Jejak Islam Di Museum Perkembangan Islam, Semarang

No comment 130 views

Berikut artikel Jejak Islam di Museum Perkembangan Islam, Semarang, Semoga bermanfaat

Semarang – Menara Al Husna di komplek Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, tak cuma terkenal karena tinggi menjulang 99 meter. Di lantai 2 dan 2 menara ini, ada Museum Perkembangan Islam.

Untuk mencapai museum tersebut, pengunjung harus membayar tiket Rp 7.000 per orang. Tiket itu digunakan sesuatu paket merupakan pertama harus ke lantai teratas, lantai 19 tempat bagi melihat panorama Kota Semarang dari ketinggian. Kemudian pengunjung dapat mampir ke lantai 3 memakai lift.

detikTravel pun berkunjung ke museum ini, Rabu (15/6/2016). Di lantai 3, pintu masuk museum yaitu replika gerbang Keraton Surakarta. Di dalamnya berisi barang-barang koleksi bersejarah dari pesantren di Jateng.

Begitu masuk ke museum di lantai 3, mulai ada informasi terkait hubungan pesantren yg berkaitan dengan nasionalisme warga Indoenesia pada masa kolonial Belanda dan di ujung sebelah kiri terdapat sejumlah keris buatan Semarang.

Koleksi busana santri (Angling/detikTravel)

Kemudian, ada koleksi busana santri yg dikenakan pada zaman perjuangan kala Indonesia dijajah. Bahkan ada pedang besar yg konon digunakan bagi melawan Belanda oleh seorang santri. Koleksi lainnya merupakan Al Quran kuno dari tahun 1800-an, ada juga Al Quran yg telah disadur dalam aksara jawa oleh Agus Ngarpah seorang abdi dalem Kraton Surakarta pada tahun 1835.

Selain itu ada juga surat kuno yg ditulis tangan oleh KH Ahmad Rifai dengan huruf Arab gundul. Surat 2 halaman tersebut ditulis saat KH Ahmad Rifai ditahan penjajah di Ambon. Pengunjung juga mampu melihat koleksi-koleksi Al Quran kuno yg ditulis oleh tokoh-tokoh agama dalam perkembangan Islam di Jawa.

Beberapa foto tokoh agama juga dipajang di museum lantai 3. Pengetahuan di lantai ini juga dilengkapi dengan sejarah pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berupa miniatur dan foto.

Surat kuno KH Ahmad Rifai (Angling/detikTravel)

MAJT diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 Nopember 2006. Sedangkan, museumnya diresmikan Gubernur Jawa Tengah kala itu, Mardiyanto pada 28 September 2007.

Usai mengelilingi di lantai 3, pengunjung menuruni tangga buat menuju museum berikutnya di lantai 2. Di bagian ini terdapat koleksi yg memamerkan tentang masa penyebaran agama Islam di Jawa melalui perdagangan. Koleksi keramik dan sutera memamerkan interaksi pertama pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan China di pelabuhan pesisir Utara Jawa Tengah yg menyebarkan ajaran Islam sambil berdagang.

Salah sesuatu koleksi merupakan bongkahan kayu tua yg yaitu bagian kapal dagang yg terdampar pada abad 16 dan ditemukan di Tambak Lorok, Semarang. Islam semakin berkembang di Jawa Tengah dan akan berdiri tempat ibadah.

Wisatawan melihat ornamen Masid Mantingan (Angling/detikTravel)

Ornamen masjid sesuai perkembangan zaman pun ditampilkan. Contohnya ornamen Masjid Mantingan yg berupa lingkaran dengan pahatan indah dan unik berbentuk sulur dan tumbuhan.

Ada juga Tatal, merupakan bagian dari tiang penting yg bersejarah Masjid Agung Demak (Saka Sunan Kalijaga). Selain itu dipasang juga replika pintu Bledheg Masjid Agung Demak. Pintu aslinya yaitu buatan Ki Ageng Selo yg dipercaya mampu menangkap petir dan memanfaatkannya bagi mengukir di kayu.

Dalam penyebaran Agama Islam di Jawa, berbagai metode dikerjakan memakai alat. Museum ini juga memiliki koleksi benda-benda yg digunakan bagi penyebaran agama Islam merupakan akan dari wayang, gamelan, dan mimbar. Benda-benda lainnya juga cukup menarik buat dilihat, seperti mustaka Masjid, jadwal Salat kuno yg ditulis menantu KH Soleh Darat tahun 1900, dan yang lain sebagainya.

Banyak sekali ya koleksi menarik di museum ini. Kalau mau ngabuburit di Semarang, tiba saja ke Museum Perkembangan Islam di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang.

Wisatawan melihat Saka Tatal buatan Sunan Kalijaga (Angling/detikTravel)

(alg/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/16/082000/3234549/1519/jejak-islam-di-museum-perkembangan-islam-semarang
Terima kasih sudah membaca berita Jejak Islam di Museum Perkembangan Islam, Semarang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jejak Islam Di Museum Perkembangan Islam, Semarang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.