Ini Penampakan Sulsel Dari Atas Awan

No comment 112 views

Berikut artikel Ini penampakan Sulsel dari Atas Awan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Mau menikmati sulawesi dari sudut yg berbeda? Traveler dapat naik ke Gunung Bawakaraen, ini cantiknya sulsel dari atas awan.

Gunung Bawakaraeng yaitu salah sesuatu Gunung yg berada di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Gowa. Gunung Bawakaraeng memiliki ketinggian 2830mdpl.

Gunung Bawakaraeng memiliki arti sendiri dikalangan masyarakat merupakan bawa = mulut dan karaeng=Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.

Pada akhir minggu kemarin aku dan teman-teman pun dengan berjumlah 13 orang diberi kesempatan bagi melihat keindahan Gunung Bawakaraeng. Untuk memulai pendakian, pertama kalian pun harus menuju Desa Lembanna, Sebuah desa di kaki Gunung Bawakaraeng.

Untuk menuju desa Lembanna tak ada transportasi umum sehingga kalian pun membawa kendaraan pribadi berupa mobil. Dari Makassar ke Desa Lembanna memakan waktu kurang lebih 3 jam melewati Hutan Pinus Malino.

Pendakian di akan Hari Jumat malam, di Desa Lembanna tak ada pos registrasi dan kita memarkirkan mobil pun depan rumah warga. Dari desa Lembanna, kalian pun memulai perjalanan melintasi perkebunan sayur warga dan hingga hutan pinus. Kami pun memilih bermalam di kawasan hutan pinus karena waktu telah terlalu malam buat melanjutkan perjalanan.

Pagi hari pukul 04.00, kalian pun bangun dan siap bagi memulai pendakian. Untuk menuju puncak Bawakaraeng, kita harus melewati 10 Pos. dari 10 Pos cuma di Pos 2, Pos 3, Pos 5 dan Pos 8 yg memiliki sumber air.

Dari hutan pinus kita berjalan dan mulai memasuki hutan yg lebih lebat lagi setelah keluar dari hutan pinus. Di jalur menuju Pos 1 jalur yg ditempuh sedikit menanjak. Untuk menuju pos 1, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.

Pos 1 yaitu jalur percabangan antara Puncak dan Lembah Ramma, oleh karena itu kalian pun harus berhati-hati memilih jalan, mulai tapi jangan bingung karena telah ada petunjuk arahnya. Hal unik dari setiap pos yg ada terdapat tugu yg bertuliskan kata mutiara dan keterangan ketinggian.

‘Kami Orang Yang Beradat, Adatlah Dijunjung Tinggi Keramah Tamahan Jadikan Kain Selimut’

Pos 1 ini memiliki ketinggian 1718 mdpl. Setelah melewati Pos 1, kita pun bergegas menuju Pos 2. Waktu tempuh dari Pos 1 menuju Pos 2 memakan Waktu 1 jam. Di Pos 2 biasanya digunakan para pendaki bagi beristirahat dan mengisi kembali persediaan air karena terdapat sungai kecil dengan air yg jernih.

Dari pos 2 ke Pos 3, waktu yg ditempuh cuma 30 menit karena jarak yg dekat. Di pos 3, kita pun harus menyebrangi sungai kecil. Untuk menuju pos 3 melewati hutan perdu. Â Pos 3 berupa tanah datar dan terdapat pohon ditengahnya.

Di pos 3 ini para pendaki biasanya tak mulai lama berada disini karena terdapat cerita mistis mengenai makhlus halus di Pos ini. Konon katanya dulu ada seorang wanita yg bunuh diri dan mayatnya menggantung di pohon tersebut.

Dari pos 3 ke Pos 4 jalur yg dilalui masih sama seperti sebelumnya, jalur yg sedikit agak terbuka, pohon-pohon hutan mati sisa kebakaran. Dari pos 3 ke Pos 4 menempuh waktu kurang lebih 1 jam. Di pos 4 ini memiliki lahan yg cukup luas sehingga bisa digunakan buat bermalam. Pos 4 berada di ketinggian 1940 mdpl

Setelah istirahat di Pos 4, kita pun melanjutkan perjalanan ke Pos 5. Waktu tempuh menuju pos 5 kurang lebih 1 jam. Jalur yg dilewati hutan yg cukup pertemuan dan  cukup asri dengan sinar matahari yg berusaha menembus melalui celah dedaunan.  Pos 5 yaitu kawasan yg cukup luas dan terbuka. Di pos 5 pun terdapat sumber air mulai tapi lokasinya cukup jauh.

