Curug Sentral, Bukti Kesejukan Dan Keasrian Alam Sukabumi

No comment 124 views

Berikut artikel Curug Sentral, Bukti Kesejukan dan Keasrian Alam Sukabumi, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Selain dekat dari ibukota Jakarta, Sukabumi menawarkan banyak destinasi alam sejuk. Contohnya seperti Curug Sentral yg terdiri dari sekumpulan air terjun.

Setelah menjelajahi tempat wisata di Bandung dan Bogor, aku sempat berpikir tuk mencari tempat wisata yang lain namun masih dekat dengan Jakarta. Setelah searching, akhirnya aku menetapkan bagi menjelajah wilayah Sukabumi.

Dan kebetulan, ketika itu di sebuah media social ada ajakan buat menjelajah salah sesuatu objek wisata di wilayah Sukabumi yg memang cocok dengan passion saya.

Obyek wisata tersebut adalah Curug Sentral. Secara administratif, curug ini berada di desa Jayanegara Kecamatan Kabandungan atau dekat dengan Cevron Geotermal Salak Ltd. Curug Sentral adalah sebutan buat sekumpulan air terjun dalam sesuatu aliran sungai.

Jadi, dalam sesuatu aliran sungai terdapat tujuh air terjun yg kemudian dinamakan sama, merupakan Curug Sentral. Yang membedakanannya adalah nomor urutan di belakang kata sentral. Pada kesempatan kali ini, aku cuma dapat menjelajah Curug Sentral 1 dan 2.

Perjalanan dimulai dari Masjid dekat Ciawi, pertemuan point kita di masjid tersebut pada hari Sabtu Pukul 22:00 WIB setelah seluruh berkumpul, kalian segera berangkat ke Kabandungan.

Di Kabandungan kalian menginap di rumah kerabat dari teman kami. Setelah sampai di Kabandungan, kita ngobrol-ngobrol sebentar tentang destinasi wisata di Kabandungan. Tak lama kemudian kalian istirahat guna menyegarkan tenaga bagi esok paginya.

Paginya kalian segera berangkat ke Curug Sentral dengan memakai kendaraan bermotor. Oh iya, jalur yg kita lalui buat mencapai Curug Sentral adalah Masjid Ciawi-Parungkuda-Bojonggenteng-Kalapanunggal-Kabandungan.

Pemandangan bukit-bukit tinggi yg dipenuhi pepohonan, hijaunya perkebunan teh membuat perjalanan kalian terasa lebih sejuk dan meanjakan mata. Buat teman-teman yg hobi nasrsis, jangan khawatir. Dijamin perjalanan tak mulai membosankan, karena banyak spot keren yg dapat dijadikan obyek foto.

Kami sempat berhenti tuk sekedar mengabadikan keindahan dan kesejukan Kebun Teh Malani yg masih dikelola oleh PTPN. Setelah puas berfoto ria di sekitar kebun teh, kita pun segera menuju Curug Sentral.

Saya sempat bingung sesaat karena jalur yg ditempuh bagi menuju Curug Sentral adalah jalan setapak kebun teh. Bahkan buat parkir saja kalian harus menepikan motor di jalan setapak kebun teh, dan tak ada papan petunjuk atau keterangan apapun. Saya sempat berpikir, ini curug memang masih asri, sepi dan agak mistis.

Setelah memarkirkan kendaraan di jalan setapak kebun teh, treeking pun di mulai. Awal jalur yg kita lalui adalah menelusuri kebun teh, semak-semak selama 15 menit.

Setelah itu, kita turun ke sungai dan menelusurinya sampai hulu. Trekking sungai yg kita tempuh agak sedikit menantang dengan kontur kombinasi tanah, bebatuan yg sangat licin. Sampai-sampai teman kalian harus ‘mencium’ batu sungai karena kurang hati-hati dalam berpijak.

Tidak sampai sesuatu jam, akhirnya kalian sampai di curug sentral dan Hanya ada kelompok kalian saja yg berada di sini. Dengan suasana dingin dan curug yg memiliki ketinggaian mencapai 15 meter airnya yg sejuk dan banyaknya kubangan air membuat kita dapat puas bermain air dan asik berfoto ria. dan Setelah puas bermain air di curug sentral, perjalanan kalian lanjutkan menuju Curug Sentral lainnya.

Jarak curug sentral menuju Curug Sentral lainnya kurang lebih 15 menit. Track yg kalian lalui berupa kebun papaya, dan persawahan. Hanya butuh waktu 15 menit dari parkiran buat sampai ke curug berikutnya, dan seperti biasa, kalian menghabiskan waktu bagi berfoto, bermain air, ataupun menyantap makanan sambil menikmati sejuknya udara di sekitar curug.

Hari telah akan sore, kalian pun dengan berat hati harus meninggalkan curug ini. Sebelum kalian pulang ke Jakarta, terlebih dulu kalian berpamitan dengan kerabat teman kita yg telah bersedia menjadikan rumahnya tuk tempat istirahat kami.

Selepas maghrib, kalian pun kembali ke menuju metting poin awal, Masjid Ciawi tuk berpisah. Sayonara!

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/17/115000/3289715/1025/curug-sentral-bukti-kesejukan-dan-keasrian-alam-sukabumi
Terima kasih sudah membaca berita Curug Sentral, Bukti Kesejukan dan Keasrian Alam Sukabumi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Curug Sentral, Bukti Kesejukan Dan Keasrian Alam Sukabumi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.