Empat Kuliner Murah Dan Legendaris Di Pasar Gede Solo

No comment 95 views

Berikut artikel Empat Kuliner Murah dan Legendaris di Pasar Gede Solo, Semoga bermanfaat

SURAKARTA, KOMPAS.com – Pasar Gede Hardjonagoro atau biasa disebut Pasar akan dibangun tahun 1929 di atas tanah punya Keraton Kesunanan Surakarta dan diresmikan setahun kemudian. Bangunan pasar hasil rancangan arsitek keturunan Belanda Thomas Karsten ini menyimpan banyak kenangan sejarah termasuk dalam hal kuliner.

Sederet kuliner-kuliner legendaris yg akan mengiringi perjalanan Pasar Gede dapat ditemui di dalam. Berikut KompasTravel berikan dua rekomendasi aneka kuliner tradisional nan melegenda yg dapat dicicipi di Pasar Gede.

1. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Di warung Es Dawet Bu Dermi, Anda mulai menemukan ramuan es dawet tradisional Solo yg turun-temurun tiga generasi. Semangkuk es dawet ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, biji telasih, cairan gula dan santan dengan tambahan es batu mulai menyegarkan tenggorokan setelah mengelilingi Pasar Gede.

Rut Tulus Subekti, sosok di balik jajanan Dawet Telasih Bu Dermi. Ia adalah generasi ketiga yg kini meneruskan usaha es dawet yg akan berjualan sejak tahun 1930-an di Pasar Gede.

(BACA: Yuk, Coba Es Dawet Legendaris Langganan Jokowi di Pasar Gede Solo)

2. Brambang Asem

Brambang Asem adalah makanan yg lama tidak terdengar. Kuliner Brambang Asem terdiri daun ubi dicampur sambal asam jawa yg terasa pedas dan manis.

Di sampingnya ada tempe gembos dimasak bacem. Tempe gembos sendiri berbeda dengan tempe biasa karena terbuat dari ampas tahu bukan kacang kedelai.

Brambang Asem dikenal sebagai kudapan masyarakat yg tinggal di desa-desa kecil Solo. Yu Sum mengatakan, biasanya Brambang Asem disantap pada siang hari bersama teh hangat.

(BACA: Pedas dan Manis Goyang Lidah Ala Kuliner Ndeso Brambang Asem)

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Kuliner Brambang Asem terdiri daun ubi dicampur sambal asam jawa yg terasa pedas dan manis.

3. Lenjongan

Jajanan tradisional zaman penjajahan Lenjongan adalah jajanan tradisional Solo yg sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Lenjongan terdiri dari dua jenis makanan, misalnya tiwul, ketan hitam, ketan putih, gethuk, sawut, cenil, dan klepon. Penjual Lenjongan di Pasar Gede Yu Sum (56) menceritakan, sejak zaman penjajahan, lenjongan sudah dikenal sebagai jajajan di Solo.

Usaha lenjongan dimulai dari generasi nenek Yu Sum hingga kini anak perempuannya ikut berjualan lenjongan di Pasar Gede.

(BACA: Jajanan Tradisional Sejak Zaman Belanda Ini Ramai Diburu)

4. Nasi Tumpang

Coba kuliner unik murah meriah berbahan tempe busuk yg memikat selera di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo yakni Nasi Tumpang.

Nasi tumpang disajikan dengan tambahan tahu putih dan daun bayam rebus. Nah, tempe yg sudah diolah disiramkan di atas daun bayam serta tahu rebus.

“Jual nasi tumpang di Pasar Gede sejak zaman mbah buyut. Resepnya turun temurun. Saya sendiri generasi keempat yg jual nasi tumpang,” ungkap Harini.

(BACA: Olahan Tempe Busuk Murah Meriah nan Menggugah Selera)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/25/063500027/empat.kuliner.murah.dan.legendaris.di.pasar.gede.solo
Terima kasih sudah membaca berita Empat Kuliner Murah dan Legendaris di Pasar Gede Solo. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Empat Kuliner Murah Dan Legendaris Di Pasar Gede Solo"