Indahnya Berwisata Sekaligus Belajar Perdamaian Di Kabupaten Soppeng

Berikut artikel Indahnya Berwisata Sekaligus Belajar Perdamaian di Kabupaten Soppeng, Semoga bermanfaat

SOPPENG, KOMPAS.com – Saat berkunjung ke Kabupaten Soppeng, atau yg biasa dijuluki “Kota Kalong” di Sulawesi Selatan, Anda harus menjelajahi beragam wisata anti mainstream-nya. Selain destinasi wisata arkeologi dan alam, ada banyak wisata sejarah yg memiliki keunikan.

Antara yang lain Patung Bunda Maria Pieta asli Vatikan yg cuma sesuatu di Indonesia, Villa Yuliana warisan kolonial, dan pemakaman para raja Jera Lompoe. 

Imanuel Asi’, pastor yg ada di Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria, bercerita tentang patung pieta yg ada disana. Ia mengatakan, patung tersebut dulu disembunyikan Belanda di Soppeng.

“Sebenarnya kolonial itu ingin menyebarkan agama Katolik di Bandung, tetapi karena waktu itu Soppeng menjadi salah sesuatu yg teraman dan damai, disembunyikanlah di sini. Sampai akhirnya merdeka dan kini ditetapkan disini,” ujarnya kepada KompasTravel, Kamis (24/11/2016).

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Patung Bunda Maria Pieta, yg konon segera dari Vatikan. Patung ini sempat disembunyikan oleh kolonial di perbukitan Soppeng.

Kini patung bersejarah dari Vatikan tersebut kerap dikunjungi jemaat dari berbagai penjuru Sulawesi. Bahkan pada April dan Mei, masyarakat sekitar dari agama lainya ikut membuka penginapan atau homestay buat wisatawan yg berkunjung.

Pesan yg sama pun mulai Anda dapatkan ketika berkunjung ke landmark Kabupaten Soppeng. Villa Yuliana yg bertengger cantik di Bukit Watansoppeng juga menyimpan banyak cerita.

Farouk Adam, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Soppeng menjelaskan asal-usul Villa Yuliana yg yaitu bukti cintanya bangsa kolonial pada Ratu Wilhelmina.

Villa tersebut dibangun salah satunya bagi tempat peristirahatan para petinggi Kerajaan Belanda yg berkunjung ke Indonesia, tepatnya di Sulawesi.

“Dahulu Raja Soppeng ke-36 memiliki kesepakatan dengan kolonial, bahwa mereka (bangsa kolonial) boleh masuk ke Soppeng yang berasal tak mengganggu keamanan, kedamaian warga Soppeng. Raja lebih memilih diplomasi secara damai tanpa harus adanya petumpahan darah,” ujar Farouk.

Hal tersebut membuat bangsa kolonial berdamai dengan kerajaan Soppeng dan masyarakatnya. Belanda pun dapat membangun Villa Yuliana di tengah kota Soppeng ketika itu.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Makam para raja Bugis yg berada di atas perbukitan Soppeng.

Menurut Farouk, hal tersebut juga terdokumentasikan di literatur Hindia Belanda. Salah sesuatu tempat yg dijuluki “Buitenzorg” atau tempat yg damai pada ketika penjajahan ialah Soppeng dengan Villa Yuliana-nya, selain juga Bogor, Malang, dan Kaliurang.

Sedangkan makam raja-raja Bugis juga diabadikan di tanah perbukitan Soppeng. Cobalah berkunjung ke Makam Jera Lompoe. Ada lebih dari 30 makam raja dari Kerajaan Soppeng, Kerajaan Luwu, dan Kerajaan Sidenreng.

Matarimah, penjaga makam sekaligus petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya Kabupaten Soppeng menyampaikan kompleks makam ini mengisahkan perdamaian di tanah Soppeng. Tiga kerajaan yg sempat bercorak Hindu dan Islam ini berdamai di tanah Soppeng.

Sejak dulu, Soppeng telah terkenal dengan kedamaiannya. Raja yg bijaksana pun menjamin kedamaian dan ketentraman masyarakatnya tidak peduli ras, agama, dan bangsa mana mereka berasal.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/30/120600127/indahnya.berwisata.sekaligus.belajar.perdamaian.di.kabupaten.soppeng
Terima kasih sudah membaca berita Indahnya Berwisata Sekaligus Belajar Perdamaian di Kabupaten Soppeng. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Indahnya Berwisata Sekaligus Belajar Perdamaian Di Kabupaten Soppeng"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.