Disuapi Gadis Cantik Di Buton

No comment 114 views

Berikut artikel Disuapi Gadis Cantik di Buton, Semoga bermanfaat

BUTON, KOMPAS.com – Sebuah pesta tentu tidak lengkap tanpa ada sesi makan bersama. Di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara makan bersama biasa disebut pekande kandea.

Pekande kandea ini dulu dikerjakan buat merayakan prajurit yg baru pulang berperang, makan bersama-sama,” kata La Ode Muhamad Syahrial, Khatib Masjid Agung Keraton Buton di acara Festival Budaya Tua Buton, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/8/2016).

Zaman bergulir, pekande kandea diselenggarakan sebagai rangkaian dari acara pesta adat seperti pesta akil balik, pasusu (penindikan telinga untuk  anak perempuan) atau tandaki ( khinatan buat anak laki-laki), pesta pernikahan, pesta panen, sampai acara kematian.

Uniknya di pekade kandea, makan dikerjakan dengan cara tidak biasa. Altivitas makan dikerjakan sembari suduk bersama berhadap hadapan dengan dulang di bagian tengah.

Dulang adalah tempat makan yg terbuat dari kuningan berisikan lauk pauk dan aneka kue. Dulang ditutup oleh panamba, tudung saji yg dihias dengan ornamen cantik.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Dulang adalah tempat makan yg terbuat dari kuningan berisikan lauk pauk dan aneka kue. Dulang ditutup oleh panamba, tudung saji yg dihias dengan ornamen cantik.

Setelah doa syukur dipanjatkan, panamba disibak dan nampaklah beragam lauk pauk khas Buton. Seperti ikan dole (ikan goreng tumbuk), lopu lopu (beras ketan), nosu waluyo (ayam masak kelapa) dan sayur kopohu (sayur jantung pisang).

Inilah ketika yg paling ditunggu, makan dari suapan seorang gadis Buton. Di pekande kandea ada seorang gadis lajang penjaga talang, ia bertugas melayani para tamu dengan menyuapi atau mengambilkan lauk.

“Jadi zaman lalu pacaran tidak mampu seperti sekarang ini. Pekande kandea menjadi ajang bertemu pemuda dan para gadis. Setelah disuapi mereka mulai mengobrol. Pemuda setelah makan juga harus bayar, tetapi bayarnya terserah,” kata Sarsina, penduduk lokal Buton kepada KompasTravel.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Tak cuma gadis, ibu-ibu juga menolong menjaga talang. Hal unik lainnya, para penjaga talang ini sudah menyiapkan kotak dan pelastik bagi mempersiapkan bila ada tamu yg ingin membungkus makanan bagi dibawa pulang.

Namun sekarang bukan cuma gadis, ibu-ibu juga menolong menjaga talang.  Hal unik lainnya, para penjaga talang ini sudah menyiapkan kotak dan pelastik bagi mempersiapkan bila ada tamu yg ingin membungkus makanan bagi dibawa pulang. Inilah khazanah lokal setempat yg menjadi daya tarik Buton.

Pekande kandea adalah rangkaian acara dari Festival Budaya Tua Buton yg diselelanggarakan tanggal 19-24 Agustus 2016. Ini adalah acara rutin tahunan Kabupaten Buton dalam rangka melestarikan budaya dan ajang promosi Buton sebagai destinasi wisata.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/24/191500227/disuapi.gadis.cantik.di.buton
Terima kasih sudah membaca berita Disuapi Gadis Cantik di Buton. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Disuapi Gadis Cantik Di Buton"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.