Inilah Bajaj, Taksi Ala Sri Lanka

No comment 121 views

Berikut artikel Inilah Bajaj, Taksi ala Sri Lanka, Semoga bermanfaat

KOLOMBO, KOMPAS.com – Jangan kaget kalau orang lokal Sri Lanka saat menyebut taksi tetapi tangannya mulai menunjuk bajaj. Di sana, bajaj adalah taksi. Biasa juga disebut tuk-tuk.

Pengalaman KompasTravel, kami harus memastikan taksi yg dimaksud adalah taksi mobil atau taksi tuk-tuk.

Bentuk bajaj di Sri Lanka tidak beda sama sekali dengan bajaj di Jakarta. Hanya ukurannya saja memang lebih lebar sedikit dibanding bajaj model lama. Bila dibanding bajaj BBG model baru ukurannya banyak yg sama.

KompasTravel sempat menaiki bajaj bersama 3 turis lainnya. Masih muat walau berdesak-desakan.

Di jalan-jalan banyak bajaj berlalu lalang. Walau masih banyak yg menggunakan bahan bakar bensin, suaranya tidaklah sebising bajaj berbahan bakar solar. Warnanya juga beragam, ada yg hijau, merah, oranye, dan biru.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Bajaj yaitu transportasi utama buat warga di Sri Lanka.

Pemilik bajaj juga banyak menghias bajajnya dengan gambar tempel atau ornamen hiasan bagi mempercantik si bajaj. Bahkan ada dua bajaj yg menyetel musik India.

Bajaj di Sri Lanka memiliki peran utama buat keeharian masyarakatnya. Banyak warga yg mengandalkan bajaj buat bisnis seperti mengangkut barang atau agar lebih cepat di perjalanan.

Untuk sebagian kota, bajaj juga yaitu transportasi kelas menengah. “Bagi turis 200-300 Rupee (Rp 20.000 – Rp 30.000) kan murah. Bagi sebagian kita adalah pengeluaran yg cukup besar bagi sehari-hari,” ujar Nasham, salah seorang warga Kolombo kepada KompasTravel.

Penggunaan bajaj di Sri Lanka kebanyakan adalah buat jarak dekat atau menengah. Kisaran 1-10 kilometer. Bila lebih, biasa warga lokal memilih menggunakan bus kota. Harganya bila dekat dapat 50-100 Rupee atau setara dengan Rp 5.000 – Rp 10.000.

“Harus menawar. Bila tak turis mulai diminta tarif mahal,” kata Nasham.

Resminya setiap bajaj ada mesin argonya. Berdasarkan pengalaman KompasTravel, para sopir bajaj lebih senang tanpa argo.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Bajaj di Sri Lanka.

Mereka lebih memilih tarif borongan atau tentukan harga di awal. Bila malam hari, mereka mulai mematok harga lebih tinggi, sekitar 50-200 Rupee atau setara dengan Rp 5.000 – Rp 20.000.

Tipsnya, bertanyalah kepada teman atau staf hotel tentang tarif bajaj sesuai jarak atau tujuan yg ingin dikunjungi. Bila beda 20-50 Rupee atau Rp 3.000 – Rp 5.000 harganya masih terbilang normal untuk turis. Jangan lebih dari 100 Rupee atau setara dengan Rp 10.000.

Wisatawan mampu juga memesan bajaj dari hotel. Hotel atau penginapan biasanya milik rekan para sopir bajaj. Mereka dapat memanggil bajaj buat menjemput. Tentu biasanya sedikit lebih mahal namun lebih gampang dan aman.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/05/171500327/Inilah.Bajaj.Taksi.ala.Sri.Lanka
Terima kasih sudah membaca berita Inilah Bajaj, Taksi ala Sri Lanka. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Inilah Bajaj, Taksi Ala Sri Lanka"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.