Dinamika Kota “Pulau Dewata”

No comment 85 views

Berikut artikel Dinamika Kota “Pulau Dewata”, Semoga bermanfaat

SUASANA pantai matahari terbit di Pantai Sanur, Kota Denpasar, Bali, tidak seramai wisatawan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, ketika melepas matahari terbenam di ufuk barat. Namun, panorama munculnya matahari di Sanur tersebut tidak kalah indah dari panorama tenggelamnya matahari di Kuta.

Begitu pula hiruk pikuk Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali meramaikan pilihan wisatawan. Ragam kuliner menu lokal, Nusantara, hingga masakan India adalah Denpasar tempatnya.

Sightseeing Denpasar dengan slogan The Heart Of Bali yaitu andalan Kota Denpasar membangun identitasnya. Sightseeing Denpasar dibangun dilandasai semangat bagi mengekspresikan karisma Kota Denpasar sebagai kota wisata budaya yg dinamis sekaligus sebagai denyut nadi Pulau Bali.

Denpasar juga yaitu kota wisata budaya yg dinamis sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, informasi, termasuk juga sebagai pusat kajian sejarah, seni, dan budaya. Multikultural ciri dari perkotaan memperkuat toleransi masyarakat dalam pembauran.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan mengabadikan pesona matahari terbit dari balik Gunung Rinjani di Pulau Lombok yg kelihatan dari Pantai Karang Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (16/8/2016).

Bicara pariwisata Denpasar, Sanur menjadi denyutnya. Wisata Sanur berkembang, tapi tetap menjaga budaya, adat, dan lingkungan hidup. Kesadaran masyarakatnya menjadi tulang punggung uniknya wisata Sanur melalui Yayasan Pembangunan Sanur. Yayasan yg dimotori tokoh Sanur ini memotivasi warganya bagi juga mendukung pariwisata di daerahnya.

Selain Sanur, Denpasar masih memiliki segudang panorama, termasuk sebagai kota pusaka. Hutan mangrove, situs cagar budaya, legenda jalan Gajah Mada, Patung Catur Muka di nol kilometer, dan lapangan I Gusti Ngurah Made Agung lokasi perang puputan. Museum Bali dan Museum Monumen Perjuangan Rakyat Bali tidak kalah menarik buat dieksplorasi.

Jika Gianyar milik Pasar Sukawati, Denpasar milik Pasar Kumbasari. Sayangnya, pasar yg diunggulkan sebagai pusat kain khas Bali seperti endek atau songket ini belum tergarap maksimal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, potensi wisata Denpasar memang belum maksimal dieksplorasi. Kualitas sumber daya manusianya juga masih selalu ditingkatkan melalui uji kompetensi.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Hutan mangrove di Denpasar, Bali, ini selain menjadi kawasan konservasi juga menjadi tempat wisata ekologi.

Saat ini sumber daya manusia pendukung pariwisata tercatat sekitar 7.000 orang. Namun, cuma 1.000-an orang saja yg memiliki sertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi di Denpasar.

Urbanisasi mengalir dari penjuru Bali dan luar Bali. Denpasar juga masih seksi sebagai sasaran investasi, baik pemodal asing maupun domestik. Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Bali mencatat, Denpasar tetap diminati bagi investasi setelah Badung, nilainya sekitar Rp 15 triliun pada 2015.

Menggeliat

Pembangunan pun menggeliat di berbagai sudut kota, akan akomodasi wisata, mal, kuliner, hingga menjamurnya sekolah-sekolah pariwisata yg mencetak lulusan berkualitas. Tak heran seandainya Denpasar menyumbang pertumbuhan ekonomi Bali stabil sekitar 6,5 persen.

Berdasarkan letak geografis, Denpasar memang sangat strategis sebagai jantung Bali. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Badung, di sebelah timur Kabupaten Gianyar, di sebelah selatan Selat Badung, dan di sebelah barat juga dengan Kabupaten Badung. Baik Badung maupun Gianyar sama-sama unggul dalam pariwisata.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Kawasan Pantai Sanur, Denpasar, Bali, kelihatan dari udara, Sabtu (20/8/2016). Meskipun termasuk kawasan wisata, Pantai Sanur relatif lebih tenang dibandingkan dengan wisata pantai yang lain di Pulau Bali.

