Curhatan Warga Citarum Kepada Komunitas DetikTravel

No comment 117 views

Berikut artikel Curhatan Warga Citarum Kepada Komunitas detikTravel, Semoga bermanfaat

Bandung – Kemping komunitas detikTravel di Situ Cisanti, hulu Sungai Citarum tidak cuma seru-seruan. Ada juga sesi curhat warga Citarum soal ancaman kerusakan lingkungan.

Siapa sih yg tak kenal dengan Sungai Citarum? Sungai ini terkenal mulai polusinya dan ketika ini keadaan Sungai Citarum terancam.

Menduduki peringkat 4 di dunia sebagai sungai paling kotor, membuat Sungai Citarum kelihatan tidak berdaya. Semakin banyak orang yg acuh tidak acuh pada lingkungan.

Pada Sabtu (17/9/2019) malam kemarin, detikTravel dan komunitas d’Traveler berdiskusi soal Sungai Citarum. Diskusi ini masih termasuk ke dalam rangkaian acara Piknik detikTravel Goes to Citarum di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Diskusi bersama Masyarakat Cinta Citarum, dibuka dengan pengenalan lingkungan Hulu Citarum. Di Hulu Sungai Citarum, bukan cuma terdapat Situ Cisanti saja. Hulu sungai ini berlatar belakang Gunung wayang, dikelilingi oleh hutan. Sungguh pemandangan sejuk di mata.

Saat rombongan datang, angin sejuk menyambut peserta. Tak pernah terbayang Hulu Sungai Citarum yg mempunyai reputasi buruk mempunyai udara yg begitu sejuk.

Di balik kesejukannya ternyata Hulu Sungai Citarum sedang terancam. Jika diibaratkan sebagai manusia, Citarum sedang dalam kondisi kritis. Padahal 20 juta orang menggantungkan hidup di Sungai Citarum.

Saat peserta diajak treking berkeliling hulu, ada penampakan yg begitu tragis. Gunung wayang mengalami kebotakan pada hutannya.

Dulu warga sekitar hulu sungai bertani di daerah gunung. Saat masa tani selesai, hutan dibiarkan botak begitu saja.

“Pepohonan yg ada di hulu ini cuma tinggal 20 persen dari jumlah yg seharusnya tumbuh,” curhat Agus, penggiat lingkungan Masyarakat Cinta Citarum.

Saat ini masyarakat sekitar hulu sedang melakukan penanaman kopi, buat mengurangi menanam sayur mayur yg kurang ramah lingkungan. Mereka mendandani hutan yg gundul dengan harapan tetap mampu menghidupi masyarakat.

Tapi ini bukan kasus gampang, banyak janji pemerintah dan swasta namun tanpa realisasi. Ada juga program yg tak tepat sasaran, tak menjawab kebutuhan warga, cuma sekadar menghabiskan anggaran.

“Kopi itu mahal. Tidak sekali tanam segera jadi. Sama seperti legalitasnya (hak merk-red) mahal,” kata Yadi, penggiat lingkungan Masyarakat Cinta Citarum.

Hasil kopi Citarum dijual dengan harga yg rendah. Hal ini dikarenakan legalitas yg belum ada.

Padahal kopi yang berasal hulu Citarum tak kalah rasanya dengan kopi daerah lain. Kopi dari hulu Citarum sampai diekspor ke luar negeri.

Suasana ketika diskusi bersama (Bona/detikTravel)Suasana ketika diskusi bersama (Bona/detikTravel)

Bukan cuma itu, perwakilan warga Citarum juga bercerita tentang biogas kepada detikTravel. Warga hulu Citarum yaitu kecamatan yg beternak sapi. Limbah kotoran sapi segera dibuang ke Sungai Citarum. Itu kenapa Sungai Citarum mengalami krisis dari hulunya.

Untuk menanggulangi hal tersebut ada dua kelompok yg memberikan program biogas kepada warga. Tapi warga tak diberi penyuluhan tentang pembuatan biogas.

“Sampai sekarang pun ada warga yg biogasnya cuma didiamkan saja dirumah. Tidak tahu cara pakainya,” ungkap Iyan, rekan Yadi dan Agus.

Tapi sekarang para warga telah dapat membuat biogas sendiri, berkat kemauan mereka buat belajar sendiri. Biogas ini dipakai buat masak dan penerangan lampu.

Limbah kotoran sapi sekarang tinggal 15 persen saja dari total pembuangan limbah Citarum. Nantinya diharapkan peningkatan kesadaran warga, sehingga tak ada lagi yg membuang limbah kotoran sapi ke Citarum.

“Perubahan itu menurut kalian dimulai dari diri sendiri, nanti orang yang lain mengikuti. Percuma berharap orang yang lain berubah duluan,” kata Yadi.

Yuk kalian jaga kelestarian Sungai Citarum dengan tak buang sampah atau limbah sembarangan. (aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/18/153049/3300664/1382/curhatan-warga-citarum-kepada-komunitas-detiktravel
Terima kasih sudah membaca berita Curhatan Warga Citarum Kepada Komunitas detikTravel. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Curhatan Warga Citarum Kepada Komunitas DetikTravel"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.