Di Tana Toraja, Batang Pohon Pisang Pun Jadi Menu Santapan Lezat

Berikut artikel Di Tana Toraja, Batang Pohon Pisang Pun Jadi Menu Santapan Lezat, Semoga bermanfaat


KOMPAS.com
– Tahukah Anda, batang pohon pisang mampu “disulap” menjadi hidangan yg lezat? Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, bagian tanaman itu telah lama dimanfaatkan penduduk bagi membuat Pa’Piong, merupakan salah sesuatu resep makanan tradisional.

Namun, tidak sembarang batang pohon pisang yg dapat dipakai sebagai bahan makanan tersebut. Pa’Piong dibuat cuma memakai batang dari tanaman pisang yg masih muda.

“Batang muda memberikan rasa dan aroma yg khas. Seratnya pun halus. Jadi, (bumbu) lebih gampang terserap sehingga nanti rasanya lebih enak,” papar Margareth Rinti, seorang warga Desa Lea, Makele, kepada Kompas.com, Minggu (27/11/2016).

Margareth melanjutkan, batang pohon pisang itu kemudian diolah bersama daging ayam bakar setengah matang dan parutan kelapa. Ketiga bahan tersebut dulu dicampur bumbu racikan setempat.

“Bumbu terdiri dari bawang merah dan bawang putih yg ditumbuk halus, serta diberi garam secukupnya. Setelah itu, dicampur irisan jahe, serai, daun bawang, dan cabai,” ujar Margareth.

Selidik milik selidik, tidak hanya penggunaan batang pisang saja yg unik. Cara memasak Pa’Piong pun unik.

KOMPAS.com/Mikhael Gewati Bahan bumbu Pa Pion terdiri dari beragam rempah, merupakan daun bawang, kelapa parut, cabai, garam, bawang merah, bawang putih, serai, dan jahe.

Untuk memasaknya, daging ayam, kelapa, dan batang pohon pisang yg telah tercampur bumbu dimasukkan ke dalam seruas bambu. Setelah bambu terisi penuh, ujungnya ditutup daun pisang.

“Bambu dulu dibakar di atas bara api sampai ujung bambu mengeluarkan air yg berarti tanda telah matang ” terang Margareth.

Variasi penyajian

Pa’Piong biasa disajikan ketika acara-acara besar di Tana Toraja. Selain memakai batang pohon pisang, menu itu juga memiliki beragam varian lainnya.

“Pa’Piong yg sesuatu lagi diolah bersama daun mayana. Cara buatnya sama dengan Pa’Piong batang pisang, ” kata Margareth.

KOMPAS.com/Mikhael Gewati Variasi sajian Pa Pion dari daun mayana.

Margareth menjelaskan, daging ayam pada Pa’Piong dapat diganti daging babi. Penggunaan beberapa daging itu pun milik arti dan tujuan berbeda.

“Ayam di kita melambangkan sukacita. Jadi, Pa’Piong daging ayam cuma di makan ketika acara syukuran atau Rambu Tuku,” papar Margareth.

Adapun daging babi, lanjut Margareth, dipakai ketika acara Rambu Solo’ atau kematian. Untuk macam ini, sajian lebih cocok dikombinasikan dengan daun mayana.

Soal rasa, makanan tersebut dominan terasa asin dan pedas di lidah. Ketika dikunyah, Pa’Piong memberikan sensasi renyah dan gurih. Adapun daging di dalam racikan menu itu berasa begitu empuk saat digigit.

Penasaran? Siap-siap ketagihan….
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/28/132953727/di.tana.toraja.batang.pohon.pisang.pun.jadi.menu.santapan.lezat
Terima kasih sudah membaca berita Di Tana Toraja, Batang Pohon Pisang Pun Jadi Menu Santapan Lezat. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Di Tana Toraja, Batang Pohon Pisang Pun Jadi Menu Santapan Lezat"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.