Catat! 3 Gili Yang Cantik Di Lombok Selain Trawangan

No comment 148 views

Berikut artikel Catat! 3 Gili yang Cantik di Lombok Selain Trawangan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Siapa yg tak kenal Gili Trawangan, tempat wisata paling ramai di Lombok. Namun rupanya, masih banyak gili yang lain yg cantik di Lombok.

Air bergerak begitu tenang tanpa gelombang. Bakau bakau yg berdiri tidak beraturan kini menampakkan kaki kakinya yg menancap tidak beraturan juga ke dalam lumpur tipis. Kepiting kepiting kecil nampak berlarian menuju lubang persembunyian yg kini kelihatan karena air yg akan surut. Pemandangan khas pesisir pagi itu di Labuan Medang tempat dimana kita mulai menyeberang menuju 3 pulau cantik.

“Pyokkk..,” bunyi air yg bercampur lumpur saat Aku, Fajar, Bayu dan Evie berjalan di antara pepohonan bakau dengan air laut surutnya ini. Perahu tidak mampu merapat terlalu dekat karena memang kondisi yg tidak memungkinkan bagi bersandar.

Di seberang yg jauh sana namanya Gili Nanggu, yg itu Gili Sudak, dan yg dekat ini namanya GIli Kedis, begitulah keterangan dari sang pemilik kapal yg namanya telah familiar di kalangan para pejalan Pulau Lombok. Beliau bernama Pak Sahar, orang asli dari Labuan medang desa kecil dimana kita memulai perjalanan hari ini. Akupun mendapatkan kontak dari dedengkot Lombok Backpacker yg menyarankan bagi menggunakan jasa Pak sahar karena biaya yg relatif murah.

Pulau Nanggu atau yg biasa orang Lombok bilang Gili Nanggu namanya memang tidak sepopuler Gili Trawangan. Dan kebanyakan orang pasti mempunyai pemikiran seandainya belum tiba ke Gili Trawangan itu sama saja belum tiba ke Lombok.

Namun buat kami para pecinta tempat yg hening tidak terlalu ramai dan tentunya indah 3 Gili di sebelah barah daya Lombok ini adalah pilihan tepat. Nanggu, Sudak, Kedis memberikan segala yg tidak mampu dirasakan di Gili Trawangan sekalipun.

Pak sahar telah bersiap pada posisinya di buritan perahu mengendalikan kendali agar perahu menuju arah yg benar. Sedangkan di haluan depan ada Pak Salman yg bertugas juru arah agar laju perahu tidak masuk ke perairan dangkal.

“Kita menuju Gili Nanggu dahulu ya mas, mumpung masih pagi jadi enak seandainya mau snorkeling,” ujar Pak Sahar

“Siappppppp,” teriak kalian serentak dengan rasa yg antusias melihat seluruh sajian yg telah nampak di depan mata.

Gili Nanggu

Selamat tiba di Gili Nanggu, begitulah tulisan kecil yg tertancap di sebuah kayu di dermaga. Menginjakkan kaki di pulau kecil ini saya dihinggapi rasa ketakjuban. Pasir putih halus nan bersih menyambut langkah pertama saat seturun dari perahu. Air laut bergradasi dari hijau tosca menjadi biru pekat nan jernih. Memandang ke seberang kelihatan Gili Tangkong dengan pepohonannya yg rimbun dan jauh disana nampak garis pantai sekotong dengan perbukitannya yg sangat indah.

Hanya segilintir orang yg telah tiba mendahului kita pagi itu. Kami leluasa memilih tempat bagi meletakkan barang bawaan kalian yg lumayan banyak ini. Sembari duduk saya coba buat mempersiapkan peralatan snorkeling yg kita sewa dari Pak Sahar.

“Yukk ahh nyemplung, udah ga tahan,” ujarku pada yg lain.

“Ayokkkkk,” Fajar, Bayu dan Evie mengikutiku dari belakang dan langsung masuk ke dalam lautan berwarna biru.

Tapi kali ini realita tidak sesuai dengan Ekspektasi awal.

Jarak pandang di bawah air sangat terbatas dan cenderung keruh. Kenapa dapat seperti ini? Mungkin gara gara arus atau dapat jadi sehabis hujan tadi pagi mengangkat lumpur dari bawah pikirku buat menghibur diri.

Aku coba buat berenang menjauh dari bibir pantai, namun saja… air keruh. Memicingkan mata dibalik snorkel saya melihat banyak ikan dibawah sana, namun karena jarak pandang terbatas membuyarkan segala keindahannya.

Kecewa pasti ada namun beginilah alam tidak jarang memberikan kami kado terbaik terkadang juga memberikan satu yg mungkin agak susah buat kalian terima. Aku akhiri saja berenang di spot ini dan langsung keluar menuju bibir pantai kembali.

“Pak.. kok keruh ya air di sini?” tanyaku pada seorang penjaga pantai yg sedang berjaga.

“Iya mas, arusnya kencang dan tadi pagi habis hujan, biasanya jernih sekali,” jawabnya.

“Coba ke sebelah sana mas mungkin agak jernih karena terlindung dari arus,” ujar Pak penjaga pantai lagi.

