I Made Terip, Guru Gamelan Untuk Semua Bangsa

No comment 150 views

Berikut artikel I Made Terip, Guru Gamelan untuk Semua Bangsa, Semoga bermanfaat

I MADE TERIP adalah seniman gamelan yang berasal Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Sejak belia, ia mengasah bakatnya dengan bergabung dalam kelompok gamelan tari joged. Kini, lelaki itu aktif pentas di mancanegara, bahkan pernah menjadi pengajar tamu di dua kampus di Eropa.

Terip (64) berasal dari keluarga seniman (pragina). Buyut, kakek, hingga ayahnya adalah seniman tradisional di Munduk. Bahkan, kakek buyutnya, I Wayan Djada, adalah perbekel (kepala) Desa Munduk yg dikenal sebagai penulis lontar dan seniman karawitan. Karya Djada berupa tabuh Gending Sekatian yg dilestarikan di desa setempat.

”Tabuh Sekatian biasanya dimainkan ketika piodalan (upacara perayaan) pura atau upacara Dewa Yadnya,” kata Terip ketika ditemui di Desa Munduk, akhir November lalu. Saat itu, ia sedang memperbaiki seperangkat gamelan gong kebyar punya desa tetangga, Desa Umejero.

Terip terbiasa mendengarkan suara gamelan sejak masih anak-anak. Bakatnya diasah dengan berlatih dan berinteraksi dengan lingkungannya serta berdoa. Kakeknya, I Nengah Cerita, adalah penabuh kendang.

Terip belajar memainkan gamelan tradisional Bali, rindik. Alat musik ini dibuat dari bilah-bilah bambu, umumnya terdiri atas 11 bilah. Untuk memainkannya, bilah-bilah itu dipukul dengan alat tabuh secara bergantian sehingga menghasilkan suara berirama.

Dengan bakat dan keahliannya, saat duduk di kelas III sekolah dasar, ia telah dipercaya mengajar gamelan dan tari. Ia juga mampu membuat rindik.

Setelah tamat pendidikan setara sekolah menengah pertama di desanya, Terip berencana meneruskan sekolah ke Konservatori Karawitan (Kokar) di Denpasar. Namun, ayahnya, Putu Togog, melarang anak keduanya itu ke ibu kota Provinsi Bali. Terip muda akhirnya tetap tinggal di desa dan melatih gamelan di kelompok seni di desa-desa sekitar Munduk.

Selain mahir menabuh rindik, Terip juga andal memainkan gamelan gender wayang dan membuat komposisi tabuh gong. Berbeda dengan rindik dari bambu, gender terbuat dari bilah-bilah logam. Terdiri atas 10 bilah atau lebih, alat musik ini tidak jarang dibuat sepasang sebagai pengiring pentas wayang.

Terip bertemu dan bersahabat dengan seniman multibakat dari Tampaksiring, Gianyar, I Made Pasek Tempo. Keduanya tampil dalam pergelaran kesenian serangkaian misi kebudayaan Bali di Italia pada 1981. Pada 1984, Terip mengelilingi kawasan Asia, akan dari Brunei, Malaysia, hingga Kamboja.

Mengajar seniman

Perjalanan ke dua negara itu membuat nama Terip dikenal di dunia internasional. Sejak tahun 1989, sejumlah seniman mancanegara bahkan mengunjungi Desa Munduk demi menemuinya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/11/201900327/i.made.terip.guru.gamelan.untuk.semua.bangsa
Terima kasih sudah membaca berita I Made Terip, Guru Gamelan untuk Semua Bangsa. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "I Made Terip, Guru Gamelan Untuk Semua Bangsa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.