Festival Layang-layang Warnai Langit Pantai Boom, Banyuwangi

No comment 125 views

Berikut artikel Festival Layang-layang Warnai Langit Pantai Boom, Banyuwangi, Semoga bermanfaat

Banyuwangi – Sabtu (6/8) kemarin baru saja berlangsung Festival layang-layang di Pantai Boom, Banyuwangi. Wisatawan dalam dan luar negeri dibuat terpesona, dengan aneka layang-layang yg menghiasi langit.

Kite Festival atau Festival Layang-layang yaitu rangkaian dari 53 event Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016.‎ Untuk tahun ini,‎ Kite Festival bertema Segara Banyuwangi. Segara dalam bahasa Indonesia artinya laut. Beraneka ragam bentuk layang-layang hias mengikuti festival yg dilombakan ini. Mulai dari bentuk ikan, perahu hingga penyu tampil di langit Banyuwangi.

“Kita bawa layangan tukik. Ukurannya hampir beberapa meter. Kalau dari jauh terlihat kecil ya?,” ujar Suwandi, salah sesuatu peserta lomba kepada detikTravel.

Layangan yg diterbangkan dalam festival ini, terbuat dari berbagai bahan dan berbagai ukuran. Mulai bahan kain, plastik dan kertas, dengan panjang bentangan minimal 50-70 cm bagi layangan bandetan, dan 1,5 meter bagi layangan hias dan suwangan.

Dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Wawan Yadmadi, ‎ada 4 kategori yg dilombakan, yakni layangan hias, bandetan, buntutan dan suwangan.

“Khusus layangan hias, peserta wajib menampilkan layangan dengan corak yg sesuai dengan tema kelautan. Seperti ikan, perahu jukung, atau penyu. Peserta bebas berimprovisasi dengan aneka kreasinya. Sementara Bandetan itu layangan diadu. Sementara Suwangan itu dinilai dari suara dan gemerlap lampunya. Suwangan mulai digelar malam hari,” ujar Wawan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas juga turut bermain layang-layang. Bupati Anas turut menerbangkan layang-layang berbentuk tukik‎. Sambil berlari menerbangkan layang-layang Bupati Anas tertawa mengenang masa kecil.

“Wah ingat dahulu ketika kecil. Ini permainan tradisional rakyat Banyuwangi. Kita selalu lestarikan,” ujarnya.

Menurut Bupati Anas, ‎ada filosofi dalam permainan layang-layang ini. Saat mengendalikan layang-layang, pemain harus menjaga keseimbangan layang-layang. Tak cuma itu, layang-layang harus ditarik dan diulur agar mampu menukik atau terbang.

“Kita belajar kehidupan dalam bermain layang-layang ini. Harus ada keseimbangan dan tarik ulur. Dan orang bermain layang-layang itu biasanya tidak terasa telah hitam. Saking senangnya bermain. Dan ini filosofinya orang harus memiliki tujuan dan fokus dan tidak terasa mampu berhasil,” ungkap Bupati Anas.

Selanjutnya, kata Bupati Anas, ajang ini mulai digelar dengan skala lebih besar lagi. ‎Pemkab Banyuwangi mulai menggelar festival layang-layang nasional.

“Kita mulai gelar kegiatan ini lebih besar. Kita bagi secara nasional,” tambahnya.

Dalam ajang ini, secara mengejutkan panitia dan masyarakat Banyuwangi memberikan suprise kepada Bupati Anas. Sebuah kue tart dan tumpeng nasi kuning segera disodorkan kepada orang nomer sesuatu di Banyuwangi ini. Hari ini tepat 6 Agustus 2016 yaitu ulang tahun Bupati Anas. Didepan rakyatnya, Bupati Anas memotong kue tart dan tumpeng.

“Terima kasih atas perhatiannya. Doa aku di ulang tahun ini semoga Banyungi sejahtera,” ujarnya.

(aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/07/121002/3270024/1382/festival-layang-layang-warnai-langit-pantai-boom-banyuwangi
Terima kasih sudah membaca berita Festival Layang-layang Warnai Langit Pantai Boom, Banyuwangi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Festival Layang-layang Warnai Langit Pantai Boom, Banyuwangi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.