Gunung Arjuno Di Jawa Timur, Tidak Kalah Cantik Dengan Semeru

Berikut artikel Gunung Arjuno di Jawa Timur, Tidak Kalah Cantik Dengan Semeru, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Jawa Timur tak cuma milik Gunung Semeru atau Bromo, tetapi juga Arjuno. Cobalah daki dan lihat indahnya kebesaran Tuhan dari puncaknya.

Bagi kalangan pendaki gunung, yg populer di benak mereka hanyalah Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Ijen dan Gunung Merapi yg layak dijelajahi di Pulau Jawa. Nama Gunung Arjuno seolah tenggelam dan tak masuk dalam kamus mereka akibat kepopuleran gunung-gunung tersebut.

Memang tak mampu dipungkiri, Gunung Arjuno yg berada di Kota Apel Batu, Jawa Timur, kurang begitu populer di kalangan para pendaki maupun wisatawan. Pendaki lebih memilih Gunung Semeru yg konon menjadi puncak para Dewa, bagi mengeksplorasi adrenalin dibanding Arjuno.

Justru ketidakpopuleran Gunung Arjuno ini membuat aku penasaran dan ingin mengetahui kenapa seperti itu. Akhirnya aku menetapkan mendaki Gunung Arjuno bersama tujuh kawan dan dua fotografer media.

Dua teman dari Jakarta dia Adita Irawati dan Yardin Octora orang yg telah terbiasa malang melintang di dunia Trail Run. Satu lagi dari Madura namanya Wijang Zulkarnain, seorang kawan dari sales Madura.

Kepergian ke Gunung Arjuno sebenarnya tak disengaja dan bukan tujuan awal pendakian kami. Pasalnya, dua kali kita telah summit bagi dapat mencapai puncak Semeru. Tanpa disangka Semeru ternyata masih ditutup bagi pendakian dan baru dibuka di pertengahan bulan Mei.

Tentu kita tidak ingin rugi, mengingat peralatan sudah kalian bawa lengkap dan tidak mungkin kita kembali tanpa mendaki sesuatu Gunung. Dan keputusan itu pun kita ambil cuma dalam hitungan menit ketika berada di dalam mobil.

Kami menetapkan mendaki Gunung Arjuno walaupun kita sendiri juga tak tahu rute yg harus kita tempuh dan seperti apa medannya. Jadi benar-benar nekad.

Perjalanan diawali ketika mobil yg kalian tumpangi dari Juanda akan berputar menuju arah Gunung Arjuno. Kami menginap di Malang buat persiapan besok pagi mendaki Arjuno dari arah Tretes.

Pagi pun tiba dan kalian akan pendakian melalui pintu Tretes. Untuk mendaki Gunung Arjuno sebenarnya mampu ditempuh dari dua lokasi, namun kalian memilih Tretes selain dekat dengan tempat kalian menginap, menurut info dua kawan rutenya paling memungkinkan dijangkau.

Begitu memasuki kawasan pendakian, kalian harus menyerahkan surat sehat dan copy KTP sebagai prosedur pendakian. Kemudian mengisi dua form dan membayar tiket masuk pintu Gunung Arjuno.

Selain bertujuh, kita juga dibantu 5 porter asli Malang. Mereka yg menolong kalian membawa barang-barang kalian sekaligus menyiapkan berbagai peralatan yg dibutuhkan.

Tanpa bantuan porter mungkin pendakian ke Gunung Arjuno sangat berat, mengingat kalian membawa barang lumayan banyak. Dan mungkin terlalu berat seandainya ketika melakukan pendakian dengan membawa barang di pundak.

Apalagi kalian sama sekali buta tentang karakter Gunung Arjuno karena ini kali pertama kita ke sana. Perjalanan pun dimulai, dan kita tak menyangka sama sekali. Ternyata medan Gunung Arjuno berbatu dan hampir seluruhnya. Sehingga pendakian juga sangat memberatkan.

Untuk memulai pendakian, kita berangkat pukul 07.00 WIB menuju Lembah Kijang. Sebelum sampai ke lembah ada dua pos yg harus kita lewati.