Dan di spot kedua ini air juga tampak keruh namun masih mending daripada yg pertama tadi. Aku mencoba buat berenang lebih kedalam, dan air semakin jernih namun tetap seperti banyak debu di dalamnya. Di kedalaman sekitar 1,5 meter banyak karang yg mati dan patah namun semakin dalam semakin indah terjaga habitat karangnya.

Di dua titik terdapat anemon laut dan sekumpulan Ikan Badut atau nemo yg sedang berlindung. Juga banyak ikan kecil kecil berkeliaran diantara karang karang. Namun disini arus sedikit lebih kencang jadi kalian harus sedikit berhati hati.

Gili Sudak

5 menit saja naik perahu dari Gili Nanggu penampakan Gili Sudak telah di depan mata. Garis pantainya nampak datar dengan arusnya yg tenang. Pohon kelapa nampak berderet melambai lambai mengundang kalian buat singgah.

“Kita turun dahulu ya, silahkan santai santai dulu, di sana juga dapat pesan makanan kok mas,” ujar Pak Sahar.

Kami pun turun tepat di sebuah halaman resort yg ada di Gili Sudak ini yg belakangan ini saya ketahui bernama Nirvana Resort. Sekilas tampak dua rumah pondokan yg segera menghadap ke laut. Di ujung bibir pantai yg landau tersebar kursi malas yg tampak sangat menggoda buat kalian yg lumayan kelelahan berenang di Gili Nanggu.

Okelah kita duduk saja sambil melihat daftar menu yg ada dan juga harga yg tertera. Ditempat seperti memang harga sedikit mahal tetapi masih rasional. Kamipun memesan dua ikan bakar dan sop ikan.Â

Di meja yg tepat di bibir pantai ini kita bersantai sambil menikmati keindahan alam. Tak berapa lama pesanan kita pun datang, seperti biasa sebelum disantap ritual pemotretan harus dilakukan. Apalagi dengan background seindah ini bukan. Dan betapa nikmatnya makan siang kala itu sungguh tiada duanya.

Gili Kedis

“Ayok Mas kalian lanjut tujuan terakhir kita,” ajak Pak Sahar kepada kalian yg masih bermalas malasan di kursi malas yg begitu nyaman ini.

“Iya pakk..,”dengan nada sedikit malas buat meninggalkan kenyaman ini.

“Gili kedis cocok untuk foto-foto,” ujar Pak Sahar lagi.

Mendengar kata itu entah kenapa saya mendadak bersemangat, langsung berberes dan kembali naik ke perahu.

Berjalan cukup pelan perahu pun mendekat menuju bibir pantai Gili Kedis. Nampak dari kejauhan pulau ini cuma sehamparan pasir putih, luasnya mungkin cuma 1,5 kali lapangan basket, dan cuma ada dua biji pepohonan saja diatasnya.

Berbeda dari Gili Nanggu dan Gili Sudak, Gili Kedis memiliki keistimewaan tersendiri. Bak gardu pandang di tengah lautan, Gili sudak mempunyai pemandangan yg luar biasa. Berjalan mengelilingi tidak sampai 5 menit kalian bisa menikmati keindahan 360 derajat.

Gili Nanggu, Tangkong, dan Sudak kelihatan begitu indahnya dari sini bak 3 saudara yg sedang duduk berdampingan di tengah samudra. Berbalik ke belakang nampak garis pantai berbukit dari sisi barat Lombok bernama sekotong ini. Sungguh perpaduan yg sempurna dan mampu saya katakan seandainya Lombok memang tiada duanya.

Benar apa yg dikatakan Pak Sahar tadi, memang Gili Kedis adalah tempat yg sangat cocok buat dijadikan objek foto. Luasnya sangat kecil namun disemua sudut pasti mulai menghasilkan Foto yg luar biasa.

Di salah sesuatu pohon yg berdiri tegak di tengah pulau banyak tergantung batu batu berbagai ukuran. Salah sesuatu budaya barat yg dibawa para bule di Gili Kedis, mereka menaruh harapan dan doa di batu batu ini dan mereka gantungkan agar harapan mereka mampu terkabul suatu saat, mungkin penjelasannya seperti itu kurang lebihnya. Tak perlu ditiru namun batu batu menggantung ini tidak mengurangi keunikan yg bisa ditemukan di Gili Kedis.

Nanggu, Sudak, Kedis bagaikan mutiara asli dari Lombok mereka indah, cantik, dan hening. Luasnya samudra tidak dapat menutupi keindahan mereka namun menjadi lebih sempurna mulai keadaannya. Dalam hati ini pun ada rasa syukur saya bisa tiba di salah sesuatu sudut keindahan yg ditawarkan Indonesia.

Semoga sampe kelak keindahan 3 Gili ini tetap terjaga, siapapun yg mengunjungi mereka memiliki rasa kesadaran bagi menjaga kelestariannya akan dari atas tanah hingga kedalaman samudranya, Amin.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/25/134500/3376811/1025/catat-3-gili-yang-cantik-di-lombok-selain-trawangan
Terima kasih sudah membaca berita Catat! 3 Gili yang Cantik di Lombok Selain Trawangan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Catat! 3 Gili Yang Cantik Di Lombok Selain Trawangan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.