“Golden Ticket” Untuk Para Pekerja Industri Pariwisata ASEAN

Berikut artikel “Golden Ticket” untuk Para Pekerja Industri Pariwisata ASEAN, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Negara-negara di ASEAN baru saja kembali mensosialisasikan Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP) di acara konferensi internasional yg dilaksanakan 8-9 Agustus 2016, di Jakarta.

Bagi Anda yg belum jelas, MRA-TTP adalah pengaturan antara negara ASEAN yg dirancang bagi memfasilitasi mobilitas profesional pariwisata, pertukaran keterangan tentang praktik kerja terbaik, memberikan peluang kerja sama dan pembangunan kapasitas SDM yg merata se-ASEAN, tidak kalah utama sebagai penentu standar pekerja pariwisata di ASEAN.

Singkatnya, MRA-TP yg berbentuk sertifikat adalah ‘golden ticket’ buat para pekerja di industri pariwisata se-ASEAN. Sertifikat MRA-TP adalah lambang standarisasi pekerja yg dibagi menjadi lima tingkat. Di era pasar bebas ASEAN, standarisasi pekerja ini dinilai sebagai hal yg penting.

I Gusti Putu Laksaguna, ASEAN Tourism Professional Monitoring Comittee (ATPMC) Chairman menyampaikan ada keuntungan yg didapat dari MRA ini.

“Pertama karyawan mendapat pengakuan dan bukti dia memiliki kemampuan yg digunakan buat mencari pekerjaan. Kedua bagi industri pariwisata misalnya hotel, ada Undang Undang No 10 tahun 2009, menyatakan bahwa segala tenaga kerja di bidang pariwisata harus milik standar kerja kompetensi,” kata Putu di acara jumpa pers MRA-TP di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Putu juga menjelaskan keuntungan lainnya, yakni pekerja mampu mendapatkan sertfikat tanpa perlu syarat minimal pendidikan. “Artinya kalau dapat baca tulis hitung, sehat jasmani, mampu mengikuti tes ini. Bahasa Inggris mampu dipelajari,” kata Putu. 

ThinkStock ILUSTRASI – Resepsionis hotel

Namun demikian, Putu tidak memungkiri seandainya MRA ini masih mengalami kendala, terutama di Indonesia, yakni harganya yg cukup mahal. “Kalau tak salah sesuatu unit sertifikat itu Rp 350.000, tentu berat untuk para pekerja level bawah. Untuk itu sementara ini pemerintah memberikan subsidi atau sertifikasi yg gratis,” kata Putu.

Selain itu kendala bahasa Inggris juga masih terasa, namun pemerintah tetap mendorong para pelaku industri wisata buat belajar bahasa internasional ini.

Untuk memudahkan para pekerja di industri pariwisata, para pemangku kebijakan launching situs ATPRS (The ASEAN Tourism Professional Registration System), sebuah wadah online buat para pelaku industri wisata baik itu stakeholder seperti hotel, restoran, operator tur, dan lainnya, terhubung dengan para pekerja ASEAN yg bersertifikat MRA. 

Situs www.atprs.org juga menjelaskan secara rinci langkah dan pengaturan yg diambil untuk para pekerja industri pariwisata buat mendapatkan sertifikat MRA-TP. 

Pertumbuhan pariwisata di ASEAN dari rentang tahun 2005-2012 mengalami pertumbuhan paling pesat di dunia, dengan persentase 8,3 persen. Padahal pertumbuhan pariwisata global cuma mencapai 3,6 persen. Tahun 2013 ada 92,7 juta wisatawan mancanegara yg berkunjung ke ASEAN.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/10/084200527/.Golden.Ticket.untuk.Para.Pekerja.Industri.Pariwisata.ASEAN
Terima kasih sudah membaca berita “Golden Ticket” untuk Para Pekerja Industri Pariwisata ASEAN. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Golden Ticket” Untuk Para Pekerja Industri Pariwisata ASEAN"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.