Cerita Emas Berbentuk Ikan Di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani

No comment 89 views

Berikut artikel Cerita Emas Berbentuk Ikan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Semoga bermanfaat

Narmada – Di balik keindahannya, Gunung Rinjani di Lombok milik banyak cerita di luar nalar. Salah satunya, emas berbentuk ikan di dasar Danau Segara Anak dan dijaga mahluk halus. Tidak ada yg mampu mengambilnya!

Hal itu diutarakan oleh salah seorang pemandu lokal, Edi Juasah kepada detikTravel dua minggu dulu di Taman Narmada, Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Edi yg yaitu suku Sasak asli (suku yg menempati Lombok) berbagi cerita soal cerita-cerita yg dianggapnya mistis di Gunung Rinjani.

“Boleh yakin boleh nggak, banyak orang-orang ‘kuat’ yg mengisi ilmunya di Gunung Rinjani. Mistis di Gunung Rinjani memang masih kuat,” katanya.


Edi Juasah (sebelah kiri) pemandu wisata di Taman Narmada yg berbagi cerita-cerita mistis tentang Gunung Rinjani (Nurul/detikTravel)

Salah sesuatu buktinya, yg pernah dia rasakan sendiri adalah coba buat mengambil emas-emas yg berbentuk ikan di Danau Segara Anak. Danau ini berada di ketinggian sekitar 2.000-an mdpl dan salah sesuatu titik perekamahan para pendaki yg mau mendaki ke puncak Gunung Rinjani (3.726 mdpl).

Sebelumnya, Edi bercerita soal Danau Segara Anak yg diangggap keramat oleh suku Sasak dan masyarakat Hindu di Lombok. Di danau inilah tidak jarang diadakan ritual-ritual seperti upacara suci Wettu Telu, upacara yg digelar buat menghormati Dewi Enjeni sebagai dewi yg dipercaya sebagai penunggu Gunung RInjani. Satu lagi Mulang Pakelem, yakni ritual meminta turun hujan pada dewi Anjani dengan cara memberikan sesaji, menyembelih hewan dan melempar emas berbentuk ikan-ikan kecil ke dalam danaunya.

“Upacara itu telah dikerjakan sejak zaman lalu dan masih dikerjakan sampai sekarang,” ujar Edi.


Potret Danau Segara Anak di Gunung Rinjani (Randy/detikTravel)

Edi mengerucutkan ceritanya soal ritual Mulang Pakelem. Seperti katanya tadi, orang-orang Hindu mulai melempar emas berbentuk ikan-ikan kecil ke dalam danau, maka seandainya dipikir kini telah banyak emas-emas tersebut di dalam danaunya.

Pria 49 tahun tersebut pun pernah coba buat membuktikan, benarkah banyak emas di Danau Segara Anak. Kala itu dia masih muda dan tiba segera ke Danau Segara Anak bersama teman-temannya. Salah seorang temannya, menggunakan ban pelampung dan diikatkan dengan tali.

“Dia (teman saya) mulai berenang ke tengah. Katanya sih yg banyak emasnya itu di tengah, karena orang-orang melempar emasnya sampai jauh. Di pinggir nggak ada,” ucap Edi.

Temannya pun segera berenang ke tengah dengan menggunakan ban pelampung. Edi bersama temannya yg yang lain menunggu di pinggir dan memegang tali yg dikaitkan ke ban pelampungnya, agar dapat ditarik jikalau terjadi hal-hal yg tak diinginkan.

“Pas kabut turun, teman aku hilang. Ban pelampungnya kalian tarik tetapi dianya tak ada. Wah, panik kita,” kenangnya.

Edi kemudian menunggu di pinggir danau sampai bermalam di sana. Esok harinya, temannya yg hilang tersebut ditemukan kembali di pinggir danau dengan keadaan yg selamat, tapi…

“Tapi dianya aneh, seperti ling-lung. Pas kami tanya kenapa hilang, dia bilang hanya berenang ke tengah saja, selalu nggak ada apa-apa. Pokoknya ling-lung deh, nggak tau apa yg terjadi sama dirinya,” papar Edi.


Danau Segara Anak tampak dari Puncak Gunung Rinjani (Randy/detikTravel)

Rupanya, Edi dan teman-temannya bukanlah orang pertama yg coba melakukan itu. Dia mengungkapkan, sebenarnya telah banyak orang yg mecoba mencari emas di Danau Segara Anak. Namun semuanya bernasib sama, mulai hilang di tengah danau dan kembali lagi keesokan harinya di pinggir danau.

“Pernah juga ada cerita, bule yg berenang ke tengah tetapi memang tak buat mencari emas. Nasibnya juga sama, dia hilang besoknya baru ditemuin di pinggir danau. Konon, danau ini memang ada penunggunya dan menuju ke ‘gerbang lain’, makanya jangan sampai berenang ke tengah atau ada niat jahat,” kata Edi.

Hal semacam ini tentu dikembalikan kepada kepercayaan masing-masing orang. Boleh yakin boleh tidak, yg pasti ada baiknya kami sebagai wisatawan menghormati dan menuruti berbagai peraturan-peraturan ‘tak tertulis’ di berbagai tempat yg kami kunjungi.

(aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/30/082537/3220516/1519/cerita-emas-berbentuk-ikan-di-danau-segara-anak-gunung-rinjani
Terima kasih sudah membaca berita Cerita Emas Berbentuk Ikan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cerita Emas Berbentuk Ikan Di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani"