Indonesia Tampilkan Kostum Dayak Dan Mentawai Di Parade Festival Payung Bo Sang

Berikut artikel Indonesia Tampilkan Kostum Dayak dan Mentawai di Parade Festival Payung Bo Sang, Semoga bermanfaat

Chiang Mai – Festival Payung Bo Sang resmi dibuka di Chiang Mai semalam (20/1). Kontingen Indonesia pun unjuk gigi dengan kostum Suku Dayak dan Mentawi.

Mulai sore hari, desa Bo Sang di Chiang Mai telah dipadati wisatawan lokal dan mancanegara. Mereka antusias menunggu rangkaian acara pembukaan festival payung yg turut dihadiri Gubernur Chiang Mai, Pawin Chamniprasart.

Mengambil tema ‘Under His Majesty’s Umbrella,’ foto-foto Raja Bhumibol Adulyadej nampak menghiasi parade pembukaan kali ini. Di atas mobil pawai, warna-warni payung tradisi disusun cantik berkeliling figur raja ke-9 Thailand ini.

Sejumlah warga lokal juga mengenakan pakaian tradisional Chiang Mai sambil membawa foto mendiang Raja Bhumibol. Mereka berbaris rapih ketika melakukan aksi long standing selama sekitar 1 jam.

Parade ini khusus bagi almarhum Raja Thailand Raja Bhumibol Adulyadej (dok Panta Rei/Istimewa)Parade ini khusus buat almarhum Raja Thailand Raja Bhumibol Adulyadej (dok Panta Rei/Istimewa)

Penasaran mengapa Raja Bhumibol begitu melekat di hati segala warganya, detikTravel (20/1) sempat berbincang dengan salah sesuatu warga Thailand yg tiba ke festival ini.

“Ia (Raja Bhumibol) dicintai semua masyarakat Thailand karena pengorbanannya besar buat negara ini. Ia tak pernah marah dan sudah melakukan banyak hal bermanfaat bagi warga Thailand,” ujar Aum Fiasta.

Acara pembukaan juga diisi pawai Miss Bor Sang, anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) setempat, dan pertunjukkan drama musikal yg berlangsung meriah. Delegasi Indonesia yg diwakili Sayida Kamila dan Maulida Agasthy menampilan kostum etnik yg menarik perhatian.

Kontingen Indonesia dalam balutan kostum khas yg keren (dok Panta Rei/Istimewa)Kontingen Indonesia dalam balutan kostum khas yg keren (dok Panta Rei/Istimewa)

Kepada detikTravel, Maulida bercerita, “Kami mengenakan kostum suku Dayak dan Mentawai yg dibuat dari bahan-bahan alam. Daun pandan, rotan, anyaman bambu, dan serat nanas adalah dua diantaranya. Membuat kostum ini tak lama, cuma butuh waktu 1-3 pekan saja,” ujar Agasthy.

Saat tampil, mereka didampingi 10 siswi SMA Thailand yg membawa payung motif wastra (kain Nusantara) Indonesia. Meliputi motif batik, sasak, dan songket yg unik. Kaos ‘Wonderful Indonesia’ yg dikenakan para siswi ini tidak mengurangi keatraktifan sesi parade Indonesia.

Keseruan parade (dok Panta Rei/Istimewa)Keseruan parade (dok Panta Rei/Istimewa)

Heru Mataya selaku Koordinator Festival Payung Indonesia (FPI) yg megetuai delegasi Indonesia mengatakan, “Saya pikir memang kehadiran Indonesia di sini sebagai sarana diplomasi budaya. Sesuatu yg dengan payung kami dapat saling mengenal budaya lain. Bisa saling bertukar keterangan budaya. Melalui payung ini mulai ada banyak hal yg dapat kalian kerjakan,” tambahnya.

Menindaklanjuti gagasan ‘sister festival’ antara FPI dan Festival Payung Bo Sang, Thailand direncanakan mengirim delegasi ke Solo pada September mendatang. Mereka mulai membawa payung-payung tradisi di sini bagi dipamerkan di FPI. (rdy/rdy)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/21/103459/3401883/1382/indonesia-tampilkan-kostum-dayak–mentawai-di-parade-festival-payung-bo-sang
Terima kasih sudah membaca berita Indonesia Tampilkan Kostum Dayak dan Mentawai di Parade Festival Payung Bo Sang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Indonesia Tampilkan Kostum Dayak Dan Mentawai Di Parade Festival Payung Bo Sang"