Gunung Cantik Dari Surabaya, Kecil-kecil Cabe Rawit!

No comment 88 views

Berikut artikel Gunung Cantik dari Surabaya, Kecil-kecil Cabe Rawit!, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Gunung Penanggungan berlokasi tidak jauh dari Kota Surabaya, Jawa Timur. Walau tidak se-terkenal dengan gunung yg lainnya, biasa disebut cabe rawit lho. Kenapa?

Berawal dari rasa penasaran saat melewati jalan Surabaya menuju Malang dan bertanya-tanya Gunung apakah itu. Gunung yg nampak sangat gagah, tinggi dan berbentuk kerucut layaknya Gunung Semeru. Setelah mencari-cari info melalui mbah google dan ternyata Gunung itu bernama Gunung Penanggungan.

Setelah mengetahui namanya, terlitas dipikiran tampaknya asik juga seandainya mendaki gunung tersebut. Pada akhirnya, tahun dulu berhasil mendaki Gunung tersbeut hingga puncak. Gunung Penanggungan terletak diantara beberapa Kabupaten merupakan Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Gunung ini tidak jarang disebut sebagai miniatur Gunung Semeru karena bentuk puncak yg hampir sama dan gunung ini yaitu gunung berapi yg sedang tak aktif.

Gunung Penanggungan memiliki ketinggian 1653 mdpl. Gunung ini memang tak terlalu tinggi mulai tapi jangan meremehkannya karena gunung ini kecil-kecil cabe rawit. Gunung Penanggungan yg jaraknya begitu dekat dengan Kota Surabaya ini memang menjadi tujuan para pendaki yg tak mempunyai waktu banyak buat menikmati kesejukan udara pegunungan. Gunung Penanggungan memiliki dua jalur merupakan Jalur Jolotundo, Gajahmungkur, Kunjoro Wesi dan yg paling populer adalah Jalur Tamiajeng. 

Jalur Tamiajeng yaitu jalur paling populer karena jalur ini yaitu jalur pendakian dengan waktu paling singkat. Jalur Jolotundo yaitu jalur resmi yg memiliki jalur lebih panjang dan mulai melewati banyak situs sejarah. Pada tulisan singkat kali ini aku mulai sedikit bercerita dengan pendakian aku dan teman aku melalui Jalur Tamiajeng. Jalur Tamiajeng ini berada di Trawas Mojokerto. 

Ketika itu kita memakai sepeda motor buat menuju basecamp pendakian. Rute yg kalian lewati Surabaya menuju Sidorjo kemudian krian dan menuju arah trawas. Setelah Polsek nanti kita belok kiri menuju ke arah UTC (Ubaya Training Center) dan lurus sedikit kita telah datang di Basecamp. Waktu tempuh Surabaya-Basecamp kurang lebih 1 jam.

Pendakian menuju puncak Gunung Penangungan melalui jalur Tamiajeng mulai melewati 4 Pos. Dari pos perizinan menuju Pos 1 yaitu jalur landai dan berbatu. Jalur ini yaitu jalur pemanasan. Waktu tempuh ke pos 1 ini cuma 30 menit. Di Pos 1 terdapat warung yg menjual makanan dan minuman segar. Setelah melewati Pos 1, kita menuju Pos 2. Jalur menuju Pos 2 yaitu jalur berbatu yg masih agak landai dan dua kali tanjakan kecil. Untuk menuju Pos 2 membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Di Pos 2 ini terdapat shelter yg mampu kalian gunakan buat berisitirahat.

Setelah melewati Pos 2, buat menuju pos 3, jalur berubah menjadi jalur tanah yg telah akan menanjak. Jalur yg licin saat hujan turun sehingga kami harus berhati-hati. Jalur dari pos 2 hingga pos 3 sebenarnya tak begitu jauh mulai tapi karena jalur yg menanjak sehingga terasa lama dan harus pandai mengatur nafas. Waktu tempuh pos 2 hingga pos 3 kurang lebih 1 jam. Di Pos 3 ini juga terdapat shelter dan kita berisitirahat agak lama di pos ini.

Setelah mengisi energi kembali, kita melanjutkan perjalanan ke Pos 4. Trek yg kalian lewati semakin menanjak dan berkelok. Jalur tanah dan dua harus melewati batuan besar. Dari pos 3 ke pos 4 memerlukan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Jalur yg menanjak cukup terjal, kita tidak cuma memakai 2 kaki kalian bagi mendaki mulai tapi 2 tangan kalian juga digunakan buat merayap dan menarik badan kalian dengan bertumpu pada bebatuan dan ranting-ranting pohon.

Setelah melewati Pos 4, jalur sedikit menanjak dengan medan berbatu sedikit berpasir. jalur yg dengan keadaan jalan sedikit terbuka karena mulai mencapai batas vegetasi. Dijalur ini kami telah melihat keindahan kota dan gunung-gunung lainnya yg berada didekat Gunung Penanggungan. setelah 30 menit mendaki, tibalah kita di Puncak Bayangan. Puncak Bayangan ini yaitu lahan terbuka yg cukup luas. Disini biasanya para pendaki mendirikan tenda bagi bermalam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak. Di Puncak Bayangan ini, kalian bisa melihat gemerlap lampu kota saat malam dan indah dan gagahnya Gunung Arjuno Welirang saat siang hari. Waktu tempuh dari pos perizinan hingga ke Puncak Bayangan normalnya 4 jam.

Setelah bermalam di Puncak Bayangan, pada pukul 04.00 kita melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dari Puncak Bayangan menuju Puncak Gunung Penanggungan membutuhkan waktu 1 jam dengan medan yg sangat menanjak dengan kemiringan hingga 50 derajat dengan jalan berpasir dan berbatu. Meskipun gunung ini tak tinggi, bagi mendaki gunung ini cukup membuat kita merayap perlahan bagi menuju puncak.

Pukul 05.00 pun kita datang di Puncak Penanggungan yg kadang disebut sebagai Puncak Pawitra yg berarti kabut. Karena puncak gunung ini tidak jarang tertutup oleh kabut. Puncak Pawitra pagi kala itu, matahari akan terbit dari ufuk timur. Warna jingga berkolabarosi dengan langit yg membiru. Di sebelah timur Puncak Mahameru pun kelihatan dengan jelas. Ketika hari semakin siang, luasnya lumpur di Porong pun juga terlihat. Puncak Pawitra kala itu sedang hijau. Rumput-Rumput dan ilalang di Puncak Pawitra sedang cantik-cantiknya.

Puncak Penanggungan tak begitu tinggi tapi pemandangannya sangat keren. Kamu kapan kesini?

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/27/103100/3394922/1025/gunung-cantik-dari-surabaya-kecil-kecil-cabe-rawit
Terima kasih sudah membaca berita Gunung Cantik dari Surabaya, Kecil-kecil Cabe Rawit!. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Gunung Cantik Dari Surabaya, Kecil-kecil Cabe Rawit!"