Cara Jateng Kejar Target 2 Juta Wisman

No comment 86 views

Berikut artikel Cara Jateng Kejar Target 2 Juta Wisman , Semoga bermanfaat

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu memacu pertumbuhan sektor pariwisata bagi mengejar target 2 juta turis hingga 2019.

Salah sesuatu upaya yg dikerjakan yakni bekerja sama dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) dengan menggelar Bursa Wisata Indonesia (BWI) ke-3 di MG Setos Semarang, Kamis (27/10/2016).

(BACA: Ganjar: Pokemon Bisa buat Jualan Pariwisata Jateng)

Ketua ASPPI Dewan Perwakilan Daerah Jateng, Pranoto HP mengatakan, BWI yaitu meeting yg dirancang dengan menawarkan sebuah konsep bussiness to bussiness di mana seller bertemu buyer. Artinya seller, merupakan para pelaku usaha pariwisata dari dalam negeri dan luar negeri, diberikan kesempatan bagi bertemu dengan buyer potensial yg yaitu travel agent dan biro perjalanan dari dalam dan luar negeri.

Event ini juga yaitu forum ideal buat para buyer bagi hal-hal antara yang lain memperoleh keterangan terbaru terkait produk dan pelayanan pariwisata dari seluruh penjuru dunia, membangun jaringan bisnis baru, serta mengamati tren pariwisata,” ujarnya.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Petugas jaga memeriksa seputar kawasan Gedung Lawang Sewu yg sudah berhasil menjadi contoh konservasi bangunan cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Gedung-gedung tua berarsitektur indah dengan cerita sejarah masa dulu menjadi potensi wisata yg belum tergarap, seperti di Kota Lama.

Pranoto melanjutkan, ajang promosi ini bersifat rutin tahunan diselenggarakan ASPPI selain Jawa Tengah Travel Mart. Kedua macam agenda tersebut memiliki keunggulan dengan sudah masuk dan diakui menjadi salah sesuatu calender of event oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng.

(BACA: Jongkie Tio, “Pendongeng” Tionghoa Peranakan)

Kota Semarang dipilih karena menjadi daerah yg pertumbuhan ekonominya cukup pesat termasuk dinamika kepariwisataannya. Dengan mengusung Visit Jawa Tengah, diharapkan Kota Semarang mampu menjadi destinasi bisnis buat para pelaku wisata.

Untuk BWI III/2016 ini, ditargetkan jumlah pesertanya 350 buyer dan 100 seller, dengan nilai transaksi sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan bagi tahun sebelumnya yg diselenggarakan 3 November 2015 mencatatkan jumlah peserta 382 buyer dan 85 seller dengan nilai transaksi Rp 925 juta.

“Perkembangannya selalu meningkat, bagi BWI pertama tahun 2014, nilai transaksi mencapai Rp 675 juta dari 245 buyer serta 78 seller,” katanya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Prosesi pemotongan rambul gimbal oleh Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenpar, Harry Untoro di Candi Arjuna, Dieng, Minggu (7/8/2016).

Peserta BWI III/2016 yaitu buyer terdiri dari anggotaASPPI se Indonesia, Travel Agent dan Biro Perjalanan Wisata potensial dari semua Indonesia. Sedangkan sellernya yaitu Dinas Pariwisata Provinsi/Kota/Kabupaten, Asosiasi Wisata Agro Indonesia, desa wisata, hotel, resort, dan vila.

Selain itu ada juga dari homestay, SPA, golf, adventure, theme park, travel agent, haji & umroh, cruise, airlines, cargo, bus pariwisata, rent car, pusat oleh-oleh, restoran, catering, museum, dan suvenir. Beberapa dari mereka berasal dari mancanegara seperti Thailand dan Jepang.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata Jawa Tengah, Trenggono, menambahkan, kunjungan wisman ke Indonesia selalu meningkat dan berkembang dalam dua waktu terakhir ini. Beberapa korporat dan incentive akan melirik destinasi Indonesia.
 
“Lewat acara ini diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi memperluas networking sesama pelaku pariwisata Indonesia, khususnya dalam memanfatkan momentum menjelang liburan natal dan akhir tahun,” ujarnya.

Trenggono mengungkapkan, dari target 2 juta wisman hingga 2019, sampai dengan ketika ini baru terealisasi 430.000 wisman. Pihaknya selalu mendorong agar mampu mencapai target kontribusi 10 persen terhadap nasional yg diberikan pemerintah pusat itu.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Becak di depan Keraton Surakarta

Upaya lainnya dengan memperkuat branding Joglosemar bekerja sama dengan Pemprov DI Yogyakarta. Selain itu, menggelar berbagai kegiatan berskala internasional seperti Borobudur Maraton, Jateng Meeting and Insentiv Forum, Jazz Festival, dan meningkatkan potensi desa wisata buat memperlama waktu tinggal wisatawan.

“Jateng yaitu sektor wisata minat khusus. Itu biasanya ada aktivitas dari wisatawan, seperti rafting, membuat gula jawa dan sebagainya. Saat ini ada 120 desa wisata di Jawa Tengah dan selalu kalian dorong bagi memperpanjang lama tinggal wisatawan lewat kegiatan-kegiatan minat khusus,” imbuh Trenggono. (Tribun Jateng/Hermawan Endra Wijonarko)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/28/050700927/cara.jateng.kejar.target.2.juta.wisman.
Terima kasih sudah membaca berita Cara Jateng Kejar Target 2 Juta Wisman . Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cara Jateng Kejar Target 2 Juta Wisman"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.