Dampak Nihiwatu, Sumba Mulai Diserbu Wisatawan Dan Pengusaha

No comment 111 views

Berikut artikel Dampak Nihiwatu, Sumba Mulai Diserbu Wisatawan dan Pengusaha, Semoga bermanfaat

WAIKABUBAK, KOMPAS – Dampak dari Hotel Nihiwatu di Wanokaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, terpilih sebagai hotel terbaik dunia 2016 versi majalah ternama di Amerika Serikat, Travel+Leisure, Pulau Sumba akan ramai dikunjungi wisatawan dan pengusaha. Pemerintah langsung menyusun tata ruang daerah itu. Nihiwatu menjadi brand baru Sumba setelah pasola dan rumah adat.

Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat Saba Kodi Poro di Waikabubak, Minggu (7/8/2016), mengatakan, penetapan Nihiwatu sebagai hotel terbaik dunia membawa dampak besar untuk Sumba umumnya dan Sumba Barat khususnya. Kini, setiap hari terus ada turis asing, pengusaha, dan wartawan mengunjungi Waikabubak, kemudian melanjutkan perjalanan ke Nihiwatu.

”Terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, termasuk pengusaha dan insan pers, dalam sesuatu bulan terakhir setelah Nihiwatu ditetapkan sebagai hotel terbaik dunia. Kami belum rekap segala pengunjung, tapi diperkirakan 300 orang selama sesuatu bulan terakhir, dibandingkan sebelumnya cuma sekitar 50 wisatawan per bulan,” kata Kodi Poro.

Orang penasaran ingin menyaksikan Hotel Nihiwatu dari dekat. Pemesanan kamar hotel dikerjakan melalui internet beberapa minggu sebelumnya. Setelah terjadi transaksi antara konsumen dan manajemen hotel, tamu boleh tiba dan menginap di sana. Tetapi, mereka harus menginap selama lima hari bagi menyaksikan sejumlah atraksi yg ditampilkan manajemen hotel bersama masyarakat lokal.

DOK. NIHIWATU Nihiwatu milik vila tiga kamar berbentuk rumah pohon, terletak di atas tebing, menghadap segera Samudera Hindia.

Ia membantah anggapan hotel itu tertutup dari masyarakat. Manajemen hotel tetap terbuka terhadap masyarakat. Itu ditandai dengan perekrutan 90 persen karyawan lokal, perlindungan air bersih melalui penanaman pohon bersama masyarakat, pengentasan rakyat miskin melalui sejumlah kegiatan, dan klinik penyakit malaria.

Ke depan, pihak hotel bekerja sama dengan pemerintah daerah mulai membangun kampung adat dan kampung tenun ikat dan memelihara 100 kuda sumba di kawasan itu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah yang berasal NTT, Paul Liyanto, mengatakan, keunggulan Nihiwatu bukan karena kemegahan dan kemewahan hotel dengan 60 kamar itu, melainkan karena keterlibatan Nihiwatu dalam program Tujuan Pembangunan Milenium dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) buat masyarakat lokal.

Manajemen hotel benar-benar terlibat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus memandirikan mereka dalam sejumlah program pemberdayaan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri NTT ini mendorong pemerintah kabupaten dan DPRD langsung menyusun tata ruang Nihiwatu dan sekitarnya. Kini, sejumlah pengusaha akan melirik kawasan sekitar Nihiwatu atau Sumba pada umumnya. Jika ada peraturan daerah, seluruh aktivitas di sekitar pantai dan pesisir Nihiwatu atau Sumba diatur sesuai peruntukan.

DOK. NIHIWATU Nihiwatu yg terletak di Sumba didaulat sebagai hotel terbaik nomor 1 dari ajang “World’s Best Travel Awards 2016”

Nihiwatu menjadi brand baru pariwisata Sumba setelah rumah adat, kubur batu, dan alam Sumba. Pemda dan pelaku pariwisata Sumba atau NTT sebaiknya menyiapkan paket-paket wisata ke Sumba, tak cuma fokus ke Nihiwatu, tapi juga sejumlah keunikan yang lain di Sumba.

Selain itu, butuh dibangun akses jalan beraspal mulus dari Waikabubak menuju Nihiwatu. Kondisi jalan dengan lebar 3 meter ketika ini dinilai terlalu sempit. Aspal pada sebagian badan jalan telah terkelupas.

”Jarak 13 km itu seharusnya ditempuh mobil cuma 10-15 menit, tapi ketika ini butuh waktu 50 menit. Ini tak efektif,” ujar Liyanto. (KOR)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Agustus 2016, di halaman 20 dengan judul “Sumba Mulai Diserbu Wisatawan dan Pengusaha”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/08/160500727/Dampak.Nihiwatu.Sumba.Mulai.Diserbu.Wisatawan.dan.Pengusaha
Terima kasih sudah membaca berita Dampak Nihiwatu, Sumba Mulai Diserbu Wisatawan dan Pengusaha. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dampak Nihiwatu, Sumba Mulai Diserbu Wisatawan Dan Pengusaha"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.