Cinta Shigetoshi Di Kebun Wasabi

No comment 96 views

Berikut artikel Cinta Shigetoshi di Kebun Wasabi, Semoga bermanfaat

Di Perkebunan Daio Wasabi yg terletak di Azume-no, prefektur Nagano, tidak hanya ada hamparan hijau perdu wasabi dan air jernih yg mengalir di bawahnya. Tak juga hanya menu hasil olahan wasabi, Sebab ternyata, di perkebunan ini ada yg istimewa dari itu semua. Di sana ada seorang kakek gagah yg berdandan bak pengembara dan ramah kepada siapa saja.

Dialah Hama Shigetoshi, 71 usianya. Kepada kalian dia mengaku mulai menghabiskan sisa usianya di perkebunan wasabi ini. Dia bilang, tiada pernah mulai meninggalkan tanah ini, tanah yg tidak cuma menumbuhkan wasabi tetapi juga tanah yg sudah menyemaikan cinta remajanya pada Yoshiko. Itulah sebabnya, dia berjanji kepada dirinya, bagi mengenangkan cintanya kepada Yoshiko yg bersemi di Tanah Daio, maka Shigoteshi pun ingin mati dan dikuburkan di tanah ini.

Kini, baik Shigetoshi maupun Yoshiko telah memiliki dunia sendiri-sendiri. Shigetoshi telah memiliki keluarga, pun demikian dengan Yoshiko. Tapi Shigetoshi mengaku, api cinta itu tidak pernah padam.

Itulah cerita romansa yg dituturkan Sigetoshi menjelang berakhirnya percakapan kita di tepian pematang kebun wasabi. Wajahnya segera tampak segar ketika dia mengenangkan kisah cintanya itu. Saya kira, kepada siapa pun dia mulai bercerita perihal cinta matinya itu.

Hama Shigetoshi, adalah master wasabi yg bergumul dengan umbi beraroma tajam dan berasa pedas itu. Shigetoshi pula yg mengawasi Sungai Tadegawa dan sungai Yorozuigawa mengalir lancar.

Kompas.com/Jodhi Yudono Sungai Tadegawa dan sungai Yorozuigawa

Hama Shigetoshi berterimakasih kepada sutradara Akira Kurosawa. Gara-gara Kurosawa membikin film “Dream” di pertemuuan sungai ini, maka Pemda Nagano terangsang buat melestarikannya menjadi tempat wisata dan melengkapi keindahan yg dimiliiki tempat ini.

Lihatlah beberapa sungai ini, yg di hulunya mengaliri 100 kebun wasabi, hingga kini masih terawat, termasuk kincir air yg lalu bagi menggiling gandum guna membuat soba.

Sungai yg dialiri air yg berasal dari gletser nun di pegunungan Alpen, hijau dedaunan wasabi, kemilau air yg jernih, kincir air, jembatan kayu, kuil kecil Shinto, dan Shigetoshi Hama yg terus memeriksa kebun wasabi, dengan cangkul, parutan dan alat pengukur suhu; adalah harmoni keindahan yg sulit dilukiskan.

Ya, termometer yg terus dibawa oleh Shigetoshi memang buat mengukur suhu air. Shigetoshi harus terus memastikan, air yg mengaliri kebun wasabi tetap terjaga di kisaran 13 sampai 15 derajat celcius.

Daio adalah perkebunan wasabi terbesar di Jepang (Kadang-kadang disebut sebagai Lobak Jepang) dan juga populer sebagai destinasi perjalanan. Salah sesuatu alasan tempat ini populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional adalah perkebunan ini mampu dikunjungi secara gratis.

Musim semi yaitu musim yg paling pas bagi mengunjungi perkebunan ini karena Anda bisa melihat bunga wasabi yg lucu dan tak ada penutup buat melindungi wasabi dari teriknya cahaya matahari.

Di musim panas, perpaduan aliran air dengan hijaunya pepohonan dan rumput menjadikan tempat ini indah dan sejuk. Anda dapat mengelilingi dengan perahu bagi melihat ikan-ikan berenang di dalam air yg sebening kaca.

Tidak cuma ladang dan sungai yg indah, perkebunan ini juga menawarkan berbagai sajian unik yg memakai bahan olahan dari wasabi. Pengunjung bisa coba es krim wasabi, tempura wasabi, mie soba wasabi, bir wasabi, wine wasabi , kroket wasabi dan jus wasabi.

Perkebunan Daio Wasabi yg terletak di Azume-no, prefektur Nagano, adalah perkebunan wasabi terbesar di Jepang yg meliputi 15 hektar. Wasabi, yg sudah menjadi terkenal di semua dunia dengan sushi, mampu tumbuh cuma di tempat yg ada air bersiH. Tanaman ini cuma mampu tumbuh di mana suhu airnya tetap antara 10 sampai 15 derajat Celsius dan airnya tak berlumpur. Air yg dingin dan bersih yg berasal dari salju meleleh dari Alpen yg berada di Perkebunan Daio Wasabi sepanjang tahun memungkinkan buat mendapatkan wasabi dengan kualitas tinggi.

Bagi pengunjung yg ingin mencicipi wasabi tetapi tak suka rasa pedas, di tempat ini juga menyediakan es krim lembut Hon-wasabi dan kroket wasabi. Es krim Hon-wasabi yg lembut memberikan perasaan menyegarkan dari wasabi dengan sedikit rasa pedas. Kroket Wasabi tak memiliki banyak rasa pedas juga, tetapi pengunjung mampu memilih topping seperti saus wasabi. Es krim Hon-wasabi harganya 360 yen dan kroket wasabi harganya 210 yen. Pengunjung mampu menemukan kupon diskon 60 yen buat es krim wasabi yg lembut di situs web mereka.

Perkebunan wasabi ini buka dari jam 9:00-05:20 sore. Selama musim dingin (dari bulan November sampai Februari) cuma buka dari jam 9:00-04:30sore.

Puas mengelilingi kebun wasabi, kalian pun pamit kepada Pak Hama Shigetoshi buat melanjutkan perjalanan. Kamikochi adalah tujuan kami.

Kamikochi adalah lembah yg indah dan terletak di Pegunungan Alpen Jepang Utara. Mata air jernih dari sungai Azusa dengan Kappa Bashi (jembatan kayu) menjadi tempat favorit buat berfoto. Di latar belakangnua adalah hutan hijau subur dengan puncak gunung yg berketinggian 3000 meter menjulang. Tempat ini konon adalah salah sesuatu tempat yg paling indah di semua Jepang . Agar tak merusak keasrian tempat ini, Pemerintah daerah setempat cuma memperbolehkan pendirian sedikit pondok-pondok dan toko-toko (berpusat di sekitar Kappa-Bashi). Kamikochi adalah tempat yg wajib dikunjungi oleh para pencinta alam yg berkesempatan tiba ke Jepang.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/26/145134427/cinta.shigetoshi.di.kebun.wasabi
Terima kasih sudah membaca berita Cinta Shigetoshi di Kebun Wasabi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cinta Shigetoshi Di Kebun Wasabi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.