Ini Dia Lumpia Tertua Di Semarang…

No comment 93 views

Berikut artikel Ini Dia Lumpia Tertua di Semarang…, Semoga bermanfaat

SEMARANG, KOMPAS.com – Mengunjungi Kota Semarang, Anda mulai berjumpa dengan banyak jenis lumpia. Ya, kuliner tradisional ini memang menjadi ikon kuliner wajib ibu kota Jawa Tengah. Namun, cobalah ke salah sesuatu pusat peradaban Semarang dulu, KompasTravel menemukan keaslian lumpia semarang sejak ratusan tahun lalu.

Loenpia Semarang Gang Lombok no 11, inilah merek yg terpampang di depan kedai kecil. Merek yg terpampang tersebut yaitu lokasi di mana kedai ratusan tahun itu berada, Gang Lombok nomor 11, dekat Klenteng Tay Kak Sie yg tersohor oleh kisah Cheng Ho-nya.

Walaupun kecil, kedai ini telah berusia ratusan tahun, dengan empat generasi. Untung, sapaan akrab dari Purnomo Usodo, yg kini berusia 55 tahun yaitu generasi keempat dari Loenpia Semarang Gang Lombok ini.

“Lumpia ini gak tahu udah berapa tahun, yg jelas aku generasi keempat. Saya diwarisi bapa, ketika bapa telah berumur 50-an juga. Kalau dihitung dari keluarga pertama telah sesuatu abad lebih,” ujar Purnomo ketika ditemui di kedainya yg ramai wisatawan asing, Minggu (6/11/2016).

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Memasak Lumpia asli Semarang di Loenpia Gang Lombok

Suasana riuh ramai pun sangat terasa saat melewati kedai lumpia ini. Betapa tak ketika dibuka akan jam 08.00, wisatawan telah akan berdatangan. Puncaknya saat jam makan siang tiba, wisatawan yg ingin mencicipi lumpia di tempat harus berdesakan dengan yg ingin membawa pulang kuliner tersebut.

Di kedainya yg berukuran empat kali lima meter persegi tersebut terpampang banyak penghargaan kuliner, di antaranya dari Pemerintah Kota Semarang, Universitas Diponegoro, hingga situs Trip Advisor, juga Idea Life.

Untuk menjaga keasliannya, seluruh masih dibuat dengan cara tradisional, hingga rasa yg disajikan lumpia di sini. Di sini cuma terdapat lumpia ayam, dan udang.

Lelah mengantre lama, KompasTravel pun segera mencicipi Lumpia Semarang rasa udang yg menjadi favorit di sini. Sekilas ukurannya kelihatan besar dengan tekstur isi yg padat, sehingga saat dibelah rajangan remon, telur, dan udang pun menyeruak.

Tekstur yg padat, membuat cita rasa rebung dan rempah lumpia begitu terasa, ditambah renyahnya balutan kulit lumpia membuat Anda tidak cukup sesuatu menikmatinya. Di mana pun kuliner ini memang khas dengan rasa rebungnya yg gurih.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Loenpia Semarang Gang Lombok no 11, merek yg terpampang tersebut yaitu loksi dimana kedai ratusan tahun itu berada, dekat Klenteng Tay Kak Sie yg tersohor oleh kisah Ceng Hoo-nya.

Bagi Anda yg tidak suka amis, jangan khawatir, salah sesuatu keunggulan lumpia tertua ini memiliki racikan tanpa bau amis, dari rebung atau mambu muda tersebut. Rasa amis memang kerap menjadi alasan wisatawan enggan membeli lumpia sebagai oleh-oleh khas Semarang.

“Dari akan buyut aku dahulu racikannya tetap terjaga, jangan sampai ada yg terlewat, jangan sampai amis. Jadi mampu bagi segala orang, gak perlu takut amis,” ujar Purnomo.

Ia menyampaikan rasa amis tersebut karena proses mencuci rebung yg tak bersih, juga ketika mengolah rebung dengan rempah-rempah yg digunakan. Rebung yg bersih dan rempah yg berkualitas dengan pengolahan yg benar mulai membuat lumpia bebas amis dan tahan lama.

Bagi Anda yg mau membawanya menjadi buah tangan, lumpia di sini tahan hingga tiga hari buat yg telah digoreng, sedangkan yg basah cuma tahan 24 jam, semuanya tanpa bahan pengawet. Satu buah lumpia asli Semarang mampu dibeli Rp 15.000, baik digoreng ataupun yg belum.

Kedai Loenpia Semarang sendiri cuma ada sesuatu hingga ketika ini, Purnomo ingin menjaga kekhasan dari lumpianya sehingga enggan membuka cabang. Ia pun masih disibukkan dengan melayani pengunjung hingga memasak segera di kiosnya yg buka akan pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/09/062100027/ini.dia.lumpia.tertua.di.semarang.
Terima kasih sudah membaca berita Ini Dia Lumpia Tertua di Semarang…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ini Dia Lumpia Tertua Di Semarang…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.