Dari Pos masuk sampai Pos 1 yg dinamakan kop-kopan yg dalam Bahasa jawa artinya Ngokop (tempat minum air). Dan di sinilah tempat istirahat para pendaki sambil menikmati cemilan dan sumber air Gunung Arjuna.

Dari pos awal sampai masuk ke pos 1, perjalanan ditempuh dengan waktu 3 jam. Dilanjutkan dari Pos 1 lanjut ke Pos 2 sekitar 3 jam perjalanan. Dan tepat pukul 17.00 WIB, kita baru sampai di Lembah Kijang.

Perjalanan memang cukup melelahkan dan kaki terasa “patah-patah”. Kelelahan yg luar biasa akhirnya terbayar begitu sampai ke Lembah Kijang.

Tidak menduga sama sekali, kita benar-benar terkesan dengan keindahan Lembah Kijang. Bantaran padang savana yg sangat hijau dan kesenyapan yg mewarnai savana seolah-olah memamerkan savana hidup tetapi tidak berpenghuni.

“Kami seolah-olah berasa memiliki taman pribadi. Kesenyapan Lembah Kijang yg indah dan menakjubkan inilah yg mungkin dampak dari kurang populernya Gunung Arjuno,” tukas Andi.
 
Usai menikmati keindahan Lembah Kijang, kalian akan mendirikan tenda. Apalagi matahari akan menghilang berganti malam yg menyapa kedatangan kami.

Seperti biasa kita membuat api unggun sebagai penerang di kala gelap. Suhu di Lembah kijang kisaran 11 derajat celcius. Malam selalu berjalan dan suasana sunyi di sekitar tempat kalian bermalam, membuat situasi sedikit menyeramkan.

Tapi inilah tantangan untuk pendaki. Untuk mengusir kesenyapan, kalian menyiapkan makan malam mengingat perut akan keroncongan dan energi terkuras banyak ketika mendaki.

Setelah makan malam kita akan merebahkan diri di dalam tenda sembari menahan kantuk luar biasa yg didukung cuaca sangat dingin. Mau tak mau kita harus menutup mata secepatnya dan menikmati istirahat, mengingat pukul 01.00 WIB kita mulai melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Arjuna.

Meski mata masih mengantuk berat, tepat pukul 01.00 WIB kalian akan menyisir kegelapan menuju puncak Arjuno. Dengan ditemani kesunyian dan berbekal sinar lampu senter dan headlamp, kalian akan menyusuri jalan. Tanjakan yg harus kita lakukan hampir mencapai 45 derajat.

Setelah merasakan segera medan Arjuno, ternyata tidak kalah dahsyat dari Gunung Semeru. Pasalnya, sepanjang perjalanan isinya cuma tanjakan dan tanjakan. Hampir tak ada jalanan landai.

Setelah perjalanan 5 jam ke puncak, sampailah kita di Puncak Ogal Agil. Puncak Gunung Arjuno sendiri berada pada ketinggian 3.3339 Mdpl. Memang sangat luar biasa keindahan Gunung Arjuno.

Dinamakan puncak Ogal Agil karena di atas puncak terdapat banyak batu yg berada di pinggiran jurang yg curam tetapi tak jatuh. Gugusan awan dan sunrise tidak mengurangi indahnya alam Indonesia.

Keputusan kalian pada ketika memutar arah dari Juanda ke arah Kota Malang, telah tepat. Keputusan mendaki Gunung Arjuna tidaklah sia-sia meski harus menempuh rintangan yg tak cuma menyeramkan namun benar-benar melelahkan.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/11/24/142500/3314128/1025/gunung-arjuno-di-jawa-timur-tidak-kalah-cantik-dengan-semeru
Terima kasih sudah membaca berita Gunung Arjuno di Jawa Timur, Tidak Kalah Cantik Dengan Semeru. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Gunung Arjuno Di Jawa Timur, Tidak Kalah Cantik Dengan Semeru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.