya terdapat organ-organ aneh. Telur ayam itu digunakan sebagai media penyembuhan alternatif buat korban santet.

Juga ada koleksi berupa pasir, benda-benda plastik dan biji-bijian yg dikeluarkan dari dalam tubuh korban santet dengan memakai pengobatan tenaga dalam.

Ada pula susuk, yakni  logam kecil sepanjang sekitar 1 cm. Susuk itu biasa digunakan oleh orang-orang yg ingin tampil menarik dengan memakai kekuatan gaib.

Di etalase lainnya, dua benda yang lain terkait dengan adanya santet juga tersimpan rapi. Seperti potongan usus dari pasien terkena santet, paku bengkok yg dikeluarkan dari tubuh seorang pasien, serta dua helai ijuk yg keluar dari tubuh seorang pasien.

Benda mistis lainnya juga dapat dilihat di ruang ini, seperti kain bertuliskan rajah, batu, kain hingga obat-obatan dari dukun. Serta beberapa boneka jelangkung yg disimpan di dalam etalase kaca. Sarana pengobatan mistis dengan air juga dapat dilihat dimuseum ini.

“Air Berkhasiatnya” Dukun Cilik Ponari Hingga Ki Kusumo

Koleksi museum lainnya adalah aneka air berkhasiat. Sebut saja seperti air dari paranormal Ki Kusumo, air dari dukun cilik Ponari, hingga rumput Fatimah yg diambil dari Arafah yg dipercaya bisa menguatkan kandungan seseorang setelah melahirkan.

Menurut Hosnan, benda-benda supranatural untu menyantet dan korban santet tersebut didapatkan pengelola dari dukun santet.

Di bagian yang lain melalui album foto mampu dilihat proses penyantetan yg terdokumentasi. Dari foto-foto yg dipajang ini mampu diketahui bagaimana ritual penyantetan berlangsung.

Tak cuma benda-benda supranatural dan medis, museum ini juga mengoleksi benda-benda yg unik. Seperti celana anti perkosaan dan alat perangsang seks bagi pria dan wanita. Ada pula benda berupa vacuum yg berfungsi buat membesarkan alat kelamin pria.

Penasaran dengan museum santet ini, silahkan tiba museum ini buka setiap hari akan Senin hingga Jumat dengan jam kerja akan pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sementara pada hari Minggu buka akan pukul 09.00 hingga pukul 14.00.

Koleksi museum seperti peralatan dan sarana terkait santet, teluh atau tenung tidak mampu dipungkiri, menjadi bagian dari tradisi dan budaya gelap di nusantara. Meski teknologi telah maju dan berkembang, santet itu ternyata juga masih ada dan dipraktikkan hingga ketika ini. (Surya/Wiwit Purwanto)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/29/201000127/jika.ciut.nyali.jangan.nekat.berkunjung.ke.museum.santet
Terima kasih sudah membaca berita Jika Ciut Nyali, Jangan Nekat Berkunjung ke Museum Santet. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jika Ciut Nyali, Jangan Nekat Berkunjung Ke Museum Santet"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.