Catat! Etika Berkomunikasi Dengan Orang Asing Saat Traveling

No comment 120 views

Berikut artikel Catat! Etika Berkomunikasi dengan Orang Asing Saat Traveling, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Anda tidak pernah tahu dengan siapa mulai bertemu, termasuk ketika duduk di bangku pesawat, kereta api, atau ketika traveling.

Orang asing yg Anda temui ketika traveling dapat jadi mulai menjadi teman, rekan binis, atau bahkan pasangan Anda.

Sebelum berkenalan dengan orang asing, ada dua etika yg harus diperhatikan bagi memulai pembicaraan dengan teman sebangku Anda.

“Penting bagi mengobrol dengan topik berbagi pengalaman. Misalnya keterlambatan perjalanan, makanan yg buruk, AC yg sangat dingin, atau tuberlensi mampu memecah keheningan,” kata psikolog, Judi James.

Apabila memiliki ketertarikan dalam romansa, James juga menyampaikan ada trik khusus bagi mendekati orang yg tidak Anda kenal dan temui ketika perjalanan.

“Kalau ada ketertarikan harus serba hati-hati. Duduk di sebelah orang tersebut justru adalah posisi flirting yg buruk, membuat orang tersebut tidak nyaman. Posisi tersebut juga tidak memberi sudut yg baik buat penampilan Anda,” kata James.

Untuk itu ia menyarankan duduk atau berdiri saling berseberangan adalah posisi terbaik, kemudian beri kontak mata dua detik lebih lama dari yg biasa, dan lihat apakah orang tersebut memberi kontak mata seperti Anda.

Jika ya, itu berarti sinyal bagi memulai kenalan. Untuk melancarkan perkenalan Anda, munculkan obrolan ringan yg humoris. Humor, menurut James adalah cara terbaik buat flirting.

Sebaliknya apabila Anda justru ingin menghindar dari obrolan orang asing ketika di perjalanan yg membuat Anda tidak nyaman, ada caranya.

TRIBUNNEWS / HERUDIN Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 8,8 juta orang atau meningkat 9 persen dibandingkan 2013. Sementara di Singapura, negara berpenduduk 2,7 juta jiwa, kunjungan wisman mencapai 11 juta per tahun. Sektor pariwisata dapat berkontribusi 4 persen dari PDB nasional dengan penerimaan devisa senilai 10 miliar dolar AS atau naik 9,8 persen dibanding 2013.

“Pasang ekspresi sangat datar dengan menghindari kontak mata, tidak fokus pada benda apa pun, dan pandangan mengawang seperti ke angkasa. Memang membuat wajah kelihatan menyedihkan, tapi itu adalah teknik bertahan kadal agar tidak diserang oleh ular,” kata James.

Cara selanjutnya adalah sibuk dengan gadget. Seolah-olah ada hal utama yg harus Anda lakukan lewat gadget Anda.

James juga menyampaikan kesalahan terbesar ketika berkomunikasi dengan orang asing di perjalanan adalah selalu menatap, coba kontak mata dengan orang asing tersebut, terlalu banyak bertanya, dan menyentuh orang yg baru Anda kenal. Jangan pernah lakukan hal tersebut.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/29/172300227/catat.etika.berkomunikasi.dengan.orang.asing.saat.traveling
Terima kasih sudah membaca berita Catat! Etika Berkomunikasi dengan Orang Asing Saat Traveling. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Catat! Etika Berkomunikasi Dengan Orang Asing Saat Traveling"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.