Goreng Kopi Sendiri, Bik Sari Ikut Festival 10.000 Cangkir Kopi

Berikut artikel Goreng Kopi Sendiri, Bik Sari Ikut Festival 10.000 Cangkir Kopi, Semoga bermanfaat

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seorang perempuan tua dengan kebaya bermotif bunga merah muda kelihatan menata beberapa meja kayu kecil di pinggir jalan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Di atas meja dia sediakan enam cangkir bagi kopi serta kacang rebus, singkong rebus serta tape gadung buat camilan. Untuk mengangkat meja kayu ke pinggir jalan, Bik Sari meminta bantuan tetangganya.

“Ini segala hasil kebun aku sendiri dan aku olah sendiri,” kata perempuan yg akrab dipanggil Bik Sari (65) kepada KompasTravel, Sabtu (5/11/2016).

(BACA: Berakhir Pekan di Banyuwangi, Ada Festival Ngopi Sepuluh Ewu)

Ia mengaku sengaja mempersiapkan semuanya sejak sore hari agar pengunjung yg tiba tak kecewa dan dapat menikmati kopi buatannya.

“Panen kacang ada sesuatu timba sama ada singkong. Semua aku siapkan dan siapa pun yg tiba boleh makan. Mau di bawa pulang juga nggak apa apa,” katanya sambil tersenyum.

Untuk kopi, Bik Sari mengaku membeli sendiri biji kopi sebanyak beberapa kilogram dahulu disangrai dan ditumbuk sendiri.

(BACA: Rujak Kelang Khas Muncar Banyuwangi, Rasanya Campur-campur)

Padahal sebelumnya dia dijanjikan mampu bubuk kopi buat disajikan pada pengunjung yg tiba pada festival tahunan yg masuk dalam agenda Festival Banyuwangi.

Pada tahun sebelumnya, Bik Sari mengaku mendapatkan sebungkus kopi buat disajikan.

“Sebungkus kopi bubuk tetapi ya nggak cukup jadi aku terus lebihkan bagi yg mampir kebagian. Untuk tahun ini mungkin kopinya dibagi agak malaman,” ungkapnya.

Untuk air panas dia menyediakan beberapa termos besar air panas yang  diletakkan di bawah meja agar tak perlu pulang seandainya kekurangan air panas karena rumahnya berada di gang belakang jalan utama.

Acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu baru dimulai sekitar jam 7 malam dan dihadiri segera oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Namun, menurut Bik Sari, banyak pengunjung yg berdatangan sejak sore hari. “Mereka mampu menikmati kopi yg aku seduh ini. Nggak usah nunggu malam,” katanya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, perempuan yg tinggal seorang diri tersebut mengaku bertani dan mengolah sendiri tanah miliknya.

Suaminya telah meninggal dua tahun yg dahulu dan anak semata wayangnya telah menikah dan tinggal di desa tetangga.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/07/070500427/goreng.kopi.sendiri.bik.sari.ikut.festival.10.000.cangkir.kopi
Terima kasih sudah membaca berita Goreng Kopi Sendiri, Bik Sari Ikut Festival 10.000 Cangkir Kopi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Goreng Kopi Sendiri, Bik Sari Ikut Festival 10.000 Cangkir Kopi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.