Dingo Dan Dingiso, Hewan Papua Yang Jarang Orang Lihat

Ugimba – Burung Cendrawasih adalah satwa khas Papua. Tapi ada juga dingo dan dingiso, hewan yg sulit dilihat orang karena hidup di dekat puncak tertinggi Indonesia!

Alam Papua memang masih menjadi misteri. Flora dan fauna di sana belum banyak dijumpai apalagi diteliti. Seperti beberapa hewan berikut ini yg mungkin namanya saja baru pertama kali Anda dengar: dingo dan dingiso.

“Dua hewan itu adanya di dekat puncak tertinggi Indonesia, Puncak Carstensz di Papua. Belum banyak orang yg melihatnya,” ujar Maximus Tipagau, salah seorang tokoh pemuda masyarakat Suku Moni di Desa Ugimba, Kabupaten Intan Jaya kepada detikTravel, Kamis (26/5/2016).

Dingiso, yg bentuknya seperti koala (BBC Earth)

Kita akan dari dingiso dulu, nama ilmiahnya adalah Dendrolagus mbaiso. Hewan ini yaitu hewan endemik sejenis kangguru pohon. Bentuknya, mirip seperti koala yg ada di Australia cuma saja bulunya berwarna hitam. Ukurannya pun lebih besar, serta milik garis putih di badannya.

Dingiso adalah hewan herbivora yg makanannya daun dan buah-buahan. Habitat Dingiso ada di sekitar kawasan Pegunungan Tengah dekat Puncak Carstensz. Tepatnya di sekitar ketinggian 4.000 mdpl dan tidak pernah turun dari sana!

“Dia cuma ada di hutan-hutan di sekeliling Puncak Carstensz. Ini hewan sangat sulit ditemui karena di atas pohon. Bagi kalian Suku Moni, kita yakin mereka adalah leluhur kami,” terang Maximus yg juga pemilik operator tur Adventure Carstensz.

Dingiso yg cuma ada di ketinggian 4.000 mdpl (BBC Earth)

Selanjutnya adalah dingo (Canis lupus), yg juga hidup di ketinggian yg sama dengan dingiso. Dingo adalah anjing liar yg hidup di kawasan Australia dan Asia Tenggara. Anjing ini mirip anjing biasa dan serigala, karena kalau dalam ilmu biologi, dingo berasal dari keluarga Canidae.

Dingiso yg dipotret oleh Maximus (Istimewa/Maximus)

Bagi masyarakat Suku Moni, mereka menyebutnya dengan nama Sege Home yg berarti penjaga siang dan malam. Penjaga yg dimaksud, artinya anjing ini menjaga Puncak Carstensz yg dikeramatkan oleh dua suku-suku di Papua.

“Anjing ini yakin tak yakin sangat sulit ditemui. Anjing ini cuma mampu dilihat oleh orang yg milik hak wilayat (hak tanah adat), seperti dari keturunan Tipagau dan Kobogau. Tak sembarang orang dapat melihat, kalau pun dapat melihatnya dia sangat beruntung,” papar Maximus.

Maximus sendiri pernah bertemu dingo ketika sedang berada di Basecamp Danau-danau, titik kemping terakhir sebelum mendaki Puncak Carstensz di ketinggian 4.300-an mdpl. Karena Maximus sendiri adalah keturunan Tipagau, anjing ini pun sangat jinak kepadanya.

Dingo yg dipercaya sebagai penjaga Puncak Carstensz (Istimewa/Maximus)

Karena habitatnya yg berada di ketinggian 4.000 mdpl, dingo dan dingiso pun jarang sekali bertemu dengan manusia. Tapi yg disayangkan, menurut Maximus belum ada lembaga-lembaga lignkungan ataupun dari pemerintah yg meneliti tentang hewan ini.

“Ya sayang sekali, belum ada yg meneliti tentang hewan ini. Padahal dingo dan dingiso itu sangat unik, maka kalian minta kepada pemerintah dalam hal ini khususnya Kemenhut dan pihak Taman Nasional Lorentz melakukan penelitan. Agar ketahuan masih berapa jumlahnya dan mampu dilestarikan. Jangan sampai punah, dingo dan dingiso juga ‘harta’ dari Papua,” pungkas Maximus.
(aff/krn)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/26/165500/3218673/1519/dingo–dingiso-hewan-papua-yang-jarang-orang-lihat
Terima kasih sudah membaca berita Dingo dan Dingiso, Hewan Papua yang Jarang Orang Lihat. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dingo Dan Dingiso, Hewan Papua Yang Jarang Orang Lihat"