Chintya Tengens Berbagi Cerita Soal Asupan Makanan Selama Traveling

Berikut artikel Chintya Tengens Berbagi Cerita Soal Asupan Makanan Selama Traveling, Semoga bermanfaat

Buleleng – Di Aksa 7 Bootcamp Bali, petualang wanita Indonesia Chintya Tengens berbagi ilmu soal asupan makanan selama traveling. Yuk disimak!

Dalam rangkaian acara promo film Aksa 7, digelar Aksa 7 Bootcamp Bali. Chintya Tengens yg dikenal sebagai presenter acara petualangan dan doyan traveling juga, membagikan pengalamannya soal nutrisi ketika traveling.

“Kalau trip sebaiknya tubuh diisi karbohidrat. Biasanya yg berupa nasi umbi (kentang, singkong) pisang,”Ujar Chintya.

Untuk sumber protein traveler dapat membawa makanan berupa Dendeng, rendang, tempe dan lain-lain. Kalau mampu hindari bawa makanan kaleng.

“Karena gizi makanan kaleng enggak seberapa tetapi menuh-menuhin karier,” jelas Chintya.

Untuk daerah yg dingin biasanya tubuh mulai terus-terusan lapar. Tengens memberikan saran buat mengkonsumsi sup sayur-sayuran.

Kebutuhan vitamin juga tak boleh ditinggalkan ketika traveler malakukan trip. Terkadang traveler suka mengabaikan hal ini.

“Aku lebih suka milih buah daripada suplemen. Soalnya selain kenyang juga dapat sebagai ganti air.” Ungkap Chintya.

Bukan cuma nutrisi ketika melakukan trip. Tengens juga menceritakan pengalamannya ketika di Tambora. Waktu itu Tengens melakukan trip buka jalur Tambora lewat Desa Doropeti.

Saat itu ia mengalami masa survival. Melakukan perjalanan selama 2 hari tanpa makan dan minum. Hal ini dikarenakan sumber air tertutup oleh longsor.

“Itu kenapa ketika trip jangan sampai salah perhitungan dan bawa makanan lebih,” kata Chintya.

Ketika berada di masa survival traveler di minta bagi jeli bagi memilah-milah makanan. Salah sesuatu makanan yg dapat kalian pilih adalah makan-makanan hewan.

Makanan hewan yg mampu kami makan biasanya adalah makanan monyet. Pencernaan mamalia yg sesuatu ini sangat mirip dengan manusia. Tapi tak seluruh makanan monyet dapat traveler makan.

Umbi-umbian pun dapat traveler gunakan sebagai makanan survival. Dalam hal ini traveler juga harus pilih-pilih. Karena ada umbi yg tak mampu segera digunakan.

Cacing, belalang dan cacing juga mampu digunakan sebagai sumber protein. Begitu pula dengan jamur. “Kalo mau makan mushroom jangan pilih yg warnanya mencolok karena beracun,” tutupnya. (aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/02/141525/3311541/1382/chintya-tengens-berbagi-cerita-soal-asupan-makanan-selama-traveling
Terima kasih sudah membaca berita Chintya Tengens Berbagi Cerita Soal Asupan Makanan Selama Traveling. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Chintya Tengens Berbagi Cerita Soal Asupan Makanan Selama Traveling"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.