Di Teras Sedasa, Sup Ayam Kampungnya Juara

No comment 110 views

Berikut artikel Di Teras Sedasa, Sup Ayam Kampungnya Juara, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Hujan deras masih mengguyur Kota Purwokerto pada malam Minggu (15/7/2016). Air hujan seperti memukul-mukul atap teras rumah di Jalan Mas Cilik nomor 10 di kota ini. Suaranya bising.

Sementara, hujan memang terus karib dengan hawa dingin yg diam-diam akan terasa di sekujur tubuh. Semangkuk penuh sup panas dengan potongan-potongan daging ayam kampung, komplet dengan makaroni, wortel, serta taburan  bawang goreng yg terhidang, rasanya pantang bagi dilewatkan. “Ini salah sesuatu menu andalan kami,”  kata Maria Theresia Sukmaningdiah Dwiannaningsih atau karib disapa Nana.

Nana tak sendirian malam itu. Bersama sang suami, Yoseph Ari Ishartanto, perempuan penyuka warna hitam itu, mengisahkan ihwal membangun bisnis kuliner sejak beberapa tahun silam dari hobi memasaknya. “Sejak kecil, aku suka memasak,” kata Nana.

Ditambah lagi, lantaran hingga kini, Nana berstatus ibu rumah tangga, jadilah hobi memasak itu mendapatkan perwujudannya. “Setiap hari, aku kan mau enggak mau, masak buat keluarga,” tuturnya.

Untuk tidak mengurangi kepiawaian memasak, lanjut Nana, ia mengoleksi banyak buku tentang memasak. Tak hanya itu, acara televisi favorit Nana, sampai sekarang, ya saluran yg ada tayangan memasak.

Josephus Primus Anak-anak menikmati ayam kriuk Teras Sedasa. Tempat makan di Jalan Mas Cilik 10, Purwokerto, Jawa Tengah ini dikelola oleh pasangan suami istri Yoseph Ari Ishartanto dan Maria Theresia Sukmaningdiah Dwiannaningsih.

Masakan ibu

Josephus Primus Tampak depan Teras Sedasa di Jalan Mas Cilik 10, Purwokerto, Jawa Tengah.

Ihwal sup, Nana memang milik pengalaman tersendiri. Kisahnya lekat pada kenangan dengan sang ibu, Prameswari Rohingsih. “Ibu kadang membuatkan menu sup bagi keluarga,” kata Nana mengenang pengalaman masa kecil bersama ibu di Purbalingga, Jawa Tengah.

Kata Nana, sup adalah masakan andalan ibu, kelahiran Semarang 20 Oktober 1950. “Ibu sehat sampai sekarang, puji Tuhan,” kata Nana.  

Bahkan, untuk ibu, sup adalah obat ampuh ketika anak-anak jatuh sakit. “Waktu kami, anak-anak sakit, menu sup itu juga yg jadi obatnya,” tutur Nana, anak kedua dari empat bersaudara itu.

Belum lekang dalam kenangan Nana betapa aroma dan rasa sup buatan ibu sungguh-sungguh luar biasa. “Bayangkan, sup yg segar, panas, dengan lada dan bawang putihnya!” ujar perempuan kelahiran Purbalingga pada 18 November 1973 itu menegaskan.

“Ïbu yakin loh sup dapat membuat kami, anak-anaknya cepat sembuh,” kata Nana lagi.

Asal tahu saja, lanjut Nana, sup buatan ibu tak banyak isinya. Racikan yg sangat istimewa itu justru cuma terdiri dari daging ayam, wortel, daun bawang dan seledri. “Itu macam sup (berkuah) bening,” kata ibu tiga anak ini.

Maka dari itulah, kenang-kenangan mulai sup buatan ibu yg menjadi alasan kuat memperkenalkan resep keluarga tersebut kepada lebih banyak orang, melalui Teras Sedasa. Resep lama yg nyata dibuat dengan landasan cinta kasih dalam racikannya. “Tambah lagi dong supnya,” kata seorang pengunjung, Koekoeh Hadi Santosa.

Hujan deras masih belum hendak berhenti malam itu. Di tengah kian dinginnya udara, terbukti memang, di Teras Sedasa, rasa sup ayam kampungnya, juara!

Josephus Primus Seorang pengunjung, Koekoeh Hadi Santosa menikmati sup ayam kampung di Teras Sedasa. Sup dengan racikan menu rumahan itu terus disajikan panas dengan tambahan taburan bawang goreng gurih.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/09/200408527/di.teras.sedasa.sup.ayam.kampungnya.juara
Terima kasih sudah membaca berita Di Teras Sedasa, Sup Ayam Kampungnya Juara. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Di Teras Sedasa, Sup Ayam Kampungnya Juara"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.