Inilah “Kopyor”, Kue Untuk Berbuka Di Loloan

No comment 106 views

Berikut artikel Inilah “Kopyor”, Kue untuk Berbuka di Loloan, Semoga bermanfaat

JEMBRANA, KOMPAS.com – Saat bulan suci Ramadhan, di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali terus tampil semarak.

Hampir di sepanjang jalan tampak sejumlah tenda yg menjual berbagai kebutuhan selama berbuka puasa. Kebanyakan, menjual aneka makanan bagi berbuka yg berjejer sepanjang jalan dekat Masjid Agung Baitul Qadim.

Sri salah satunya. Ia turut menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar dadakan. Sri bersama saudara kandungnya akan berada di bawah tenda menerima orang-orang tiba membawa makanan yg hendak dijual.

Ia telah akan didatangi para perempuan yg membawa aneka olahan setelah dimasak di rumah ketika mengisi waktu luang di bulan puasa ini.

Kebanyakan tenda ini menjual aneka kuliner berasal dari banyak orang, lantas dikumpulkan secara bersama. Malahan pemilik tenda cuma memiliki sedikit dari sekian jumlah aneka kuliner.

“Pembeli akan ramai mencari jajan bagi berbuka puasa dari pukul lima sore atau sebelum berbuka puasa,” kata Sri saat ditemui di stan kulinernya minggu lalu.

Sepanjang stan, hampir semuanya menampilkan menu yg sama berupa makanan kering dan basah. Semua dikemas dalam plastik, bahkan ada pula memakai daun pisang.

Semua olahan dijamin kesegarannya bahkan ada yg masih terasa hangat dari bungkus plastik. Sehingga, pembeli dapat percaya setiap macam makanan mampu layak digunakan sebagai menu berbuka hingga selepas waktu maghrib.

Salah sesuatu olahan khas yg ada selama bulan puasa di sini adalah “kopyor”. Menu sesuatu ini terbilang menu khusus di bulan Ramadhan.

Banyak masyarakat Loloan menampilkan menu yg sesuatu ini selama bula puasa saja. Maka tidak heran, kopyor, jajanan khas ini cuma keluar saban sore hingga petang selama bulan puasa.

Kopyor memiliki tampilan yg sangat menarik karena dikemas dalam daun pisang. Menu sesuatu ini hadir menghiasi sejumlah olahan yg kebanyakan terbungkus plastik. Ia hadir memberi warna dalam semarak menu khas berbuka.

“Kopyor pada dasarnya berbahan bubur nasi yg diisi santan dan biji mutiara. Namun kini telah banyak yg dimodifikasi dengan campuran roti,“ kata Sri, pemilik stan Bu Nanik ini.

ARSIP BALITERKINI.COM Kopyor, jajanan khas Loloan, Kabupaten Jembrana, Bali ini cuma keluar saban sore hingga petang selama bulan puasa.

Karena telah menjadi olahan spesial, bahkan di antara penjual dan penggarap ada yg khusus membuat jajanan ini. Sehingga hampir di seluruh stan kuliner kopyor berasal dari sesuatu penggarap yg setiap saban sore disebar penjualannya.

Setiap stan menampilkan kopyor dalam beberapa jenis, berbahan nasi dan roti. Kopyor yaitu kue basah, yg dijual dengan harga Rp 3.000 per bungkus.

Keberadaan pasar dadakan ini terus hadir sejak hari awal bulan puasa, dan mulai berakhir nanti ketika sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Loloan dengan keberagamannya ini menampilkan suasana berbeda di bulan puasa. Maka tidak heran, seandainya dalam tiap transaksi ada bahasa campuran yg telah menjadi bahasa khas Loloan.

Campuran bahasa Melayu dengan bahasa Bali menjadi bukti adanya keterikatan dalam historis yg kini masih melekat. (baliterkini)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/16/081400027/Inilah.Kopyor.Kue.untuk.Berbuka.di.Loloan
Terima kasih sudah membaca berita Inilah “Kopyor”, Kue untuk Berbuka di Loloan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Inilah “Kopyor”, Kue Untuk Berbuka Di Loloan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.