Jelajah Kelenteng See Hin Kiong Di Kota Tua Padang

No comment 146 views

Berikut artikel Jelajah Kelenteng See Hin Kiong di Kota Tua Padang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Padang juga milik kota tua di Kampung Pondok. Di sana mampu dijumpai Kelenteng See Hin Kiong yg bersejarah.

Kelenteng See Hien Kiong yaitu bangunan heritage yg memiliki nilai sejarah buat warga keturunan Tiongkok di Padang dan menjadi tempat favorit buat dikunjungi.

Mau merasakan nuansa ala-ala negeri tirai bambu di Ranah Minang? Coba saja deh jalan-jalan ke perkampungan Tiongkok Kota Padang yg berlokasi di Jalan Kelenteng, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat.

Suasananya mulai begitu mencolok dengan kehadirian pernak-pernik khas etnik Tiongkok seperti kelenteng, patung hingga aksara Tiongkok tiap rumahnya. Ditambah lagi bila memasuki hari Imlek, lampu lampion yg merah merona bergantungan menghiasi jalanan dan  bau dupa mulai tercium disepanjang jalan ini.

Atraksi barongsai pun tak ketinggalan hadiri mewarnai kekahasan daerah Pondok yg masih termasuk dalam kawasan Kota Tua Padang. Di sini terdapat banyak bangunan abad ke-19.

Nah yg begitu mencolok kelihatan dan yg terkenal adalah Kelenteng See Hien Kiong. Kelenteng ini pertama dan tertua keberaaannya di Ranah Minang. Dengan lokasi di jalan Kelenteng No.312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat.

Sebenarnya kelenteng adalah nama yg biasa digunakan buat menyebut tempat peribadatan dan kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa dan penganut ajaran Tridharma yg meliputi Buddha, Tao dan Konghucu. Nah, isitilah ini cuma dikenal di Indonesia.

Nama kelenteng itu sendiri diambil dari suara yg terdengar dari genta yg dipukul dan menimbulkan bunyi klinting, seandainya gentanya besar, maka bunyi yg ditimbulkan terdengar seperti kelenteng.

Kelenteng See Hin Kiong ini pada awal mulanya bernama Kelenteng Kwan Im Teng yg dibangun sekitar tahun 1861 ketika pedagang dari marga Tjiang dan Tjoan Tjioe menginjakan kakinya di Padang. Dulunya, kelenteng ini bermaterialkan kayu dan beratapkan daun rumbia.

Dalam situs seehinkiong.org diceritakan pada zaman Raja Ham Hong tahun Sien Yoe sejalan dengan tahun masehi 1861, karena kecerobohan Sae Kong (Pandita) sudah terjadi kebakaran yg menghanguskan Kelenteng Kwan Im Teng hingga menjadi abu.

Pada masa itu Lie Goan Hoat yg menjadi Kapten, Lim Sun Mo dan Lie Lien It yg berpangkat letnan bersepakat membangun kembali Kelenteng Kwan Im Teng yg tebakar.

Pembangunan dimulai pada tahun 1893 hingga selesai tahun 1897. Kemudian pada tahun 1905, Kelenteng Kwan Im Teng berganti nama dari menjadi Kelenteng See Hin Kiong. Bukti kelenteng ini pembangunannya juga bisa dilihat pada batu prasasti yg ada di sisi dalam bangunan Kelenteng See Hin Kiong.

Sayangnya, akibat gempa 30 September 2009 kelenteng ini mengalami banyak kerusakan sehingga tak lagi digunakan buat tempat ibadah. Mengingat kelenteng lama yaitu cagar budaya, maka kelenteng lama tersebut mulai direnovasi dan dijadikan sebagai museum masyarakat Tionghoa Padang.

Sebagai gantinya, tahun 2010 kembali dibangun kelenteng baru dilokasi yg berbeda dan tak jauh kelenteng lama. Bangunan kelenteng baru ini memiliki desain yg tidak jauh beda dengan yg lama.

Tetap mempertahankan bentuk aslinya. Kelenteng ini dirancang segera oleh arsitek dari negeri Panda ini dengan model kelenteng kuno dari Hokkian, Tjoan Tjiu.

Semenjak diresmikan lagi akhir Maret 2013, Kelenteng See Hien Kiong ramai dikunjungi. Kelenteng ini terbuka buat umum dari pagi hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Pengunjung tak boleh masuk ke dalam kelenteng, cuma dapat menikmati suasannya di halaman kelenteng saja. Biasanya pada hari dimana umat Tiongkok sembahyang, kelenteng ini tertutup bagi umum.

Sejatinya kelenteng ini sebagai tempat ibadah dan sebenarnya bukan tempat wisata, namun sudah menjadi destinasi wisata yg wajib dikunjungi bila ke Kota Padang. Saat momen Imlek misalnya, kelenteng ini mulai ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan dan daerah di luar Kota Padang.

Kelenteng See Hien Kiong menjadi salah sesuatu tempat favorit buat masyarakat Kota Padang buat lokasi berburu berfoto dengan latar etnik atau sekedar selfie ria. Di sini juga menjadi tempat nongkrong kaula muda sembari menikmati minuman kopmil yg cukup terkenal di tempat ini.

Setiap menyambut tahun baru Tiongkok yakni Imlek, suasana di Jalan Kelenteng mulai sedikit berbeda dan jauh lebih meriah dari hari biasanya. Pernak pernik dan berbagai jenis ornamen mulai menghiasi tiap bangunan dan jalanan di sini.

Menariknya suguhan kesenian tradisional Tiongkok seperti atraksi barongsai, naga, dan singa peking mulai ditampilkan dihadapan masyarakat umum. Biasanya atraksi tersebut yaitu tradisi dari masyarakat Tionghok tiap tahunnya dalam menyambut tahun baru Imlek. Bahkan ada juga kegiatan bazar loh.

Tidak jauh dari sana ada juga banguan tua lainnya yg memiliki nilai sejarah yg tinggi seperti Gedung Himpunan Keluarga Tan No.327 yg berdiri sejak tahun 1888, rumah tinggal Ang Sia No. 268 yg dibangun pada tahun 1880. Kemudian terdapat Gedung Himpunan Tjinta Teman No.331 yg juga dibangun tahun 1880 serta rumah tinggal Nio Seng No.339.

Bangunan-bangunan yg dibuat pada abad ke-19 ini menjadikan kawasan jalan Kelenteng sebagai daerah heritage-nya warga Kota Padang dari keturunan Tiongkok.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/19/153500/3273423/1025/jelajah-kelenteng-see-hin-kiong-di-kota-tua-padang
Terima kasih sudah membaca berita Jelajah Kelenteng See Hin Kiong di Kota Tua Padang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jelajah Kelenteng See Hin Kiong Di Kota Tua Padang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.