Catat 5 Antisipasi Perubahan Cuaca Selama Umrah

No comment 129 views

Berikut artikel Catat 5 Antisipasi Perubahan Cuaca Selama Umrah, Semoga bermanfaat


KOMPAS.com
 –
Kota Makkah sebagai pusat kegiatan ibadah umrah dan haji, milik iklim gurun sebagaimana wilayah yang lain di Arab Saudi. Suhu yg berubah ekstrem antara siang hari dan malam, menjadi salah sesuatu ciri penting iklim ini.

Di negara tersebut, suhu udara juga mampu jauh berbeda antara musim panas dan musim dingin. Bahkan salju tercatat sempat pula dua kali menyambangi tempat ini. Semua persoalan cuaca dan suhu udara ini tidak jarang bikin “kaget” jemaah umrah dan haji yang berasal Indonesia.

Pada siang hari, suhu rata-rata di negara itu mampu di kisaran 40 derajat Celcius. Sebaliknya, suhu pada malam hari dapat anjlok hingga di bawah 10 derajat Celcius. Belum lagi embusan angin kering yg cenderung tidak berhenti sepanjang hari.

Perbandingan lebih ekstrem terjadi antara musim panas dan musim dingin di sana. Selama musim panas, suhu udara pada siang hari di Arab Saudi mampu mencapai kisaran 55 derajat Celcius.

Suhu tinggi itu pun kerap disertai angin kering dan debu yg berterbangan. Musim panas di sana biasanya dimulai pada setiap April sampai Agustus.

Sebaliknya, pada musim dingin suhu udara bertengger di kisaran 20 derajat Celcius pada siang hari. Musim ini biasanya berlangsung antara Oktober hingga Januari, yg kerap kali diawali dengan angin kencang dan badai debu.

Pada hari-hari ini, setidaknya menurut situs web www.accuweather.com, suhu udara di Kota Makkah juga berkisar 20-30 derajat Celcius pada siang hari. Suhu udara terendah pada malam hari pun terpantau masih di kisaran belasan derajat Celcius.

http://www.accuweather.com Perkiraan Cuaca Makkah Januari 2017

Kedua kisaran temperatur itu yaitu rata-rata suhu udara pada musim dingin di sana, antara yang lain merujuk kumpulan data pantauan situs web climate-data.org.

Namun, dua keadaan ekstrem musim dingin tercatat pernah terjadi di Arab Saudi dan bahkan Makkah dalam dua tahun terakhir. Suhu udara pun terpantau sempat jatuh hingga ke kisaran nol derajat Celcius.

Khusus di Makkah, hujan, angin dingin kencang, dan bahkan salju dilaporkan antara yang lain terjadi pada medio Januari 2016. Fenomena ini pun sontak ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Katakanlah suhu udara musim dingin di Makkah pada tahun ini tidak turun terlalu ekstrem, antisipasi tetap harus disiapkan jemaah umrah yg langsung berangkat dalam waktu dekat. Bagaimana pun tetap ada angin kering serta perbedaan suhu drastis antara siang dan malam.

Sejumlah tips seperti berikut ini mampu jadi sebagian panduan mempersiapkan diri para jemaah yg berziarah ke Makkah pada musim dingin.

1. Olahraga

Latihan fisik dapat menjadi tameng pertama agar tubuh tetap prima menghadapi perubahan cuaca ekstrem, termasuk suhu dingin.

Persiapan ini sekaligus menolong fisik jemaah buat menjalankan rangkaian ritual umrah seperti tawaf dan sa’i, yg butuh banyak jalan kaki.

Sebaiknya olahraga rutin telah dikerjakan minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. Salah sesuatu latihan yg cukup gampang buat rentang usia berapa pun adalah jalan kaki 2-3 kilometer per hari.

Selain berjalan kaki, berenang atau gym bisa jadi pilihan olahraga bagi persiapan ibadah ini.

2. Asupan makanan

Sejak jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan, atur asupan gizi harian. Tujuannya, memastikan badan fit ketika berangkat dan menjalankan ibadah umrah. Biasakan pula minum yg cukup.

Thinkstock Sumber protein dari kacang-kacangan.

Saat di Tanah Suci, utamakan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein. Pilih saja misalnya roti gandum, nasi merah, kentang, dan biji-bijian.

Karbohidrat adalah sumber kalori yg dapat menghasilkan energi untuk tubuh. Selain itu, zat ini juga bermanfaat sebagai pengisi ulang glikogen—cadangan energi—dalam tubuh.

