Gimana Sih Rasanya Memotret Lawang Sewu Saat Malam?

No comment 125 views

Berikut artikel Gimana Sih Rasanya Memotret Lawang Sewu Saat Malam?, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Bangunan Lawang Sewu di Kota Semarang masih menjadi magnet kuat bagi objek fotografi. Lalu, apa perbedaan yg dirasakan oleh fotografer ketika mengambil gambar di kala malam atau siang?

 

Cukup dilema motret malam di Lawang Sewu, Semarang. Satu sisi ingin mendapatkan hasil beda, sisi yang lain terganjal satu di luar akal pikiran. Berani enggak moto malam di Lawang Sewu? Tanya rekan ketika berjumpa rekan yg tinggal di Semarang. Waktu itu yg kesekian kalinya berlibur di sana. Pertanyaan sekaligus tantangan niat, sebagai fotografer peminat panorama telah terbayang pasti hasilnya beda seandainya dikerjakan ketika siang yg pernah lakukan dua kali. Namun kendala di luar nalar tak gampang bagi segera mengiyakan.

 

Lawang Sewu, yg artinya pintu seribu, salah sesuatu ikon wisata yg sangat populer di kalangan pelancong. Tidak heran mereka yg pertama kali ke Semarang wajib ke sini. Bangunan bersejarah yg di untuk jaman kolonial Belanda, dulunya berupa kantor administrasi perusahaan kereta api Belanda. Setelah menjalani renovasi, konservasi dan revitalisasi, fungsinya beralih sebagai museum. 

 

Pastinya seandainya dihitung jumlah pintu tak sampai seribu. Hanya saja karena jumlahnya banyak di anggap setara dengan angka seribu, yg dulunya termasuk banyak. Bangunan yg di katakan pintu sebenarnya adalah jendela. Karena bentuknya besar lebih tepat di sebut pintu. Apapun penyimpangan penyebutan dan fakta di lokasi, bangunan ini sangatlah eksotik. Corak seni sangat kental dan kelihatan jelas. Karenanya tak sedikit yg berminat tiba ke sini.

 

Sayangnya, selain memiliki nilai sejarah dan seni tinggi, masa kelam yg pernah di laluinya membuat sebagian pengunjung mengalami hal-hal yg di luar nalar ketika berkunjung. Tidak segala pengunjung pastinya. Bagi aku pribadi telah 4 kali ke sini. Semuanya siang. Tujuannya tak yang lain berwisata sekaligus menyalurkan hobi foto. Pengalaman pribadi 2 kali aman dan lancar tanpa ada gangguan, namun 2 kali juga mengalami satu ya itu tadi di luar nalar dan logika. Lebih tepatnya cuma sugesti subyektif saja yg belum tentu orang yang lain mengalaminya.

 

Meski telah mengalami renovasi yg hasilnya lebih cantik dan nyaman, tetap saja masih ragu. Selain belum pernah datang, apalagi memotret malam hari, masih terbawa ingatan pengalaman sugesti subyektif tadi. Keinginan kuat mendapat hasil yg berbeda semakin menggebu akhirnya kuterima sekaligus menjawab tantangan tadi. Niat baik, tulus, dan doa, agar segala lancar.

 

Di temani pemandu dan 2 orang rekan kita tiba ketika malam hari sekiitar pukul 21.00 WIB. Berbekal kamera dan alat bantu tongkat kaki tiga bagi mendapat hasil optimal. Bedakah seandainya tiba siang? Yang ku rasakan beda. Tidak panas di banding tiba siang. Hanya saja karena masih ada sedikit trauma tak seluruh sudut lokasi kalian datangi. Rasanya lega setelah kita anggap cukup mengisi kartu memori. Cukup puas dengan hasilnya, lancar tak ada gangguan.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/27/140400/3396553/1025/gimana-sih-rasanya-memotret-lawang-sewu-saat-malam
Terima kasih sudah membaca berita Gimana Sih Rasanya Memotret Lawang Sewu Saat Malam?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Gimana Sih Rasanya Memotret Lawang Sewu Saat Malam?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.