Harta Karun Tersembunyi Di Maumere: Hutan Mangrove Magepanda

No comment 46 views

Berikut artikel Harta Karun Tersembunyi di Maumere: Hutan Mangrove Magepanda, Semoga bermanfaat

Maumere – Kabupaten Sikka di NTT milik pesona wisata yg cukup tersembunyi. Bak permata berwarna hijau, Hutan Mangrove Magepanda mampu dikunjungi traveler.

Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT memiliki keindahan taman bawah laut Teluk Maumere yg sungguh mempesona. Karena keindahannya, belum lama ini digelar lomba fotografi internasional di kota itu. Namun, bukan cuma itu saja, karena masih ada segudang keindahan yg dimiliki daerah ini. Salah satunya adalah hutan mangrove Magepanda.

Hutan mangrove yg terletak di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka ini menyimpan sejuta keindahan. Hutan seluas 70 Ha ini terletak di pantai utara kota Maumere, diapit bukit-bukit hijau yg menjulang indah.

Uniknya, di sebelah barat hutan mangrove terdapat bukit yg seandainya kalian cermati menyerupai sebuah bukit pada acara kartun populer yakni Teletubbies, karena keunikan itu bukit tersebut oleh pengunjung kadang disebut bukit Teletubbies.

Selain keunikannya, hutan mangrove juga dilengkapi dengan jembatan yg terbuat dari bambu sepanjang 450 meter. Selain jembatan, obyek wisata mangrove ini juga dilengkapi dengan beberapa buah lopo di tengah hutan dan 2 lainnya di tepi pantai serta sesuatu menara pemantau sehingga pengunjung mampu menikmati keindahan mangrove dan alam sekitar dari ketinggian sekira 50 meter.

Saat traveler berjalan-jalan menyusuri jembatan bambu di hutan mangrove Magepanda di pagi atau sore hari, kesejukan dan kesegaran oksigen yg dihasilkan oleh jutaan mangrove begitu terasa dan seakan menahan Anda bagi tinggal lebih lama di tempat tersebut.

Selepas menikmati sejuknya hutan mangrove, di penghujung jembatan pengunjung mulai terkejut dan takjub melihat keindahan pantai dengan hamparan pasir putih dihiasi hijaunya mangrove.

Ini dia Bukit Teletubbies di Maumere (Amar Ola/detikTravel)Ini dia Bukit Teletubbies di Maumere (Amar Ola/detikTravel)

Terdapat dua bangku yg terbuat dari bambu, berjejer dibawah pohon mangrove, disiapkan untuk pengunjung bagi sekadar beristirahat sambil menikmati birunya laut dan tarian camar yg sesekali melintas.

Untuk sampai di tempat ini, pengunjung harus menempuh jarak sekira 30 km dari pusat kota Maumere. Namun tak perlu khawatir, sebelum datang di hutan mangrove pengunjung disuguhi pemandangan yg tidak kalah menarik. Bukit yg menghijau, sawah yg menguning dan birunya laut mulai menemani pengunjung sepanjang perjalanan hingga datang di obyek wisata hutan mangrove Magepanda.

Penanam hutan mangrove tersebut seorang kakek tua keturunan Tiong Hoa, Victor Emanuel Rayon alias Baba Kong. Saat ini dia adalah yg mengelola hutan mangrove.

Dia mengisahkan motivasi menanam mangrove sejak tahun 1993 setelah bencana tsunami yg memporak-porandakan Kabupaten Sikka tahun 1992.

“Waktu itu habis segala harta benda bapak. Toko, rumah dan seluruh harta benda habis. Banyak orang yg meninggal, karena itu bapak berpikir sebaiknya bapak tanam mangrove supaya kalau terjadi tsunami lagi paling tak pohon-pohon ini dapat melindungi kami,” tutur Baba Kong.

Ketika ia dan istrinya akan mencari bibit mangrove kemudian disemaikan dan ditanam di sepanjang pantai, masyarakat setempat sempat mencibir bahkan menganggap pasangan suami isteri itu gila. Namun karena kecintaannya terhadap lingkungan maka tidak sedikitpun ia patah arang menanam mangrove.

“Waktu itu orang-orang tertawa lihat kalian tanam mangrove, mereka bilang kenapa tak tanam pisang atau kelapa saja, memangnya kita makan mangrove, tapi kalian tak peduli karena tujuan kita waktu itu cuma bagi menyelamatkan lingkungan,” ungkap Baba Kong.

Hutan Mangrove di pesisir Pantai Maumere ditanam oleh Baba Kong (Amar Ola/detikTravel)Hutan Mangrove di pesisir Pantai Maumere ditanam oleh Baba Kong (Amar Ola/detikTravel)

Waktu pun berlalu seiring tumbuhnya mangrove yg ditanam Baba Kong, akhirnya tepian pantai yg dulunya gersang dan panas menjadi hijau dan sejuk oleh rimbunnya pepohonan mangrove.

Keuletan dan kesungguhan Baba Kong menanam dan merawat mangrove berembus sampai ke telinga menteri lingkungan hidup Republik Indonesia. Tahun 2008 dan 2009 Baba Kong diberi piagam penghargaan sebagai Perintis Lingkungan dan juga oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Baba Kong dianugerahi Kalpataru sebagai Perintis Lingkungan.

“Saat aku tanam mangrove aku tak berharap bagi mampu penghargaan tapi yg ada di pikiran aku bagaiman menyelamatkan lingkungan ini, mungkin karena pemerintah lihat bahwa ini unik maka mereka memberikan aku penghargaan,” ungkap pria yg sudah mendedikasikan hidupnya buat menanam dan merawat mangrove selama 24 tahun itu.

Walau di usianya yg telah renta, semangat Baba Kong tidak pernah surut. Saat ini ia selalu menangkar benih buat dibagikan kepada warga yg ingin menanam mangrove, bahkan anakan mangrove Baba Kong kadang dibeli bagi dibawa ke kabupaten yang lain di NTT. (aff/aff)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/24/091214/3455693/1519/harta-karun-tersembunyi-di-maumere-hutan-mangrove-magepanda
Terima kasih sudah membaca berita Harta Karun Tersembunyi di Maumere: Hutan Mangrove Magepanda. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Harta Karun Tersembunyi Di Maumere: Hutan Mangrove Magepanda"