Jalan-Jalan Ke Kota “Anti-Copet”, Mau?

No comment 85 views

Berikut artikel Jalan-Jalan ke Kota “Anti-Copet”, Mau?, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Aman, perasaan inilah yg umumnya ingin didapatkan setiap wisatawan ketika berpelesir ke suatu tempat. Pelancong jadi lebih berani menyusuri jalanan kota karena tidak perlu khawatir kehilangan dompet gara-gara copet.

Salah sesuatu kota yg mampu jadi rujukan adalah Melbourne, Australia. Pasalnya, The Economist menobatkan kota ini sebagai kota paling nyaman huni di dunia selama enam tahun berturut-turut hingga 2016.

Melbourne masuk kriteria itu karena dinilai cukup sejahtera. Kepadatan penduduknya relatif rendah pula. Dalam laporan itu dituliskan, kegiatan rekreasi di sini bisa berkembang tanpa meningkatkan kemungkinan tindak kejahatan atau membebani infrastruktur kota.

Jadi, turis tidak perlu ragu mengembara bahkan hingga ke gang-gang sempit Melbourne. Justru, menyusuri jalan-jalan mungil nan berliku bisa membuat pelancong ketagihan.

Sepanjang lorong antar-gedung tinggi yg berjarak lebih kurang 4-6 meter ini jamak ditemui restoran, kafe, atau toko berdesain unik. Beberapa bagian dinding toko dicat berbeda warna, ada pula tembok yg dihalangi stiker warna-warni.

Bahkan, sebagian dinding gedung dijadikan ruang mengekspresikan seni grafiti. Tembok-tembok bangunan sepanjang Hosier Lane dan Union Lane, contohnya.

http://www.abc.net.au/ Salah sesuatu pemandangan seni grafiti di jalan-jalan mungil Melbourne.

Gambar grafiti pada dinding tersebut mampu berubah sewaktu-waktu. Pengunjung sebaiknya mengabadikan grafiti yg disukai sebelum hilang ditimpa gambar lain.

Sambil berjalan, pejalan kaki bisa mencuci mata dengan deretan dagangan dalam etalase kaca toko. Kanopi yg didominasi warna hijau, cokelat, atau hitam pun tampak menghiasi atap sebagian bangunan.

Pada jam-jam makan, deretan kursi dan meja di depan restoran atau kafe kadang kali telah penuh pengunjung. Memang, hampir setiap hari jalan ini disesaki wisatawan sekaligus warga setempat.

Restoran sepanjang Degraves Street dan Center Place, misalnya, biasa jadi tempat “nongkrong” sambil menyeruput kopi atau berwisata kuliner. Pilihan masakan pun beragam, akan dari makanan ala Italia, Asia, sampai Amerika.

Berjalan-jalan pada malam hari juga tetap aman. Kedai-kedai kuno bergaya era 1920-an di Meyers Place ramai pengunjung hingga dini hari, menyediakan beragam kudapan dan minuman ditemani iringan musik jazz.

http://www.visitvictoria.com/regions/Melbourne/Food-and-wine/Bars/TV-Rooftop-Bar Beberapa tempat menyajikan acara mentonton bersama di atas gedung. Sambil menikmati kudapan, pengunjung bisa menonton film yg menarik.

Puas menyusuri jalan sempit, turis wajib coba mendaki hingga ke atap gedung bagi menjajal makanan di restoran bergaya rooftop. Malam hari pada musim panas sekitar Desember sampai Januari adalah waktu paling tepat buat menikmati santapan sambil mendengarkan pertunjukan musik.

Ditambah, pengunjung mampu melihat pemandangan lampu kota yg cantik. Namun, bagi kebutuhan ini sebenarnya Melbourne milik tempat khusus.

Pemandangan kota mulai kelihatan semakin mantap seandainya pelancong menikmatinya dari atas Melbourne Star Observation Wheel. Wahana ini berbentuk menyerupai kincir angin raksaksa.

Tidak sambil makan malam, pengunjung mampu duduk manis atau berdiri dalam kapsul yg menempel pada kincir setinggi hampir 120 meter. Dinding terbuat dari kaca kokoh, membuat lanskap kota, pegunungan Dandenong, sampai teluk Port Phillip kelihatan jelas dari ketinggian, terutama pada siang hari.

http://www.visitmelbourne.com/regions/Melbourne/Things-to-do/Family/Melbourne-Star-Observation-Wheel.aspx Melbourne Star Observation Wheel, Australia.

Namun, penumpang cuma milik waktu sekitar 30 menit bagi mengabadikan momen tersebut sehingga kamera harus tetap bersiap siaga, tidak terkecuali untuk yg mengandalkan kamera pada ponsel.

Karena perjalanan menumpang kapsul itu dapat saja dikerjakan pada malam hari, pengunjung perlu ponsel yg dapat menghasilkan gambar jernih walau minim cahaya. Terlebih lagi bagi kebutuhan selfie, setidaknya ponsel telah dilengkapi fitur semacam screen flash selfie.

Fitur itu berfungsi menyesuaikan pencahayaan secara otomatis, seperti ditemui pada Oppo F1s. Di dalamnya tersemat teknologi pengukur cahaya yg diperlukan agar wajah tetap kelihatan cerah.

Dengan bekal ponsel kamera yg tepat, pelancong tidak perlu lagi ragu mengelilingi Melbourne sambil ber-selfie ria, bahkan pada malam hari. Selamat berlibur!
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/24/114900527/jalan-jalan.ke.kota.anti-copet.mau.
Terima kasih sudah membaca berita Jalan-Jalan ke Kota “Anti-Copet”, Mau?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Jalan-Jalan Ke Kota “Anti-Copet”, Mau?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.