Adapun protein mampu didapat dari daging sapi, ayam, tempe, tahu, telur, susu, dan kacang-kacangan

3. Pakaian

Dalam rangkaian perjalanan umrah, jemaah tidak setiap hari mengenakan ihram. Selama ihram, laki-laki cuma diizinkan mengenakan beberapa lembar kain tidak berjahit.

Bagi laki-laki, ihram cuma wajib dipakai ketika menjalankan ritual umrah. Biasanya, ihram laki-laki buat umrah adalah pada hari-hari pertama datang di Makkah dari lokasi miqat yg telah ditentukan serta ketika menjalankan tawaf wada.

Adapun untuk jemaah perempuan, pakaian harus menutup semua aurat. Namun, sejumlah dalil menyebutkan larangan perempuan mengenakan penutup muka dan sarung tangan selama ihram atau ritual umrah.

Dengan segala ketentuan tersebut, tidak perlu banyak pilihan pakaian buat menjalankan rangkaian ibadah umrah. Jemaah cukup memilih bahan yg agak tebal bagi mengantisipasi cuaca ekstrem.

Meski begitu, pastikan bahan itu juga tetap menyerap keringat dan terasa “adem” bagi dipakai berdesakan dengan ribuan jemaah lain.

Patut diingat, paket perjalanan umrah biasanya juga menyertakan kunjungan ke lokasi yang lain di luar Makkah dan Masjidil Haram.

Untuk keperluan ini, jemaah dapat menyiapkan pula sejumlah pakaian yg nyaman dipakai selama perjalanan. Jaket, syal, kaus kaki, dan baju tebal, dapat disertakan di sini.

4. Obat-obatan

Bagian yg tidak boleh terlewatkan sebelum berangkat umrah—apa pun musimnya—adalah obat-obatan pribadi. Saat mengantisipasi cuaca ekstrem apalagi dingin, obat-obatan ini menjadi lebih utama lagi disiapkan.

Thinkstockphotos Ilustrasi

Jangan segan pula berkonsultasi dengan dokter mengenai persiapan medis menjelang berangkat ke Tanah Suci. Catat, persiapan obat tidak cuma diperlukan para pengidap penyakit berat.

Siapkan juga pelembap, baik buat bibir maupun wajah, bagi mencegah kulit muka dan bibir mengelupas. Setali tiga uang, sertakan juga body lotion, buat tujuan yg sama.

5. Antisipasi perjalanan

Pastikan perjalanan ibadah lancar, dimulai dari kejelasan jadwal hingga rincian perjalanan. Detail penerbangan—termasuk lokasi singgah dan maskapai—hingga tempat menginap di lokasi-lokasi rute perjalanan, harus telah digenggam sejak awal.

Dengan regulasi ketika ini, memilih biro perjalanan yg tepat bisa meminimalkan semua kerumitan persiapan terkait rencana keberangkatan ibadah umrah. Kementerian Agama pun menganjurkan jemaah buat benar-benar cermat memilih biro perjalanan ini.

Perhatikan program layanan yg ditawarkan. Agen yg bonafide mulai terus menginformasikan detail perjalanan, termasuk soal suhu dan jarak yg harus ditempuh jemaah dengan jalan kaki per hari selama di Makkah. Fasilitas hotel, jarak dengan lokasi ibadah, atau layanan transportasi yg diperlukan, juga bukan perkecualian.

Biro perjalanan tersebut juga mulai terus menyediakan pemandu dan pendamping profesional. Keberadaan pemandu dan pendamping ini bertujuan mencegah jemaah hilang atau tersesat, sekaligus memastikan rukun ibadah terpenuhi.

Karena itu, keterangan tentang biro perjalanan juga harus digali sedetail mungkin, sebelum pilihan ditentukan. Kementerian Agama menyematkan kriteria biro perjalanan yg direkomendasikan dalam situs web-nya. Salah sesuatu biro perjalanan buat umrah yg memenuhi kriteria dari kementerian itu adalah Abu Tours.

Sudah bersiap memenuhi panggilan ke Tanah Suci?
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/01/16/120500927/catat.5.antisipasi.perubahan.cuaca.selama.umrah
Terima kasih sudah membaca berita Catat 5 Antisipasi Perubahan Cuaca Selama Umrah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Catat 5 Antisipasi Perubahan Cuaca Selama Umrah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.