Cerita Gerbang Neraka Di Turki

No comment 124 views

Berikut artikel Cerita Gerbang Neraka di Turki, Semoga bermanfaat

Pamukkale – Siapa sangka di Turki, ada sesuatu tempat yg disebut-sebut sebagai ‘Gerbang Neraka’ betulan di Bumi. Burung yg lewat di atasnya pun mampu mati secara mendadak.

Ada sesuatu legenda dari Yunani yg menceritakan tentang Pluto’s Gate. Inilah tempat yg disebut oleh para arkeolog sebagai pintu menuju ke alam kematian, alias gerbang menuju ke Neraka. Pintu ini dipenuhi asap yg mampu membunuh siapa saja yg lewat, termasuk monster sekalipun.

Menurut keterangan yg dihimpun detikTravel, Kamis (4/8/2016), Pluto’s Gate ini ternyata benar-benar ada wujudnya. Beberapa arkelog meyakini gerbang ini berada di Kota Pamukkale, sebuah kota liburan di Turki yg terkenal dengan pemandian sumber mata air panas alaminya.

Para ahli mencatat, Kota Pamukkale ini dulunya yaitu bagian kekuasaan kerajaan Yunani Kuno. Dulu, namanya kota ini bukan Pamukkale, melainkan Kota Hierapolis. Nah, menurut legenda disebutkan bahwa Pluto’s Gate ini berada di dalam Kota Hierapolis.

Reruntuhan yg diyakini sebagai Pluto’s Gate (Francesco D’Andria/Discovery News)

Salah sesuatu arkeolog yang berasal Italia bernama Francesco D’Andria, menyebutkan bahwa dia memakai metode pendekatan mitologi Yunani bagi menentukan dimana lokasi Pluto’s Gate berada di dalam Kota Hierapolis.

“Kami menemukan Plutonium (sebutan Pluto’s Gate dalam bahasa Yunani) dengan merekonstruksi rute mata air panas di Pamukkale. Di Pamukkale memang ada banyak air panas yg membentuk teras-teras horizontal berwarna putih yg berasal dari gua ini,” ungkap D’Andria seperti pernah diberitakan NY Daily News.

Menurut D’Andria, portal menuju ke neraka ini berbentuk seperti gua kecil dengan kuil yg berada di depannya. Selain itu, ada altar dengan tangga-tangga serta kolam air panas berada di depannya.

Dalam mitologi Yunani disebutkan bahwa kuil tersebut yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Hades dan Dewi Kore, penguasa neraka. Ada juga teras dengan anak tangga yg dipakai masyarakat zaman dahulu bagi duduk menghadap kolam air panas dan melihat sapi jantan dikorbankan di depan Pluto’s Gate.

Bekas reruntuhan tangga-tangga kuil (Francesco D’Andria/Discovery News)

Rupanya tempat yg sesuai dengan deskripsi tersebut ditemukan oleh para ahli di Kota Pamukkale. Ada reruntuhan kolam air panas dan pelataran yg diyakini tempat para pendeta melakukan penerawangan dan bicara dengan orang mati.

Di reruntuhan tersebut ketika ini sedang tengah dikerjakan penggalian buat mengungkap lebih detail tentang misteri keberadaan Pluto’s Gate. Selama proses penggalian berlangsung, para arkeolog kadang mendapati burung-burung mendadak mati saat mendekat ke situs tersebut.

Ternyata, yg menyebabkan kematian adalah uap karbon dioksida yg keluar dari dalam tanah. Rupanya itulah rahasia kematian makhluk hidup saat mendekat ke Pluto’s Gate.

“Penerawangan para pendeta di zaman lalu mungkin hasil halusinasi akibat menghirup uap karbon dioksida yg keluar dari dalam tanah. Selama proses penggalian di dekat gua, kita mampu melihat betapa bahayanya tempat ini. Beberapa ekor burung segera mati karena uap karbon dioksida, saat burung itu terbang ke dekat bagian terbuka yg berhawa hangat,” jelas D’Andria yg juga yaitu Profesor Arkelogi dari Universitas Salento, Lecce.

Reruntuhan yg diyakini sebagai Pluto’s Gate alias Gerbang Menuju ke Neraka ini, masih sangat berbahaya akibat gas karbon dioksida yg mungkin keluar sewaktu-waktu. Traveler yg liburan di Turki buat berwisata air panas ke Kota Pamukkale harap hati-hati, jangan sampai mendekat ke ‘Gerbang Neraka’ ini ya!

Burung-burung mendadak mati begitu mendekati reruntuhan ini (Francesco D’Andria/Discovery News)

(wsw/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/04/075000/3268099/1520/cerita-gerbang-neraka-di-turki
Terima kasih sudah membaca berita Cerita Gerbang Neraka di Turki. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cerita Gerbang Neraka Di Turki"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.