Menurut pengamat pariwisata yg juga Dekan Fakultas Pariwisata Universita Udayana I Made Sendra, Denpasar sebagai perkotaan dan pusat pemerintahan pastinya lebih dinamis.

Apalagi, beberapa kabupaten yg berbatasan dengan Denpasar yaitu wilayah pariwisata yg paling terkenal di Bali. Teknologi, lanjutnya, diharapkan dapat menunjang wisata dan bisnis penunjangnya.

Bisnis juga pasti lebih maju karena ketersediaan sumber daya ada dengan kualitas beragam. Dengan dinamisnya Denpasar, Sendra menilai, zonasi menjadi utama dan ini belum maksimal diwujudkan. Ia khawatir sejumlah tempat tak sesuai dan dapat menggusur daerah berpotensi wisata sejarah karena kebutuhan ekonomi dan desakan penduduk.

Di era digital, anak muda Denpasar pun makin kreatif dan berinovasi. Beberapa karya ini sebagai semangat mempermudah calon wisatawan mengenal Denpasar seperti aplikasi pencari kebutuhan dari Allbenear, animasi-animasi yg memunculkan karakter Bali. Pemerintah setempat mendokumentasikan cagar budaya menunjang konsep smart city di bidang pariwisata.

”Banyak memang keterangan yg tersedia dan mampu diunduh melalui telepon pintar. Karenanya, produk penyedia jasa keterangan seluruh ada ini sebagai pembuktian anak muda Denpasar kreatif dan turut mendukung pariwisata Bali,” kata I Made Arya Bratha. pencetus Allbenear.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Patung Catur Muka di kawasan nol kilometer Denpasar, Bali, Jumat (19/8/2016).

Persoalan keamanan utama buat wisatawan. Denpasar cukup nyaman buat pelancong mengelilingi kota. Kriminalitas yg mengganggu turis hampir tidak ada dibandingkan dengan wilayah Kuta, Kabupaten Badung.

Berwarnanya Denpasar memperkuat Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Meski dinilai masih lemah di bidang transportasi. Sendra mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar harus bisa menyediakan kantong-kantong transportasi layak wisata mengelilingi atau city tour yg khas.

Ini juga utama sebagai ikon wisata. Contohnya Thailand yg menyediakan transportasi khusus yg khas bak kereta wisatawan bagi keliling kota.

Pekan lalu, Pemerintah Kota Denpasar membuka ruang buat masyarakat seni dan budaya, Denpasar Art Space, di lantai 2 Gedung Merdeka, Denpasar. Di lantai 1 gedung ini tersedia Tourist Information. Lokasi ini dilahirkan sebagai upaya memunculkan tempat edukasi, apresiasi, aktivitas, dan kreativitas seni budaya.

Harapannya, lokasi ini juga menyokong perkembangan pesatnya pariwisata. Tentu saja dapat mengimbas kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Warga dan wisatawan mengikuti yoga bersama yg rutin diadakan setiap pagi di Pantai Karang Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (19/8/2016). Selain menjadi tempat menikmati matahari terbit, kawasan pesisir Sanur juga menjadi favorit wisatawan bagi berolahraga pagi, seperti lari, bersepeda, dan yoga.

Tak cuma itu, Pemkot tengah gencar mempersolek warna-warni wajah kota serta ruang-ruang publik yg nyaman dan aman. Air mancur menari, bermusik dan bercahaya warna-warni menghiasi ruang-ruang tersebut, seperti di lapangan Lumintang, air mancur Catur Muka.

Pemkot meyakini tidak mampu berjalan sendiri. Perlu peran serta segala lapisan buat memperkenalkan Denpasar sebagai kota heritage, kota budaya, dan kota kreatif yg membuat kota ini kian menarik dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara, termasuk para pencinta seni dari segala penjuru dunia. (AYU SULISTYOWATI)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Agustus 2016, di halaman 22 dengan judul “Dinamika Kota ”Pulau Dewata”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/01/130400127/Dinamika.Kota.Pulau.Dewata.
Terima kasih sudah membaca berita Dinamika Kota “Pulau Dewata”. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dinamika Kota “Pulau Dewata”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.