Diintai Sejarah Di Kota Baku, Azerbaijan

No comment 93 views

Berikut artikel Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Modernitas yg bersanding dengan kekunoan adalah identitas ibu kota Baku kini. Jika traveler ingin melihat sisi kuno Baku, datanglah ke kota tua Icheri Seher.

Baku atau dalam bahasa Azerbaijan disebut Baki, adalah ibukota negara Azerbaijan. Nama Baku sendiri diambil dari bahasa Persia kuno, Badkube, yg artinya ‘deburan angin’. Kota seluas 2.130 km persegi ini dihuni oleh sekitar 2.122.300 penduduk.

Kota Baku dikenal kaya mulai peninggalan sejarah dan peradaban manusianya. Hidup di mutiara laut Kaspia ini bak hidup di beberapa dunia, karena seolah masa dulu dan masa depan hidup berdampingan.

Di sini Anda bisa dengan gampang melihat rumah hunian yg besar dengan gaya Tsar Rusia, Ottoman Turki, Persia dan Arab Islam. Juga terdapat sebuah kota tua berbenteng kokoh, lengkap dengan jalanannya yg berbatu dengan gang-gang sempit dan tak simetris, bangunan kuno dan situs sejarah yg menarik.

Namun di sisi lain, dengan pesatnya perkembangan pembangunan di kota ini, Anda bisa melihat bagaimana bangunan bergaya modern dan futuristik berdiri tegak di jantung kota Baku. Tapi di antara beberapa kontras ini, ada sesuatu yg bisa merangkum Baku. Yakni kota ini indah baik di siang hari maupun di malam hari.

Kali ini aku tidak sabar menceritakan bagaimana keseharian kalian yg tinggal di Baku. Karena kita di sini seolah diintai oleh sejarah tua dari kota ini. Berbeda dengan Jakarta, di mana Kota Tua juga ada dan kini (senangnya) juga telah akan jadi pilihan bagi berwisata, baik oleh warga Jakarta sendiri, wisatawan lokal hingga wisatawan asing.

Nah di Baku, kota tuanya itu berada tepat di nadi kota. Jadi mulai sulit bagi tak mengindahkan bagian ‘keramat’ dari kota ini. Apalagi kota ini terbilang mungil, terutama untuk aku yg tumbuh besar di Jakarta.

Wilayah kota tua di Baku disebut dengan Icheri sheher. Old city ini yaitu inti sejarah yg ada di kota Baku, kota tua ini telah dibangun pada abad ke 11-12.

Pada tahun 2000, Old City menjadi lokasi pertama di Azerbaijan yg dinobatkan oleh UNESCO menjadi World Heritage Site. Sangat gampang bagi mengetahui mana saja wilayah Old City di kota ini. Kompleks Old City ini memiliki jalanan yang  berbatu dengan keadaan bangunan tua nan cantik.

Sisi antik dari Baku ini memiliki dua tempat yg pantas Anda kunjungi. Di tempat  bersejarah ini Anda mampu mengunjungi dua situs bersejarah seperti Maiden’s Tower, Castle Synyk Gala, Shirvanshah Palace, Caravan Saray, Juma Mosque dan masih banyak lagi.

Selain itu juga terdapat dua kedai teh (karena orang Azerbaijan itu lebih banyak mengonsumsi teh dibandingkan dengan kopi), restoran yg menjual makanan khas Azerbaijan, art shop, antique shop hingga kedai sisha. Yuk kami kenali lebih jauh dua situs di Old City!

Pertama ada Maiden’s Tower yg berdiri pada Abad 8 BC, disebut juga sebagai Giz Galasi. Benteng 3 lantai ini memiliki kedalaman ke bawah hingga 15 meter dan memiliki ketinggian 30 meter di atas permukaan tanah.

Di atas puncak menara ini, Anda mampu menikmati pemandangan kota Baku dan Laut Kaspia yg memikat, ditambah terpaan angin kencang khas kota Baku. Anda mulai benar-benar merasa berada di City of the Winds.

Maiden’s Tower yaitu salah sesuatu ikon penting di Baku. Menara pengawas ini juga disebut sebagai Menara Perawan. Konon, menurut sejarah, seorang puteri perawan dari penguasa di sini, bunuh diri dengan menerjunkan tubuhnya dari puncak menara ini buat melarikan diri dari pengurungan.

Kemudian ada Istana Shirvanshah yg dibangun pada abad ke 12 oleh penguasa dari Dinasti Shirvanshah, Sultan Ibrahim I. Ketika sang penguasa tadi memindahkan ibu kota pemerintahannya dari Shemakha ke Baku akibat terjadinya gempa bumi.

Pembangunan istana ini sekaligus menjadi momen yg tepat bagi merenovasi Maiden’s Tower yg telah ada sebelumnya. Terdapat lima bangunan di dalam istana ini, dimulai dari bangunan utamanya, Divankhana, Mauloseum, Masjid, Tempat Mandi Istana.

Di istana ini juga terdapat dua makam. Kini bagi Anda yg berkesempatan berkunjung ke Istana Shirvanshah, Anda bisa masuk melalui Jembatan Murad dan mulai melihat dua toko suvenir. Jangan lupa bagi menawar harga yg telah ditentukan oleh pedagang, bilang saja ‘sok endirim’ yg artinya meminta potongan harga.

Lalu ada Fountain Square sebagai sebuah ruang terbuka publik yg berada paralel dengan kompleks kota tua. Tempat ini dipenuhi dengan pertokoan, butik, kedai shisa, restoran, hingga pub bagi kehidupan malam.

Tempat ini biasa dijadikan lokasi bagi meeting kasual bersama teman atau buat menghabiskan akhir minggu bersama. Fountain Square dimulai dari Istiglaliyyat Street hingga ke Nizami Street dan berbatasan dengan dinding kawasan Icheri Sheher.

Fountain Square juga disebut sebagai Torgovaya Street yg paralel dengan Baku Boulevard, tempat di mana terdapat butik-butik high fashion terpampang di muka jalannya. Masih di dalam wilayah Fountain Square ini terdapat dua taman yg menarik buat keluarga, juga teater bernama Carmen (Opera Ve Balet Teatri).

Bagi aku sendiri yg melihat dari kacamata seorang Indonesia, jujur aku kagum dengan bagaimana orang-orang Azerbaijan ini mampu dekat dengan sejarahnya. Seolah interaksinya dengan kekunoan kotanya tidak ada jarak dan menjadi bagian dari keseharian mereka.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/22/115000/3227782/1025/diintai-sejarah-di-kota-baku-azerbaijan
Terima kasih sudah membaca berita Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Diintai Sejarah Di Kota Baku, Azerbaijan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.