Dibalut Hening Lembah Sindoro-Sumbing

No comment 116 views

Berikut artikel Dibalut Hening Lembah Sindoro-Sumbing, Semoga bermanfaat

MELEPAS pandang dari lereng Sindoro, mata dan jiwa diteduhkan oleh hamparan hutan pinus, sawah, dan kebun tembakau di antara lekuk-lekuk bukit.

Meski kelihatan kendaraan yg dahulu lalang di jalur tengah Jawa Tengah, dari kejauhan tidak terdengar suara bising. Di antara Gunung Sindoro dan Sumbing, waktu seperti melambat, saatnya kami rehat sejenak.

Denis Wahyudi (21) memarkir sepeda motor matiknya, melepas helm, dulu turun dari kendaraan.

Setelah menggerak-gerakkan badan, dia dan beberapa orang temannya bergegas memesan teh hangat, kopi, dan tempe kemul di salah sesuatu warung di kompleks Wisata Alam Posong. Menunggu dua saat, pesanannya tersaji di meja kayu.

”Tempatnya pas untuk istirahat. Santai sebentar sebelum nglanjutin perjalanan,” ujar Denis, Kamis (9/2/2017), dalam perjalanan dari Purwokerto menuju Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu menyampaikan baru pertama kali mengunjungi destinasi wisata Posong.

Sebelumnya, dia cuma mendengar tempat itu dari dua temannya yg pernah singgah. Selain tentunya dari foto-foto di media sosial tentang obyek alam di tepi jalur tengah Jateng tersebut.

Tiga sekawan itu lantas melanjutkan obrolan santai mereka sambil mengunyah tempe berbalut adonan tepung dan kucai yg masih mengepulkan asap hangat.

Sesekali, mereka bertiga berswafoto bersama dari lokasi khusus yg sudah disediakan dengan latar belakang hamparan lembah Sindoro-Sumbing.

Lokasi Wisata Alam Posong di Desa Tlahab, Kecamatan Kedung, Temanggung, memang terbilang strategis. Tepat di sisi utara jalur penghubung Wonosobo-Temanggung yg berkelok.

Dari gardu pembelian tiket di dekat jalan utama, pengunjung cuma perlu menempuh 3,5 kilometer lagi hingga sampai di obyek yg dikelola warga dan pemerintah desa setempat itu.

Perjalanan melintasi kebun kopi dan tembakau pun nyaman dengan jalan lebar dan berlapis batu makadam.

Pengelola Wisata Alam Posong, Zuniyanto, mengisahkan, destinasi wisata seluas 1,2 hektar itu dikembangkan pemuda setempat akan 2010.

”Sejak dahulu Posong menyimpan potensi wisata. Untuk itu, setelah berembuk dengan kepala desa, kalian sepakat mengembangkan lokasi ini secara bertahap,” ujarnya.

Nurziyo, pengelola Wisata Alam Posong yg lain, menuturkan, pemerintah desa berinisiatif mengajukan anggaran Rp 9 miliar ke pemerintah kabupaten mesti cuma disetujui Rp 5 miliar.

Matahari terbit

Menurut Nurziyo, pengunjung umumnya tiba bagi menyaksikan matahari terbit.

”Setiap hari, sekitar 100 pengunjung datang. Jumlah itu meningkat sepuluh kali lipat ketika akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu. Ke depan, kita mulai tidak mengurangi wahana seperti flying fox dan tempat outbond,” ujarnya.

Lokasi yang lain di lembah Sindoro-Sumbing yg sedang dikembangkan menjadi obyek wisata adalah Sedengkeng Pass di Desa Petarangan, yg masih di Kecamatan Kledung. Bedanya, seandainya Posong berada di lereng Sindoro, lokasi ini di lereng Gunung Sumbing.

Obyek wisata ini akan viral di media sosial media sejak pertengahan 2016. Banyak foto menyuguhkan lanskap lembah dari ketinggian. Bahkan dari lokasi ini, laut Jawa di Pantai Utara pun terlihat.

KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Wisatawan menikmati keindahan alam dari Sedengkeng Pass, di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/2/2017). Kawasan setinggi 1.823 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Sumbing tersebut, menawarkan keindahan alam lembah Gunung Sindoro-Sumbing dari ketinggian. Obyek wisata tersebut dirintis oleh warga setempat.

Namun, jalan menuju Sedengkeng Pass cukup ekstrem. Dari jalan utama, mobil dan motor mesti melintasi perkampungan dan jalan sempit, berkerikil, serta menanjak sepanjang 5 kilometer.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/12/164200527/dibalut.hening.lembah.sindoro-sumbing
Terima kasih sudah membaca berita Dibalut Hening Lembah Sindoro-Sumbing. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dibalut Hening Lembah Sindoro-Sumbing"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.