Jejak Manusia Purba Di Gua Braholo Gunungkidul

No comment 164 views

Berikut artikel Jejak Manusia Purba di Gua Braholo Gunungkidul, Semoga bermanfaat

Yogyakarta – Akhir minggu di Gunungkidul tidak sekadar pantai saja. Ada Gua Braholo yg menarik dikunjungi untuk kamu yg tertarik menelisik jejak manusia purba.

Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul memiliki ratusan gua kapur. Gua-gua kapur yg ada di wilayah Kecamatan Semanu, Ponjong dan Rongkop tersebut ratusan ribu tahun dahulu yaitu tempat tinggal atau hunian manusia purba.

Ada banyak jejak arkeologis dan artefak yg ditemukan di wilayah itu. Batu-batu menhir, kubur batu, manik-manik dan tembikar juga ditemukan di Gunungkidul tepatnya di situs Sokoliman, Bejiharjo, Karangmojo. Itu menandakan Gunungkidul sejak lama ratusan ribu tahun dulu telah menjadi tempat hunian manusia purba.

Para arkeolog dalam berbagai penggalian di dua gua seperti Gua Braholo di Semugih, Rongkop, Song Tritis Rongkop dan dua gua lainnya menemukan fosil manusia purba, tulang, gigi dan tulang-tulang hewan mamalia terutama monyet dan cangkang hewan moluska (kerang) yg menjadi makanan manusia purba. Beberapa artefak alat berburu seperti beliung, kapak penetak, mata panah, lancipan dari tulang hewan dan lain-lain juga ditemukan di gua-gua tersebut.

Jejak Manusia Purba di Gua Braholo GunungkidulFoto: (Bagus/detikTravel)

Dari penggalian di Song Braholo dan Song Tritis misalnya di bagian tengah gua terdapat lapisan abu bercampur tanah. Hal itu menandakan, mereka telah mengenal api dan menjadi bukti aktivitas mereka memakai api buat memasak.

Gua Braholo terletak di Dusun Semugih Kecamatan Rongkop. Dari Kota Wonosari ke arah timur sekitar 20-an km atau berada di jalur menuju Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dan Pacitan, Jawa Timur. Gua Braholo terletak di pinggir jalan Desa Semugih. Dari jalan penting di Rongkop oleh Pemkab Gunungkidul sudah dipasang papan penunjuk arah menuju Gua Braholo.

Untuk menuju ke dalam gua, harus menaiki anak tangga. Gua tersebut berada di perbukitan dengan ketinggian 357 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi gua sangat luas dengan langit-langit yg masih ada batuan stalaktit di atas dan stalagmit di bagian bawah.

Tinggi langit-langit gua lebih dari 15 meter sehingga tampak terang bila sinar matahari masuk. Lantai gua sebagian besar tanah dengan lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Luas keseluruhan gua sekitar 1.172 meter persegi.

Lubang-lubang bekas penggalian oleh tim arkeologi masih tampak. Ada lubang yg tetap dibiarkan terbuka dan ada pula lubang yg cuma ditutup dengan seng. Agar tak membahayakan pengunjung di dekat lubang juga dipasang pengaman dari semen.

“Penggalian pertama sekitar tahun 1995 oleh Prof Harry Truman Simanjuntak dari Puslit Arkenas Jakarta,” ungkap Kusno penanggungjawab dan pengelola Gua Braholo kepada detikTravel, Jumat (3/3/2017).

Jejak Manusia Purba di Gua Braholo GunungkidulFoto: (Bagus/detikTravel)

Menurut dia, tim arkeologi terakhir kali melakukan penelitian pada tahun 2016 dahulu selama dua hari. Rumah Kusno yg ada di depan gua juga tidak jarang menjadi tempat transit dan basecamp para peneliti.

“Kalau ada penelitian di sini dan Gua Tritis biasanya ada yg menginap di rumah saya,” katanya.

Menurut dia lubang yg digali di dalam gua ada sekitar 14 lubang dengan kedalaman sekitar 3-7 meter. Dari lubang yg dibiarkan terbuka itu kelihatan lapisan tanah bergaris-garis abu-abu, hitam dan putih. Lapisan bergaris abu-abu keputihan itu menandakan bekas abu perapian.

“Ada tulang dan gigi monyet, kerang, biji-bijian yg terbakar. Semua ditemukan menyebar di sekitar kanan gua. Mungkin lalu bagi membuang sisa-sisa makanan. Sedangkan di bagian kiri bagian dalam bagi tidur,” kata Kusno sambil memperlihatkan dua lubang bekas penggalian.

Selain itu lanjut dia, di salah sesuatu lubang juga ditemukan kerangka manusia purba. Letak ditemukan dekat dengan diding bagian dalam gua. Posisi kerangka manusia purba itu dalam kondisi duduk dengan lulut tertekuk menyatu dengan badan.

“Fosil kerangka manusia purba tersebut sekarang disimpan di Museum Punung di Pacitan,” katanya.

Dia menambahkan, dibandingkan dengan Gua Tritis atau Song Tritis, Gua Braholo lebih lengkap. Sebab di Gua Tritis sebagian besar banyak ditemukan fosil sisa-sisa makanan. Letak Gua Tritis di sebelah timur sekitar 5 km dari Gua Braholo atau di perbatasan antara wilayah Gunungkidul dengan Pracimantoro.

“Mungkin dulunya Gua Tritis cuma bagi tempat tinggal sementara saja,” katanya. (bgs/krn)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/03/134521/3437328/1519/jejak-manusia-purba-di-gua-braholo-gunungkidul
Terima kasih sudah membaca berita Jejak Manusia Purba di Gua Braholo Gunungkidul. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jejak Manusia Purba Di Gua Braholo Gunungkidul"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.