Ini Rumah Makan Indonesia Satu-satunya Di Vientiane, Laos

No comment 98 views

Berikut artikel Ini Rumah Makan Indonesia Satu-satunya di Vientiane, Laos, Semoga bermanfaat

Vientiane – Bagi yg liburan ke Vientiane, Laos inilah satu-satunya rumah makan Indonesia di sana. Namanya Warung Eko, yg menyajikan masakan khas Nusantara dari rendang sampai gudeg.

Meski telah lama tinggal di negeri orang, orang Indonesia tak mulai lupa mulai kampung halamannya. Terutama masakan khas Nusantara sebut saja nasi goreng, mie goreng, rendang balado, karedok atau juga gudeg. Hal itu mungkin berlaku juga buat WNI yg tinggal di Vientiane, Laos. Meski makanan Laos tak jauh beda dengan makanan Indonesia namun rasa tetap beda.

Hal itulah yg mendasari Supardi, seorang WNI bagi membuat sebuah warung makan khas Indonesia. Pria kelahiran Kerinci, Jambi tanggal 22 Agustus 1958 ini membuat warung makan Indonesia sederhana dengan nama Warung Eko.


Supardi sang pemilik Warung Eko (Yudhistira/detikTravel)

Warung Eko ini terletak di Phonxay Village, Xaysettha District, Vientiane. Letak warung makan ini juga sangat strategis merupakan di dekat Kantor Kementerian Luar Negeri Laos dan Kementerian Perdagangan Laos.

detikTravel berkesempatan bagi mengunjungi Warung Makan Eko di sela-sela KTT AMM ke-49, Sabtu (23/7/3016). Begitu tiba, Supardi segera menyambut kedatangan aku bersama rombongan Kementerian Luar Negeri dengan ramah.

“Selamat datang. Mari masuk,” ucap Supardi.

Di rumah makan juga sudah menanti Minister Konselor KBRI Laos Soepalal. Soepalal sudah menyediakan berbagai jenis makanan khas Indonesia seperti karedok, mie goreng, nasi goreng dan juga udang balado.


Dafatr menu makanan khas Indonesia (Yudhistira/detikTravel)

Kepada detikTravel, Pardi, nama kecil Supardi menyampaikan bahwa dirinya baru membuka rumah makan sekitar tahun 2009. Meski baru 7 tahun buka warung makan, namun telah banyak pembeli yg menyukai makanannya.

“Ini rumah aku sendiri. Alhamdulillah aku pas buka warung segera laku. Rendang di sini paling laku dipesan sama masyarakat di sini. Setiap hari aku terus ganti menu. Tapi kalau bagi menu pesanan tetap. Kalau yg ditaruh di boks itu setiap hari bervariasi,” kata Pardi.

“Pernah ada pembeli dari sini yg seminggu penuh beli oseng tahu. Saya bilang ke dia, “apa kamu gak bosen beli oseng tahu? Wong aku aja yg masak bosen”. Mie Jawa juga laris di sini. Korea dan Laos suka Mie Jawa. Saya kan bukanya pas jam kantor dan dekat dengan Depag, Deplu Laos, yaudah pas jam kantor itu laku. Usaha ini bagus sih. Karena sayakan satu-satunya yg buka makanan Indonesia di Laos,” lanjutnya.


Aneka masakan khas Nusantara (Yudhistira/detikTravel)

Pardi juga menambahkan bagi bumbu-bumbu membuat makanan, dirinya meracik sendiri. Karena menurutnya itulah yg membuat pembeli merasa suka dengan makanan di warungnya.

“Saya kalau masak kayak rendang itu masak sendiri bumbunya. Gak pakai bumbu instan karena gak mau ketergantungan sama bumbu itu. Di sini yg susah cari kemiri. Kalau petai dan jengkol ada dari Thailand,” tutur Pardi.

Pardi juga menjelaskan warungnya ini mempunyai konsep sangat Indonesia. “Saya tak pakai AC tetapi kipas angin biar terasa Indonesianya,” tutupnya sambil terkekeh.


Penulis berfoto di depan Warung Eko (Yudhistira/detikTravel)

(aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/24/121934/3259863/1520/ini-rumah-makan-indonesia-satu-satunya-di-vientiane-laos
Terima kasih sudah membaca berita Ini Rumah Makan Indonesia Satu-satunya di Vientiane, Laos. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ini Rumah Makan Indonesia Satu-satunya Di Vientiane, Laos"