Perjalanan dari Pos 5 ke Pos 6 segera menanjak yg cukup terjal dan sejauh mata memandang terlihatlah kawasan hutan mati sisa kebakaran hutan dua tahun yg lalu. Di dua tempat kita mampu melihat perkotaan dari kejauhan dan sungai yg berkelok-kelok membelah bumi Sulawesi. Waktu tempuh dari pos 5 ke Pos 6 kurang lebih 1 jam.

Di pos 6 kita beristirahat sejenak bagi menghilangkan lelah. Setelah itu kalian melanjutkan perjalanan. Jalur yg dilewati bagi menuju Pos 7 adalah kawasan sejuk dan rada lembab. Kami melewati jalur menanjak di kawasan hutan lumut. Lumut-lumut hijau yg menempel di pepohonan tidak mengurangi keindahan jalan yg dilalui menuju pos 7.

Di pos 7 terdapat lahan luas yg mampu digunakan buat ngecamp dan terdapat batu besar. Dari batu besar tersebut, kalian mampu melihat pemandangan yg sangat indah dan puncak bawakaraeng pun akan terlihat. Pos 7 memiliki ketinggian 2548 mdpl

Jalur pos 7 buat menuju pos 8 merupakanjalur terberat di sepanjang perjalanan. Waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Trek yg dilewati yaitu hutan lebat dengan jalur menanjak terjal kemudian menurun tajam dan kembali menanjak terjal.

Dijalur ini banyak jalan yg dilewati yaitu jalur rawan longsor dengan kiri jurang sehingga kalian pun harus ekstra hati-hati. Setelah sampai di Pos 8, kita pun memilih bagi bermalam di Pos 8 dan melanjutkan perjalanan esok pagi menuju Puncak. Di Pos 8 cukup terdapat lahan bagi mendirikan tenda dan di bawah ada sungai yg yaitu sumber air untuk pendaki.

Malam itu di Pos 8, udara dingin menusuk tulang, semakin malam semakin terdengar suara anjing melonglong, tidur antara nyenyak akibat kelelahan dan tak nyenyak karena ketakutan. Pagi pun dating, tepat pukul 04.00, kita pun memulai pendakian ke Puncak.

Barang bawaan kita tinggal yg kita bawa hanyalah perlengkapan seadanya dan makan dan minum secukupnya. Dari pos 8 kalian berjalan turun melewati sebuah sungai dan segera dihajar dengan tanjakan terjalnya ditambah jalan yg licin.

Jalan yg dilintasi jalur hutan lebat dengan akar-akar besar dan keluar tanahnya. Untuk menuju pos 9 membutuhkan waktu 1 jam. Di pos 9 ini cukup luas bagi bermalam mulai tapi tak ada sumber air. Pos 9 memiliki ketinggian 2628 mdpl.

Setelah beristirahat sebentar di Pos 9, kilau merah merona dari ufuk timur pun akan terlihat, matahari mulai langsung terbit, maka dari itu kamipun bergegas menuju Pos 10. Pos 10 yaitu pos terakhir sebelum menuju Puncak.

Dari pos 9 ke Pos 10 yaitu jalur terbuka dan berbatu, terdapat dua tanaman edelwise dan juga pohon-pohon mati seperti pohon bonsai. Perjalana menuju pos 10, kita pun bisa melihat kelap kelip lampu kota dari ketinggian. Dari Pos 9 ke Pos 10 memakan waktu 1 jam.

Di Pos 10 yaitu kawasan yg luas dengan pepohonan mirip bonsai (gak tau apa nama pohonnya). Di Pos 10 juga terdapat sebuah tanah lapang plus tiang bendera yg biasa digunakan ketika upacara bendera. Dari Pos 10 menuju puncak cuma membutuhkan waktu 10 menit.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/13/093200/3375605/1025/ini-penampakan-sulsel-dari-atas-awan
Terima kasih sudah membaca berita Ini penampakan Sulsel dari Atas Awan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ini Penampakan Sulsel Dari Atas Awan"