Di Sini, Sate Maranggi Disajikan “Refill”

No comment 110 views

Berikut artikel Di Sini, Sate Maranggi Disajikan “Refill”, Semoga bermanfaat

PURWAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai salah sesuatu kuliner khas Purwakarta, Sate Maranggi milik banyak penggemar. Penjual Sate Maranggi dapat ditemukan hampir di setiap sudut Purwakarta, termasuk Kecamatan Plered yg terkenal sebagai sentra pembuatan keramik.

Tak cuma satu, sedikitnya ada 20 penjual Sate Maranggi yg menempati sesuatu lahan pujasera di seberang Kantor Kecamatan Plered. Lokasinya persis di sebelah Stasiun KA Plered. Beberapa waktu dulu KompasTravel mampir ke tempat ini bagi menyantap Sate Maranggi yg terkenal nikmat. 

Waktu memamerkan pukul 13.00 WIB. Saat makan siang seperti ini, dua penjual Sate Maranggi tampak ramai pembeli. KompasTravel mencoba salah satunya, Sate Maranggi Mang Cecep.

Bangku panjang disusun berbentuk U, dengan si penjual berada di tengah. Di hadapannya terdapat panggangan sate. Pada meja yg juga berbentuk U, terdapat deretan nasi putih berbungkus daun pisang serta bumbu-bumbu.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Bangku panjang disusun berbentuk U, dengan si penjual berada di tengah. Di hadapannya terdapat panggangan sate. Pada meja yg juga berbentuk U, terdapat deretan nasi putih berbungkus daun pisang serta bumbu-bumbu.

Di sini, kalian harus meracik sendiri bumbu Sate Maranggi yg terdiri dari kecap, garam, bawang merah, serta cabai rawit. Tingkat gurih dan pedas dari bumbu, kalian sendiri yg menentukan. 

Di sini, pembeli tidak perlu berbasa-basi dengan penjual. Kita tinggal duduk dan menunggu sate selesai dipanggang. Tak sampai lima menit, dua tusuk sate terhidang di depan mata. Penjual kemudian memberikan piring dan mempersilakan kami mengambil nasi.

Nasi berbungkus daun pisang pun dibuka. Pertama, aku ambil tiga tusuk sate saja. Kecap, garam, dan cabai rawit pun diaduk sendiri sebagai bumbu sate. Rasanya benar-benar nikmat! 

Baru selesai menyantap beberapa tusuk sate, penjual kembali menaruh dua tusuk sate ke piring di hadapan mata. Kali ini dia menaruhnya agak lebih banyak, sekitar 15 tusuk. Sontak, aku mengambil lima tusuk. 

Daging sapi pada Sate Maranggi di tempat ini sengaja dipotong agak lebih kecil. Satu tusuk sate bagi sesuatu suap nasi. Si penjual tetap memanggang sate dan menyajikannya di piring. Sepertinya dia tak tega melihat pembeli kehabisan sate.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pembeli harus meracik sendiri bumbu Sate Maranggi yg terdiri dari kecap, garam, bawang merah, serta cabai rawit. Tingkat gurih dan pedas dari bumbu, kami sendiri yg menentukan.

Akibat Sate Maranggi refill seperti ini, aku pun tidak sadar sudah menghabiskan puluhan tusuk sate. Ketika selesai makan, piring diberikan kepada penjual buat dihitung tusuk satenya.

Rupanya Sate Maranggi di tempat ini dijual per tusuk, yakni Rp 1.500. Saya sendiri menghabiskan 15 tusuk. Total, makan Sate Maranggi buat beberapa orang dengan masing-masing 15 tusuk harganya Rp 54.000. Sudah termasuk beberapa bungkus nasi dan es teh manis. Cukup murah bagi Sate Maranggi yg mampu dinikmati sepuasnya bukan?

Asyiknya lagi, para penjual Sate Maranggi di tempat ini buka hingga dini hari. Biasanya mereka milik beberapa shift yakni pagi dan malam. KompasTravel juga sempat menikmati Sate Maranggi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Mayoritas penjual Sate Maranggi berjualan hingga pukul 04.00 WIB.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/23/112200327/Di.Sini.Sate.Maranggi.Disajikan.Refill.
Terima kasih sudah membaca berita Di Sini, Sate Maranggi Disajikan “Refill”. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Di Sini, Sate Maranggi Disajikan “Refill”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.