Jejak Orang Jawa Di Negeri Gajah Putih

No comment 148 views

Berikut artikel Jejak Orang Jawa di Negeri Gajah Putih, Semoga bermanfaat

BANGKOK, KOMPAS.com — Jejak orang Jawa di luar Indonesia tidak cuma ada di Suriname. Di Bangkok, Thailand, orang Jawa juga meninggalkan jejak kebudayaan berupa masjid yg berarsitektur Jawa.

Masjid berarsitektur Jawa itu telah berdiri sejak 108 tahun yg lalu. Masjid ini dibangun oleh H Muhammad Saleh, mertua dari KH Ahmad Dahlan, pelopor Muhammadiyah.

Pembangunan masjid tersebut pada awalnya bertujuan buat memfasilitasi tempat ibadah buat para Muslim yang berasal Jawa yg bekerja di Thailand.

Masjid Jawa atau Jawa Mosque terletak di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok. Arsitektur Jawa segera terasa begitu melihat atap masjid.

Masjid Jawa tidak beratapkan kubah sebagaimana halnya kebanyakan masjid. Ia beratapkan limas bersusun tiga seperti Masjid Demak yg memperlihatkan adanya akulturasi kebudayaan antara Islam dan Hindu di Jawa.

Distrik Sathorn memang menjadi salah sesuatu tempat tinggal komunitas Muslim di Bangkok. Hampir 80 persen penduduk di Distrik Sathorn beragama Islam.

Jawa Mosque terletak di jantung kota Bangkok. Masjid tersebut tersembunyi di antara hostel-hostel murah tempat menginap para pelancong mancanegara dengan dana minim, atau biasa disebut backpacker.

Jalan menuju Jawa Mosque juga cukup sempit. Jalan tersebut cuma mampu dilalui sesuatu mobil. Rasanya sangsi, di tengah-tengah hostel dan penginapan murah, terdapat sebuah masjid.

KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM Masjid Jawa atau Jawa Mosque di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand, Sabtu (11/2/2017). Masjid berarsitektur Jawa yg berdiri sejak 108 tahun lalu. Masjid ini dibangun oleh H Muhammad Saleh, mertua dari KH Ahmad Dahlan, pelopor Muhammadiyah.

Dari BTS (kereta layang) Surasak Station, Sabtu (11/2/2017) itu, aku menyusuri gang-gang kecil bagi mampu sampai di Jawa Mosque. Tak sampai 10 menit, aku pun sampai di Jawa Mosque.

Tak ada sambutan apa pun dari masyarakat di sana. Tak ada pula hal yg mengesankan masjid itu sebagai destinasi wisata di Bangkok. Saat aku datang di sana, jarum jam memperlihatkan pukul 10.30 waktu setempat.

Masjid tampak sepi dan cuma ada seorang pria yg sedang duduk di teras masjid. Saat aku menghampiri dan mengajak berbicara dalam bahasa Inggris, ternyata dia cuma mampu berbahasa Thailand.

Dengan bahasa isyarat, ia pun mengarahkan aku ke ruang pengurusan jenazah, yg di dalamnya terdapat seorang perempuan dan laki-laki yg tengah merapikan kain kafan. Saya segera mengucap salam kepada mereka dan bertanya dalam bahasa Inggris.

Beruntung, perempuan yg bernama Maryam itu dapat berbahasa Inggris. Maryam akhirnya memperkenalkan pria yg bersamanya tengah merapikan kain kafan. Abdul Hamid namanya. Ia yaitu Ketua Komunitas Muslim di sana. Saya dulu meminta izin bagi memotret interior masjid tersebut.

Seusai itu, aku kembali berbincang dengan Maryam. Ia mengatakan, Jawa Mosque yaitu pusat aktivitas keagamaan untuk umat Islam di Distrik Sathorn. Menurut Maryam, meskipun namanya seperti nama-nama orang Melayu, ia sama sekai tidak dapat berbahasa Melayu.

Ia menambahkan, hampir segala penduduk di sana memang memiliki pertalian darah dengan orang Jawa yg pernah bekerja di Thailand.

Namun, hubungan itu telah terlampau jauh sehingga generasi sekarang cuma mampu berbahasa Thailand, tanpa mampu berbahasa Jawa.

KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM Masjid Jawa atau Jawa Mosque di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand, Sabtu (11/2/2017). Masjid berarsitektur Jawa yg berdiri sejak 108 tahun lalu. Masjid ini dibangun oleh H Muhammad Saleh, mertua dari KH Ahmad Dahlan, pelopor Muhammadiyah.

Maryam menuturkan, keberadaan Masjid Jawa juga dirasa utama untuk komunitas Islam di sana. Berbagai jenis aktivitas keagamaan dilangsungkan hampir setiap hari.

Pada hari Senin hingga Jumat, setiap selesai shalat maghrib, ada pendidikan agama Islam yg diikuti oleh anak-anak usia sekolah. Kelas tersebut terletak persis di samping bangunan penting masjid.

Ada lima tingkatan yg harus dilalui oleh para muridnya. Di tingkatan pertama, mereka biasanya mempelajari cara membaca Al Quran. Di tingkat kedua, mereka akan mempelajari hadis (sabda rasul) dan ilmu fikih (hukum dan aturan dalam Islam).

Selain itu, setiap Minggu, setelah shalat dzuhur, diadakan pula pengajian buat orang tua. Pada bulan suci Ramadhan, kegiatan di masjid tersebut juga semakin banyak.

Setiap harinya, masjid tersebut menyediakan hidangan berbuka puasa gratis kepada jemaah masjid yg datang. Tak lupa, mereka menggelar shalat tarawih setiap malamnya.

Maryam mengatakan, keberadaan Masjid Jawa juga dirasa utama buat komunitas Islam di sana.

Bagi mereka yg tidak memiliki dana yg cukup bagi menguburkan anggota keluarganya yg meninggal dunia, Masjid Jawa menyediakan ambulans gratis bagi menjemput jenazah dari rumah sakit atau rumah bagi kemudian dimandikan dan dishalati di sana.

KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM Masjid Jawa atau Jawa Mosque di Bangkok, Thailand, ini mengadakan berbagai jenis aktivitas keagamaan setiap hari.

Selepas itu, jenazah dikuburkan di pemakaman Muslim yg terletak persis di seberang masjid. “Semua kalian lakukan secara gratis, dana selama ini kita peroleh dari donasi sesama Muslim,” ujar Maryam.

Karena jumlahnya yg minoritas, komunitas Muslim di Thailand kelihatan sangat dekat sesuatu sama lain. Meski demikian, mereka juga hidup berdampingan dengan penganut agama Buddha dan Kristen secara damai.

“Keberadaan masjid ini justru menjadi medium buat umat Buddha dan Kristen di Thailand lebih mengenal Islam. Adanya azan yg mereka dengar dan semua aktivitas yg kalian lakukan di tengah-tengah mereka memperlihatkan kita dapat hidup damai berdampingan bersama mereka,” kata Maryam.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/02/18/092600327/jejak.orang.jawa.di.negeri.gajah.putih
Terima kasih sudah membaca berita Jejak Orang Jawa di Negeri Gajah Putih. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jejak Orang Jawa Di Negeri Gajah Putih"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.