Imlek Di Vihara Quan Am Tu Pulau Galang: Mengenang Perjuangan Pengungsi

Berikut artikel Imlek di Vihara Quan Am Tu Pulau Galang: Mengenang Perjuangan Pengungsi, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Vihara Quan Am Tu Pulau Galang, Batam menyimpan sejuta kisah dan harapan dari para pengungsi negara tetangga. Lalu, bagaimana sikap pemerintah Indonesia?

Tidak dapat dipisahkan–menilik sejenak sejarah–Pulau Galang, tahun 1975 vihara ini menjadi tempat pengungsian warga Vietnam yg melarikan diri karena perang saudara. Tujuannya mencari tanah harapan yg bisa membuat mereka tetap bertahan hidup, jauh dari kekerasan perang. Tidak terbayang betapa bahayanya pelayaran yg ditempuh. 

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan PBB melalui lembaga yg mengurusi pengungsi korban perang. UNHCR menampung pengungsi Vietnam yg datang selamat di Pulau Galang. Tempat mereka ditampung populer disebut dengan nama Kampung Vietnam. Kampung ini dibuka pada tahun 1975 sampai 1996. Kondisinya sementara saja sampai ada negara ketiga yg bersedia menampung.

Selama mereka tinggal dan ditampung, pemerintah Indonesia berusaha menyediakan fasilitas sederhana namun layak. Fasilitas itu antara lain, barak-barak penampungan, rumah sakit, sekolah, juga tempat ibadah. Yang beragama Konghucu mampu menjalankan ibadah di Vihara yg di beri nama Quan Am Tu.

Kesan sepi, sepi, tenang, sejuk, seakan menyapa kita waktu singgah di Quan Am Tu. Letaknya dari pulau Batam sekitar 10 kilometer saja. Rutenya melewati Jembatan Barelang yg terkenal dan menjadi icon Pulau Batam. Jika memakai kapal waktu tempuhnya dari Pulau Batam sekitar 30 menit. 

Meski era pengungsi Vietnam telah berakhir, namun Vihara ini masih berfungsi. Ada saja umat Konghucu yg tiba bagi beribadah disini. Meski tak seramai ketika pengungsi Vietnam masih ada.

Saat ramai pengunjung biasanya menjelang hari raya Imlek. Yang tiba biasanya umat Konghucu yg tinggal di Pulau Batam dan pulau-pulau disekitarnya bagi melakukan ritual doa. Sesekali ada rombongan eks pengungsi Vietnam bersama keluarganya yg ingin bernostalgia disini. Biasanya mereka singgah bagi berdoa.

Usia Vihara barulah 38 tahun, sejak pertama kali diresmikan tahun 1979. Sampai sekarang keadaan bangunan Vihara tetap kelihatan megah dan kokoh. Seakan tak rapuh temakan waktu meskipun sempat mengalami dua kali pemugaran. Yang khas adalah warna-warna kontras mencolok yg mendominan segala areal. Beberapa petugas pun kelihatan menyapu dan membersihkan dua sudut Vihara.

Dewi Kebaikan

Suasana sekeliling Vihara kelihatan indah. Letaknya di atas bukit memanjakan mata ketika menikmati hamparan kerimbunan hutan Mangrove. Menghadap segera ke salah sesuatu teluk dengan air laut bernuansa biru. Kesejukan pun tiba untuk yg menikmatinya.

Tiga patung ukuran besar berwarna-warni menjadi yg pertama mampu kami setelah melewati gerbang masuk. Salah sesuatu patung itu bernama Dewi Guang Shi Pu Sha. Keberadaan sang Dewi Guang Shi Pu Sha terasa tepat dan relevan dengan keadaan pengungsi Vietnam ketika itu. Yakni diyakini memberikan keberuntungan, keharmonisan, kerukunan, bahkan jodoh.

Rasa pesimis mulai nasib dan masa depan pengungsi Vietnam, terobati dengan harapan kepada Dewi Guang Shi Pu Sha. Nasib dan keadaan tak lah terus buruk. Suatu saat, entah kapan, pasti mulai berubah menjadi lebih dari sekarang.

Umat yg meyakini Dewi Guang Shi Pu Sha bisa menghadirkan suasana rukun, harmonis, menjadi lebih tenang. Permohonan seperti ini kerap di pinta kepada Sang Dewi. Mengingat tak jarang terjadi tindakan kriminal, perbuatan bejat, yg justru dikerjakan di antara sesama pengungsi.

Harapan yg sama dipanjatkan umat Konghucu ketika memasuki tahun baru Imlek. Meski konteks dan lokasinya berbeda nasib para pengungsi Vietnam tadi, Dewi Guang Shi Pu Sha memberikan harapan kehidupan yg lebih baik, yg lebih positif, di hari depan untuk umat yg meyakini-Nya dimana pun ia berada.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/29/094900/3408140/1025/imlek-di-vihara-quan-am-tu-pulau-galang-mengenang-perjuangan-pengungsi
Terima kasih sudah membaca berita Imlek di Vihara Quan Am Tu Pulau Galang: Mengenang Perjuangan Pengungsi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Imlek Di Vihara Quan Am Tu Pulau Galang: Mengenang Perjuangan Pengungsi"