Danau Tanralili Yang Cantik Di Kaki Gunung Bawakaraeng

No comment 157 views

Berikut artikel Danau Tanralili yang Cantik di Kaki Gunung Bawakaraeng, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Tak cuma menampilkan alam hijau di berbagai sisinya, Gunung Bawakaraeng di Gowa milik danau memesona. Namanya Danau Tanralili.

Gunung Bawakaraeng, siapa yg tidak mengenal mulai Gunung ini. Gunung yg terletak di Kabupaten Gowa ini mimiliki daya pikat tersendiri. Selain Keindahan pemandangan gunungnya, Bawakaraeng juga memiliki tempat yang lain yg tidak kalah indahnya merupakan Danau Tanralili.

Danau Tanralili ini terletak di kaki Gunung Bawakaraeng. Danau Tanralili kadang disebut juga sebagai Ranukumbolonya Gunung Bawakaraeng. Danau Tanralili terbentuk akibat longsoran Gunung Bawakareng yg membentuk cekungan yg dalam.

Tanralili diambil dari nama salah sesuatu kerajaan di Sulawesi Selatan yg terkenal pemberani. Untuk menuju Danau Tanralili, kami harus trekking selama 3 jam dari desa terakhir merupakan Desa Lengkese.

Untuk menuju Desa Lengkese, dari Makassar aku dan rekan sekantor berangkat memakai sepeda motor menuju Malino melalui Jalan Hertasning. Setelah memasuki jalan poros Malino, terdapat 2 pilihan belokan merupakan belok kanan di depan pasar sebelum memasuki kawasan malino menuju kecamatan Parigi, ini yaitu jalur yg paling cepat.

Akan tapi pada waktu itu kita ingin membeli makan terlebih lalu di Malino. Sehingga kalian belok kanan melalui arah Air Terjun Takapala atau Air Terjun Ketemu Jodoh. Setelah melewati pintu masuk air terjun tersebut, lurus selalu mengikuti jalan. Untuk menuju Desa Lengkese telah banyak petunjuk jalan sehingga sangat memudahkan kita.

Sesampainya di Desa Lengkese, sama seperti di Desa Lembana, desa terakhir bagi menuju Puncak Bawakaraeng. Di Desa Lengkese ini pun banyak terdapat tempat parkir motor dengan tarif parkir motor Rp 5.000 dan biaya registrasi juga Rp 5.000.

Untuk menuju Danau Tanralili, kita harus trekking selama 3 jam perjalanan. Dari basecamp, perjalanan di akan dengan melintasi jalan tanah dan mulai melewati danau kecil dan setelah itu mulai melewati jalur berbatu dengan keadaan terbuka sehingga seandainya jalan saat siang hari sangatlah panas menyengat.

Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, kalian bertemu dengan jalan persimpangan merupakan jalan menuju Danau Tanralili dan bagi menuju Lembah Ramma mulai tapi jangan khawatir tersesat karena telah ada petunjuk arahnya.

Setelah melewati persimpangan tersebut, kita harus menghadapi tanjakan pertama yg cukup terjalan dengan keadaan jalan berbatu dan basah akibat hujan turun. Setelah melewati tanjakan tajam tersebut, kalian disughkan oleh pemandangan yg sangat luar biasa.

Bukit dan lembah yg hijau dengan aliran sungai di bawah yg kelihatan jelas ditambah dengan kabut yg cukup tidak mengurangi eksotisme tempat ini. Setelah melewati tanjakan tajam, kita harus melewati turunan yg tidak kalah terjalnya.

Turunan yg mulai menjadi tanjakan terberat selama perjalanan saat pulang nanti. Di sisi kanan jalan terdapat tebing yg kelihatan dua air terjun mini yg mampu digunakan sebagai sumber air bagi mengisi perbekalan air kita.

Memang sepanjang jalur menuju Danau Tanralili terdapat banyak sumber air. Setelah melewati turunan tajam, jalan yg dilalui yaitu jalur landai dan sesekali turun kemudian menanjak kecil bagi melintasi sungai kecil.

Setelah melewati 2 sungai, kalian pun harus menghadapi kembali tanjakan tajam yg yaitu tanjakan tajam terakhir sebelum mencapai Danau Tanralili. Di tanjakan ini kalian harus berhati-hati karena pembatas jalan dengan jurang tersebut memakai kawat berduri yg sesungguhnya sangat berbahaya untuk pendaki.

Setelah melewati tanjakan tersebut, kita berada di atas yg dari kejauhan telah kelihatan tenda-tenda para pengunjung yang lain yg telah terlebih lalu tiba. Ini membuat kalian tambah bersemangat bagi langsung menuju ke sana. Jalan turun dan menanjak yg tak terlalu tajam mengakhiri jalan kita hingga datang di Danau Tanralili.

Danau Tanralili, udara sejuk dan suara gemericik air dari aliran sungai kecil dan air terjun kecil dan nyanyian pengunjung yang lain yg sesekali terdengar. Danau Tanralili di lembah dari 2 tebing tinggi yg hijau. Ketika malam, bintang-bintang pun kelihatan dengan sangat jelas, jauh berbeda seandainya di perkotaan.

Semilir angin menemani malam kalian kala itu. Danau memang indah dan mengundang bagi berenang. Namun traveler dilarang berenang di danau ini. Dan tentunya jangan meninggalkan sampah serta harus jaga kebersihan.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/11/28/115500/3354221/1025/danau-tanralili-yang-cantik-di-kaki-gunung-bawakaraeng
Terima kasih sudah membaca berita Danau Tanralili yang Cantik di Kaki Gunung Bawakaraeng. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Danau Tanralili Yang Cantik Di Kaki Gunung Bawakaraeng"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.