Jeju Air Dan Jin Air Tertarik Terbang Ke Manado Dan Lombok

No comment 169 views

Berikut artikel Jeju Air dan Jin Air Tertarik Terbang ke Manado dan Lombok, Semoga bermanfaat

SEOUL, KOMPAS.com – Dari mendarat pagi pukul 08.30 di Incheon Airport, perjalanan ke Conrad Hotel Seoul pukul 10.30, Menteri Pariwisata Arief Yahya segera One on One Meeting.

Tidak sempat menyelonjorkan kaki sekadar istirahat minum teh ginseng khas Korea Selatan, Menpar segera menerima tamu non stop, dengan 8 pimpinan perusahaan sesuatu per satu, hingga sore menjelang makan malam.

“Persoalan kritis mengapa wisman yang berasal Korea rendah itu adalah akses! Direct flight Seoul ke Jakarta dan Denpasar sangat terbatas, dan seluruh full service! Tidak ada LCC, low cost carrier,” sebut Menpar Arief Yahya di Seoul, Kamis (2/6/2016).

Karena itu kesempatan bertemu muka dengan Presiden Jeju Air, Ken Choi dan GM Jeju Air, Park Hyuk itu menjadi istimewa.

“Kami tertarik terbang ke Manado karena dapat di-connect dari penerbangan kalian ke Filipina. Ada beberapa hal yg harus kalian tempuh dulu, pertama izin mendapatkan slot buat mendarat di Manado. Kedua, kalian harus milik mitra lokal, atau penerbangan Indonesia bagi bekerja sama,” kata Ken Choi, bos Jeju Air yg berdiri sejak 2005 itu.

Siaran pers Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar kepada KompasTravel, Sabtu (4/6/2016) menyebutkan, Jeju Air adalah maskapai yg sahamnya dimiliki oleh Aekyung Group (81,7 persen) dan Pemerintah Provinsi Jeju (4,54 persen).

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) melakukann one-on-one pertemuan dengan CEO Jeju Air, Kyu Nam Choi (kiri) di Hotel Conrad, Seoul, Korea Selatan, Kamis (2/6/2016).

Jeju Air lahir bagi menggenjot kunjungan wisatawan ke Jeju, dan sekarang telah menerbangi China, Jepang, Filipina, Vietnam, Thailand, Hongkong, Taiwan, dan Guam. Di Filipina yg paling dekat dengan Manado, mereka bermitra dengan Cebu Air, maskapai lokal Filipina.

“Kalau kalian dibantu bagi izin terbang, dan mitra sesama LCC, seperti Lion, kalian tertarik mengembangkan penerbangan ke Manado,” ungkap Ken Choi.

Manado dapat menjadi pintu untuk wisman Korea yg diangkut oleh Jeju Air ini buat menyebar ke destinasi yang lain di Indonesia. Cukup dengan penerbangan domestik.

Jeju Air bermarkas di Jeju City, dan terbang ke Seoul mendarat ke Gimpo International Airport. Dari Jeju ke Filipina itu sekitar 4 jam, dan seandainya dilanjut ke Manado, mungkin cuma 5 jam. Masih masuk akal buat penerbangan langsung. “Oke, kalian mulai bantu dan follow up dari beberapa masalah itu,” jawab Arief Yahya.

Terbang ke Lombok

Pertemuan kedua dengan airlines adalah Jin Air Co. Ltd yakni maskapai LCC juga yg yaitu anak perusahaan Korean Air. Sebelumnya Jin Air bernama Air Korea dan berdiri tahun 2008 dengan cuma melayani rute regional di Korea saja.

Pada Oktober 2009, Jin Air akan terbang ke Makau, Guam dan Bangkok. “Sekarang kalian juga terbang ke Honolulu, Hawaii, Phuket, Kinabalu, Laos, dan Filipina,” ujar Lee Kuang, Vice President Jin Air.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Bandar Udara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (17/2/2016).

Jin Air malah tertarik bagi terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lombok yaitu salah sesuatu dari 10 destinasi prioritas yg sedang dibangun cepat oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Persoalannya juga sama dengan Jeju Air, soal izin buat mendarat ke Lombok tersebut. “Selain itu, kita harus berpromosi bersama dengan Kemenpar buat menjual paket wisata dengan tujuan Lombok Indonesia,” kata Lee Kuang.

Menpar Arief Yahya pun menyanggupi beberapa hal itu, soal menolong mempercepat pengurusan izin mendarat dan beroperasi di Indonesia. Juga bersama-sama mempromosikan paket terbang ke Indonesia.

“Saya juga mau Jin Air juga terbang ke Manado, sehingga ibu kota Sulawesi Utara itu semakin hidup pariwisatanya,” ungkap Arief Yahya.

Menpar memaparkan pentingnya rumus 3A yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal Atraksi, Arief Yahya percaya potensi Indonesia dan di segala daerah itu bagus. Dari soal culture, nature dan man made-nya mampu diandalkan. Tetapi soal akses, itu tak mampu diabaikan. “Sebaik, seindah, sesempurna apa pun, kalau tak ada ‘jembatan masuk’, selalu mau lewat mana wisman itu datang,” katanya.

“Kita baru sadar kan? Kalau akses dari Korea ke Indonesia itu sangat minim? Tidak ada LCC, penerbangan yg murah meriah tapi tetap aman. Bagaimana mau mendapat jumlah wisman banyak kalau aksesnya minim dan mahal,” sambung Arief. Bahkan disebut paket ke Bali itu jauh lebih mahal daripada paket wisata ke Hawaii dari Seoul.

KOMPAS/LASTI KURNIA Wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan, Lombok, Kamis (4/2/2016). Gili Trawangan adalah pulau dengan kunjungan wisata tertinggi di antara pulau lainnya, seperti Gili Air dan Gili Meno, serta menjadi andalan wisata Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan A ketiga, lanjut Arief, adalah Amenitas. Sebuah destinasi tanpa didukung amenitas, seperti hotel, homestay, convention, restoran, kafe, transportasi lokal, mal, toko suvenir, dan lainnya juga tak menarik wisatawan.

“Fasilitas ini juga harus ada, dan bersiap bagi membuat destinasi itu kuat. Tiga A itu adalah kebutuhan dasar sebuah destinasi itu mulai hidup. Karena itu, harus dikejar dan dikebut terus,” tambah Arief Yahya. (*)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/04/103816327/jeju.air.dan.jin.air.tertarik.terbang.ke.manado.dan.lombok
Terima kasih sudah membaca berita Jeju Air dan Jin Air Tertarik Terbang ke Manado dan Lombok. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jeju Air Dan Jin Air Tertarik Terbang Ke Manado Dan Lombok"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.