Irwan Hidayat: Tahun 2020 Indonesia Bisa Hidup Dari Pariwisata

No comment 109 views

Berikut artikel Irwan Hidayat: Tahun 2020 Indonesia Bisa Hidup dari Pariwisata, Semoga bermanfaat

UNGARAN, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Sidomuncul, Irwan Hidayat yakin bahwa sektor pariwisata seandainya digarap dengan serius mulai menghidupi masyarakat dengan sejahtera. Bahkan pemilih perusahaan jamu terbesar di Indonesia ini memproyeksikan pada tahun 2020 Indonesia dapat hidup dari pariwisata.

“Tahun 2020 aku percaya Indonesia mampu hidup dari pariwisata,” kata Irwan dalam sebuah acara amal yg di Agrowisata Sidomuncul, Jumat (17/6/2016) siang.

Tak cuma yakin, Irwan pun sejak 2010 akan mengonsep iklan produk-produk Sidomuncul dengan latar sejumlah destinasi wisata Indonesia.

“Dua persen keuntungan perusahaan, seandainya diberikan kepada masyarakat, aku pikir tak dapat berbuat apa-apa. Lalu aku ada ide, bagaimana menggabungkan promosi sekaligus mampu membantu. Kita mampu melakukan satu dengan dana iklan,” jelasnya.

Lantas bagaimana iklan membantu? Pada tahun 2010, Irwan memulai proyek iklan berbasis pariwisata dengan lokasi di Papua buat produk Kuku Bima Energi. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.

Menurut keyakinan Irwan, tidak baik melawan kodrat alam. Matahari terbit dari timur, maka dari wilayah timur lah revolusi ikan Sidomuncul mulai dimulai.

“Kuku Bima Energi, iklan wisata dibuat di Irian, ada lagunya Sajojo. Kenapa aku memulai dari timur? Kalau akan dari barat aku melanggar kodrat alam. Sebab matahari terbit dari timur,” ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Warga desa Sawinggrai, di Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (11/5/2016).

Setelah Papua, maka dibuatlah secara berurutan iklan di Ambon, Maluku. Kemudian di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Ambon dipilih lantaran di sana pernah berkecamuk konflik sosial. “Kita bagi iklan ‘Semua Orang Bersaudara’,” kata Irwan.

Selain alasan klise, sebenarnya Irwan melihat kawasan Indonesia Timur adalah daerah yg tertinggal dan miskin. Dengan mengangkat potensi wisata yg ada, ia ingin masyarakat bisa menikmati hasilnya dari peningkatan kunjungan wisatawan.

Kemudian seri iklan pariwisata Sidomuncul secara berurutan juga menyentuh daerah tengah dan barat, antara yang lain Yogyakarta, Semarang, Kalimantan Tengah, Nias, Danau Toba dan Gorontalo.

“Dan kemarin kami bagi di Gorontalo dengan latar paus sepanjang 16 meter ada 18 ekor,” ucapnya.

Selama 16 tahun, serial iklan pariwisata Sidomuncul sudah mencapai 14 iklan. Dari sekian banyak iklan pariwisata tersebut, Irwan menyebut paling berhasil adalah iklan “Labuan Bajo”.

KOMPAS.COM/SYAHRUL MUNIR Direktur Utama PT Sidomuncul Tbk, Irwan Hidayat didampingi Bupati Semarang Mundjirin secara simbolis menyerahkan santunan dan paket sembako kepada 1.000 kaum Dhuafa di Aula Agrowisata Sidomuncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (17/6/2016) siang.

Selama periode 2010-2011 Sidomuncul menghabiskan dana Rp 65 miliar bagi meriset Labuan Bajo, sebelum akhirnya menjadi sesuatu slot tayangan ikan di televisi. Akan tetapi, keberhasilan iklan Sidomuncul di Labuan Bajo sangat sepadan dengan biaya yg sudah dikeluarkan.

“Dulu tahun 2010 turis asing cuma 18.000 per tahun, sekarang tahun 2015 mencapai 120.000 turis asing, lokalnya 600.000 per tahun. Dulu hotel hanya ada 2 sekarang 12. Dulu penerbangan dari Denpasar sehari cuma sesuatu kali, sekarang 4 kali,” klaim Irwan.

Ia sekali lagi menegaskan, alasan dirinya memilih iklan pariwisata karena ingin agar orang Indonesia hidup dari pariwisata.

Secara berkelakar Irwan menyebut, target paling meleset dari adanya iklan pariwisata tersebut adalah minimal orang Indonesia mengetahui bahwa banyak bagian dari Indonesia yg belum diketahui ternyata tempatnya indah. “Kalau tak dapat ke sana kan mampu tahu dari iklan. Oh ternyata tempat di sana itu bagus,” cetusnya.

Keyakinan tentang sektor pariwisata yg menjanjikan ini rupanya tidak cuma berhenti pada tatanan konsep dan slot iklan saja. Namun sudah memengaruhi jiwa entrepreneur seorang Irwan yg lalu cuma berkecimpung dalam dunia jamu dan farmasi yg kini merambah ke bisnis kuliner dan perhotelan.

Maka dalam hitungan tahun, bisnis keluarga besar Sidomuncul sudah merambah ke kedua sektor ini. Di Jawa Tengah, sebut saja Mak Engking, Koena-Koeni dan Bumbu Desa yaitu salah sesuatu gurita bisnis Sidimuncul.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Lobi Hotel Tentrem di Yogyakarta.

Di bidang perhotelan, Sidomuncul milik hotel berbintang bernuansa Jawa, bernama Hotel Tentrem.

Jawa Tengah, khususnya Semarang di masa mendatang, menurut Irwan, adalah kota yg sangat gampang diakses dengan adanya jalan trans nasional. Diperkirakan mulai banyak wisatawan mengunjungi kota Lumpia ini.

“Kenapa aku siapkan itu semua? Karena tempat ini (Agrowisata Sidomuncul) saja dikunjungi 8 ribu orang per bulan. Kalau turis tiba mau dikasih apa?” kata Irwan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/21/055728127/irwan.hidayat.tahun.2020.indonesia.bisa.hidup.dari.pariwisata
Terima kasih sudah membaca berita Irwan Hidayat: Tahun 2020 Indonesia Bisa Hidup dari Pariwisata. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Irwan Hidayat: Tahun 2020 Indonesia Bisa Hidup Dari Pariwisata"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.